Maulid Nabi di Pesantren Al Bahjah Cirebon

Saya dan suami termasuk rombongan Pengajian Al Ihya Bogor yang turut hadir menghadiri Peringatan Maulid Nabi di Pesantren Al Bahjah Kelurahan Sendang, Sumber Cirebon, akhir Desember 2014. Seperti apakah perayaan itu, sedari awal tidak tahu. Kami hanya mengikuti panitia yang mengatur perjalanan sampai di Cirebon. Sepanjang jalan suasana menyejukkan sangat kami rasakan, karena kami ada dalam bimbingan ustadz dan ustadzah. Berdoa dan berzikir serta bersolawat membuat perjalanan sungguh menentramkan dan menyejukkan, meskipun cukup jauh.

Sesampai di Pesantren disambut hujan, becek dan cukup dingin, tetapi sambutan hangat  Buya Yahya dan isterinya menghangatkan hati kami. “Terima kasih sudah jauh-jauh datang, ibu-ibu dan bapak semua adalah tamu Rasulullah, hadir karena Rasulullah, silakan dan maafkan dengan kondisi yang seadanya”, demikian sambutan santun dari Buya yang tampak masih muda dan sangat solih. Setelah bersalaman dan berbincang sejenak, kami dipersilahkan istirahat di tempat yang telah disediakan.

Semalam kami menginap di Pesantren, makan, minum, istirahat, solat dan lain-lain, di dalam ruang kelas yang biasa dipakai belajar oleh para santri. Ruang kelas telah disulap menjadi ruang istirahat dan tidur, lengkap dengan karpet dan bantal-bantal. Setelah sarapan pagi, kami bersiap mengikuti acara maulid di sekitar Pesantren, yang telah dibuat panggung untuk mimbar, dan tenda-tenda untuk tetamu. Dan sungguh menakjubkan, ternyata majlis maulid ini dihadiri oleh ribuan orang, dari yang dapat tempat duduk di dalam gedung majlis, tenda-tenda besar yang sudah disediakan, sampai yang tidak kebagian tempat dan duduk di pinggir-pinggir sawah. Geliat kegiatan ekonomi juga luar biasa terlihat. Panitia yang terdiri atas para santri memanfaatkan kesempatan ini dengan menyediakan berbagai jenis suvenir (kaos dan lain-lain), makanan dan minuman ditawarkan kepada hadirin, dan tampak laris manis. Demikian pula halnya masyarakat sekitar juga berdagang di sepanjang jalan menuju Pesantren, berjejer para pedagang makanan, minuman, mainan anak-anak dan lain-lain.Kami terkagum-kagum dengan apa yang telah dibangun oleh Buya Yahya dan dampaknya bagi masyarakat sekitar sangat baik.

Keberadaan Pesantren Al Bahjah di Cirebon memberikan suasana yang menyejukkan warga yang sangat mendambakan dakwah model Buya Yahya yang sejak dulu dinantikan warga. Tidak heran kalau pesantren yang diasuhnya berkembang dengan baik meskipun relatif baru. Dengan bahasa yang enak Buya mengajak orang untuk menuju keridhoan Allah SWT. Beliau mengajarkan dakwah bisa dengan berbagai cara sesuai kemampuan dan latar belakang. Dakwah tidak harus di mimbar, tidak harus mengajak langsung. Menyebarkan informasi tentang dakwah juga bagian dari dakwah itu sendiri, begitu pula membantu program dakwah baik melalui pikiran, harta dan tenaga. Dakwah adalah kewajiban bagi Ummat Nabi Muhammad SAW.

Melalui gebyar maulid yang diselenggarakan di Al Bahjah, Buya mengajak mengajak kita semua agar terus menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah dan menjauhi apa yang dilarang Allah dan rasulNya. Menghadiri perayaan maulidpun bukanlah tanda kecintaan kita kepada Rasulullah SAW akan tetapi sepulang dari acara tersebut kita bisa selalu mengingat dan mengamalkan apa-apa yang sudah kita dapati di Perayaan Maulid tadi, dan ini membuat Rasulullah SAW bangga kepada kita.Rasul bangga dan cinta terhadap ummatnya yang takwa. Kecintaan kita kepada Rasulullah SAW adalah wajib, dan tidak cukup hanya kecintaan semata, tetapi juga harus kita cintai melebihi segala sesuatu termasuk diri kita sendiri.  Barang siapa yang mencintai sesuatu maka ia akan mengutamakannya dan berusaha menirunya.

Perayaan maulid Nabi adalah bentuk kecintaan ummat Muhammad SAW dalam menyambut hari kelahirannya di Mekah 12 bulan Rabiul Awwal Tahun Gajah (571 Masehi),  yang tahun ini jatuh pada tanggal 3 Januari 2015. Perayaan ini setiap tahun selalu ada perbedaan pendapat, ada yang membolehkan dan ada yang mengganggapnya bidáh, terlarang. Masing-masing punya dalil, tetapi juga tidak ada dalil yang melarangnya. Bagi kami perayaan maulid merupakan bentuk penghormatan terhadap Rasulullah yang rahmatan lil alamin. Allah sendiri telah melebihkan derajat Nabi SAW kepada seluruh alam.

Apa yang disampaikan dalam peringatan-peringatan maulid dimanapun biasanya hampir sama. Diawali dengan sambutan panitia, sambutan umaro (penguasa daerah setempat), pembacaan ayat suci Al Qurán, pembacaan solawat nabi, dan penyampaian sejarah tentang kehidupan Nabi yang luar biasa. Acara ini justru dapat menjadi sarana yang efektif untuk mengajarkan kita akan kecintaan terhadap Rasul.

(Ditulis oleh Upik Kesumawati H, Staff Pengajar Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Bogor)

Tulisan dalam PDF: Maulid di Pesantren Al Bahjah

Hidangan maulid

Hidangan maulid

Jamaah perempuan

Jamaah perempuan

 

Jamaah laki-laki

Jamaah laki-laki

Mimbar maulid

Mimbar maulid

Buya Yahya

Buya Yahya

Categories: Laporan Perjalanan | Tags: , , | Leave a comment

Selamat Tahun Baru 2015

 

Dear friends and family.

Selamat Tahun Baru!

明けましておめでとうございます

Shinnen akemashite omedetou gozaimasu,  kotoshi mo yoroshiku onengaishimasu.Yoi toshi o narimasu you ni.

Semoga kasih sayang Allah SWT senantiasa menyinari kita semua di hari-hari yang kita sedang dan akan lewati.

Aamiin yrba.. كل عام وأنتم بخير  

 

Upik Kesumawati Hadi dan Keluarga Program Studi Parasitologi dan Entomologi Kesehatan,

Sekolah Pascasarjana  IPB Bogor

 

Tulisan  dalam PDF:     Selamat Tahun 2015

Akemashite Omedeto Gozaimasu 2015

Akemashite Omedeto Gozaimasu 2015

Categories: Budaya Jepang, Laporan Kegiatan | Leave a comment

Lokakarya Akademik Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesmavet Fakultas Kedokteran Hewan  IPB

Dalam rangka menindaklanjuti Permendikbud RI no 73 tahun2013 tentang Penerapan KKNI bidang Pendidikan Tinggi, Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Faklutas Kedokteran Hewan IPB menyelenggarakan Lokakarya akademik yang berlangsung selama 2 hari dari 29 hingga 30 Oktober 2014  di IICC Bogor. Lokakarya kurikulum ini diawali dengan penyampaian oleh narasumber kemudian dilanjutkan dengan proses penyusunan learning outcomes oleh tim pengajar.

KKNI adalah singkatan dari Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (Indonesian Qualification Framework) , merupakan kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan,  menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. Jadi, KKNI merupakan perwujudan mutu dan jati diri Bangsa Indonesia terkait dengan sistem pendidikan dan pelatihan nasional yang dimiliki Indonesia.

Dalam rangka Penerapan KKNI bidang Pendidikan Tinggi, setiap program studi di Perguruan Tinggi di Indonesia semua sibuk melakukan pembenahan kurikulum. Kurikulum yang pada awalnya mengacu pada pencapaian kompetensi  sekarang berubah menjadi mengacu pada capaian pembelajaran (learning outcomes). Rambu-rambu yang harus dipenuhi dalam penyusunan kurikulum mengacu KKNI yaitu di tiap jenjang perlu dapat membedakan:

  1. Learning Outcomes
  2. Jumlah sks
  3. Waktu studi minimum
  4. Mata Kuliah Wajib : untuk mencapai hasil pembelajaran dengan kompetensi umum
  5. Proses pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa
  6. Akuntabilitas asesmen
  7. Perlunya Diploma Supplement (surat keterangan pelengkap ijazah dan transkrip)

Keberadaan KKNI ini akan mengubah cara melihat kompetensi seseorang, tidak lagi semata ijazah tetapi dengan melihat kepada kerangka kualifikasi yang disepakati secara nasional sebagai dasar pengakuan terhadap hasil pendidikan seseorang secara luas (formal atau non formal) yang akuntabel dan transparan. Secara ringkas KKNI terdiri atas sembilan level kualifikasi akademik SDM Indonesia. (Upik Kesumawati Hadi Laboratorium Entomologi FKH IPB Bogor)

Tulisan dalam PDF: Lokakarya Akademik Departemen Ilmu Penyakit HEwan dan Kesehatan Masyarakat VEteriner..

Tim Pengajar Departemen IPHK FKH IPB

Tim Pengajar Departemen IPHK FKH IPB

Suasana ceria diakhir lokakarya

Suasana ceria diakhir lokakarya

 

Categories: Laporan Kegiatan | Tags: , | Leave a comment

Museum Padi Kedah Darul Aman di Malaysia

Kalau anda berkunjung ke negeri Kedah Darul Aman, jangan lupa kunjungilah Museum Padi. Satu-satunya di Malaysia dan bagus sekali. The Kedah Paddy Museum ini terletak di Gunung Keriang, sekitar 8 km dari Kota Alor Setar. Museum ini diresmikan pertama kali oleh KDYMM Tuanku Sultan Haji Abdul Hamida Muádzam Shah pada 12 Oktober 2004. Kami datang mengunjungi museum ini bertepatan dengan ulang tahun museum yang ke 10, sehingga suasananya ramai pengunjung,  karena ada berbagai acara dan pameran.

Gedung Museum Padi berbentuk seperti ikatan batang padi (gemai) dengan satu bangunan induk dan enam bangunan kecil mengelilinginya. Gedung  ini dibangun di atas tanah seluas 12000 meter persegi. Gedung dengan tiga lantai ini dirancang untuk melambangkan gantang batang padi yang telah dipanen, dengan motif padi pada berbagai bagian di pagar, lantai, dan bagian dinding luar. Ketika pengunjung memasuki gerbang maka akan diarahkan mengikuti tangga berputar dengan dekorasi dinding menyerupai interior sebuah gua, lengkap dengan batu-batu menggantung seperti stalaknit dan stalagnit. Tampaknya hal ini dibuat menyerupai gua di Gunung Keriang yang terletak tidak jauh dari gedung Museum Padi.

Begitu sampai di penghujung tangga maka pengunjung akan mendapatkan pemandangan berupa lukisan dinding berupa hamparan hijau daerah persawahan dari mulai musim menanam hingga musim panen berikut aktivitas kegiatan penduduknya. Lukisan diorama ini dibuat oleh tim pelukis dari Korea yang terdiri atas 60 orang.  Lukisan dinding (mural) ini mempunyai ketinggian delapan meter, dengan panjang 103 meter. dan merupakan salah satu mural yang terbesar dan tercantik di Malaysia.

Bagi kami, suasana di lantai tiga ini  benar-benar menakjubkan. Betapa tidak,  dari mulai kepanasan ketika kami masih antri di luar gedung, tetapi begitu masuk suasana sejuk yang menenteramkan hati. Di lantai tiga ini terdapat kursi-kursi layaknya gedung pertunjukan, kursinya berputar perlahan sekali, sehingga tidak terasa bahwa pengunjung seperti dihadapkan pada panorama realistis dari persawahan yang terdapat di negeri Kedah Darul Aman yang merupakan gudang berasnya Malaysia.

Selesai menikmati panorama persawahan di lantai ini, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan ke lantai dua. Dilantai ini terdapat 6 ruang mini galeri yang memamerkan lukisan tentang berbagai aktivitas pertanian sejak zaman purba hingga moderen. Di lantai ini terdapat juga filem dokumenter tentang aktivitas pertanian mulai dari mengolah sawah, menanam, memanen dan seterusnya yang setiap hari bisa dinikmati.

Selanjutnya di lantai satu pengunjung masih diberikan kesempatan untuk mengetahui sejarah perwasahan di Kedah Darul Aman, berbagai peralatan persawahan tradisional, dan juga berbelanja cendera mata dan kueh-kueh khas kota Kedah.  Terdapat juga koleksi berbagai jenis padi dari seluruh dunia termasuk Indonesia yang dipamerkan disini. Alangkah ruginya bagi yang berkunjung ke Kedah namun tidak singgah di Museum Padi. Museum ini dibuka setiap hari dari jam 9.00 hingga sore jam 5.00dengan tiket masuk  sebesar 5 RM untuk dewasa dan anak-anak 3 RM.

Terima kasih Pak Lang dan Mak Lang orang tua kami tercinta di Kampung Menurung Kota Kedah Darul Aman, yang telah membawa kami ke museum ini. Pak Lang adalah pensiunan pejabat beras nasional di Kedah, berusia 74 tahun namun masih sangat sehat, demikian pula hatinya sangat baik, layaknya seorang ayah terhadap anaknya (Dirangkum oleh Upik Kesumawati Hadi, Laboratorium Entomologi Kesehatan Fakultas Kedokteran Hewan IPB Bogor Indonesia).

TULISAN DALAM PDF;   Museium Padi di Malaysia

Selamat Datang di Museum Padi

Selamat Datang di Museum Padi

Gunung Keriang persis di depan Museum

Gunung Keriang persis di depan Museum

Tangga berputar menuju lantai 3

Tangga berputar menuju lantai 3

Penghujung tangga, terdapat kursi berputar dan lukisan dinding lingkungan persawahan Kedah

Penghujung tangga, terdapat kursi berputar dan lukisan dinding lingkungan persawahan Kedah

Pagar pembatar untuk memandang mural

Pagar pembatar untuk memandang mural

Hamparan padi nan menguning

Hamparan padi nan menguning

Aktivitas memilih benih terbaik ...

Aktivitas memilih benih terbaik …

Pohon kelapa di antara persawahan

Pohon kelapa di antara persawahan

Suasana perkampungan..

Suasana perkampungan..

Rumah penduduk  dan sekitarnya

Rumah penduduk dan sekitarnya

Aktivitas penduduk di pengolahan padi

Aktivitas penduduk di pengolahan padi

Aktivitas penduduk daerah sekitar Gunung Keriang

Aktivitas penduduk daerah sekitar Gunung Keriang

Taman dan tempat wisata di Gunung Keriang

Taman dan tempat wisata di Gunung Keriang

Pak Lang dan Mak Lang di paling kiri dan kanan, orang tua kami tercinta di Kedah arul Aman

Pak Lang dan Mak Lang di paling kiri dan kanan, orang tua kami tercinta di Kedah arul Aman

 

Categories: Laporan Kegiatan, Laporan Perjalanan | Tags: , , | Leave a comment

Renungan Jumát  24/ 2014

Ciri-Ciri Para Penghuni Surga (Orang yang Bahagia)

  • Beriman (amanu) (QS  2:82)
  • Beramal/mengerjakan amal Shalih (amalan shalihan) (QS 11:23)
  • Yang berbuat baik (ahsanu) (QS 10:26)
  • Merendahkan diri kepada Rabb (Tuhan) mereka(ahbatuu ila Rabbihi) (QS 11:23)
  • Yang Bertakwa (al-muttaquun) (QS 47:15)
  • Yang Beruntung (al-faaizun) (QS 59:20)
  • Yang pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (al yauma fii sughulin faakihatin) (Qs 36:55)
  • Yang paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya((khoirun mustaqarran wa ahsanu maqilan) (QS 25:24)

 Setelah kita merenungkan dengan logika yang sederhana ini, terpulang kepada kita untuk mengamalkannya.

Semoga kita termasuk ahli surga yang kelak kembali menemui Allah SWT dengan hati yang ridha lagi diridhoiNYA. “Maka masuklah ke dalam jamaáh hamba-hambaKU, dan masuklah ke dalam surgaKU”. (QS 89: 29-30).. aamiin…

Tulisan dalam PDF:      Renungan Jumát 24 2014

Categories: Artikel agama | Tags: , | Leave a comment

Renungan Jumát 23/14

SETIAP JIWA ADA TIGA SERUAN

Al-Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyyah berkata: “Sesungguhnya pada setiap jiwa ada tiga seruan dan pendorong yang saling menarik. Satu seruan mengajak dirinya untuk berhias dengan sifat-sifat setan seperti sifat sombong, hasad, cinta ketinggian, dzalim, berbuat jahat, suka mengganggu, suka kerusakan dan penipuan. Penyeru yang mengajak untuk berakhlak seperti binatang itulah seruan syahwat. Dan seruan yang mengajak kepada akhlak para Malaikat seperti ihsan, suka menasihati, menganjurkan kepada kebajikan, ilmu dan ketaatan. Penyeru ketiga adalah kurang atau tidak adanya muru`ah (harga diri).”  [Madarijus Salikin, 2/351-352]

 

Tulisan dalam PDF: Renungan Jumát 23 2014

Categories: Artikel agama | Tags: | Leave a comment

Pantai Indrayanti di Gunung Kidul

Di gunung Kidul ada pantai? itulah pertanyaan yang terlintas di hati ketika saya bersama rombongan Ambissi IPB mengunjungi pantai Indrayati di Gunung Kidul. Nama pantainya indah seperti nama orang. Ternyata Pantai Indrayanti itu sesungguhnya bernama Pantai Pulang Syawal, menurut cerita orang. Namun setelah investor swasta mengembangkan Cafe dan Restoran dengan nama Indrayanti, akhirnya pantai ini lebih dikenal dengan nama tersebut. Suasananya cukup ramai, mirip pantai di Bali banyak berjejer cafe-cafe dan restoran serta penginapan.

Pantai disini meskipun siang hari sangat terik dan gerah, banyak sekali dikunjungi orang. Pantainya memang elok dipandang mata, pasirnya tapak berwarna putih dan tebal. Ombaknya pun  bergulung-gulung tidak terlalu tinggi, sehingga sangat cocok untuk anak-anak bermain di pantai ini. Dari kejauhan tampak pantai Indrayanti diapit oleh bebatuan karang yang kokoh, serta terdapat perbukitan karst di bagian utara, di sekeliling tampak  hijau sehingga tampak unik, dengan pasir putih dan laut biru.

Letak pantai ini tergolong dekat dengan pantai-pantai lain yang sudah lebih dulu dekenal masyarakat luas seperti Krakal, Drini dan Sundak. Namun pantai Indrayanati tampak dikelolala dengan baik oleh pengelola restoran, fasilitas toilet, tempat parkir, penginapan dan gasebo-gasebo yang menghadap ke laut yang membuat nyaman pengunjung. Pantai ini dari yogyakarta berjarak sekitar 70 km. Rombongan kami saat itu mencapainya melalui jalur selatan melalui kota Wonosari…ya cukup mudah dijangkau…

Upik Kesumawati Hadi, Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Bogor 2014

TULISAN DALAM PDF: Pantai Indrayanti Gunungkidul

Batuan karang nan unik

Batuan karang nan unik

Pasir pantai tebal, laut biru..tampak bebatuan di kejauhan..

Pasir pantai tebal, laut biru..tampak bebatuan di kejauhan..

Gulungan ombak ...

Gulungan ombak …

Panas, terik, gerah, namun ramai pengunjung

Panas, terik, gerah, namun ramai pengunjung

Asyik juga mejeng berdua

Asyik juga mejeng berdua

 

Categories: Laporan Perjalanan | Tags: , | Leave a comment

Goa Pindul: Perjalanan Ambissi IPB

Menelusuri Goa Pindul bersama rombongan teman seangkatan ketika kuliah (AMBISSI IPB) ternyata memberikan sensasi luar biasa. Betapa tidak, kita bisa bersama-sama duduk di atas ban saling berpegangan menelusuri sungai bawah tanah sambil melihat stalaktit dan stalagnit yang mempesona. Sejuk, tenang dan nyaman itulah kesan yang terasa begitu bergerak memasuki Goa Pindul.

Sebelum memasuki Goa Pindul sudah terasa nyaman, awalnya masih ada cahaya  tetapi makin ke dalam makin gelap gulita, tetapi pemandu membawa penerangan berupa lampu senter pada helm. Kami berjalan pelan menyusuri sungai dalam goa yang panjangnya sekitar 350 meter, dengan kedalaman sekitar 10 meter. Goa ini dihuni oleh banyak kelelawar dan goa ini mempunyai stalagmid terbesar ke 4 sedunia. Ketika di dalam goa pemandu mengingatkan kita agar tidak berbicara kencang apalagi berbicara kasar. Hal ini supaya tidak mengganggu makhluk yang ada di dalam goa dan juga merupakan  sebuah pantangan ketika kita berada di dalam goa.

Dari kota Yogyakarta ke Goa Pindul dengan kendaraan bisa dicapai dalam waktu sekitar 1,5 jam. Goa ini terletak di kira-kira 10 km dari kota Wonosari, tepatnya di Desa Beji, Kecamatan Karang mojo, Kabupaten Gunungkidul. Saat ini Goa Pindul sudah menjadi daerah tujuan wisata terkenal yang pengelolaannya dilakukan oleh penduduk desa setempat. Bahkan promosinya luar biasa dapat diakses langsung via internet melalui website. Untuk setiap pengunjung baik rombongan maupun keluarga tarifnya cukup murah. Bahkan di dalam tarif itu sudah mencakup beaya pemandu, alat-alat ban, alat pelampung, sepatu, helm, bahkan minuman atau makanan.

Sebagai salah satu obyek Wisata, Goa Pindul memang sangat mempesona. Bahkan saya merasa iri dengan rombongan anak-anak sekolah dasar yang juga begitu ceria menikmati wisata ini pada saat yang bersamaan. Sementara kami yang sudah berumur ini, baru bisa menikmatinya sekarang. Sungguh terlambat ..rugi rasanya kenapa baru datang ke Goa Pindul  sekarang ya…(Upik Kesumawati Hadi, Fakultas Kedokteran Hewan IPB Bogor 2014).

TULISAN DALAM PDF:  Goa Pindul Perjalanan Ambissi IPB

Aduh nikmatnya bersama..

Aduh nikmatnya bersama..

Tenang, adem, nyaman, senang...

Tenang, adem, nyaman, senang…

Bersiap sebelum nyemplung..

Bersiap sebelum nyemplung..

Categories: Laporan Perjalanan | Tags: , | Leave a comment

Tour The Lava Merapi Ambissi IPB

Tour the lava Merapi di Yogyakarta  adalah tour yang menarik apalagi dilakukan berombongan sebagaimana yang dilakukan oleh kelompok Ambissi IPB. Melalui tour ini kami dapat menelusuri jejak letusan Gunung Merapi yang meletus dengan hebohnya pada tahun 2010. Tour ini secara profesional dikemas dengan baik oleh masyarakat dan  pemerintah Kabupaten Sleman. Bagi yang ingin mengikuti tour ini pengunjung dihadapkan pada beberapa pilihan ada yang jalur pendek, panjang dan lengkap. Tergantung pilihan pengunjung, kalau jalur panjang dan lengkap pasti bisa menelusuri semuanya dan waktu yang diperlukan juga lebih lama.

Perjalanan kami menuju Merapi diawali dari Kampung Labasan Resto, pada siang hari. Setelah makan siang di Restoran  yang menyajikan makanan khas jawa yang lezat, barulah kami bersiap menuju jeep yang masing-masing berisi 4 orang.  Kami memilih rute atau jalur yang pendek dan perjalanan ini memerlukan waktu sekitar 2 jam.  Dari Kampung Labasan kami dengan jeep konvoi menuju Dusun Petung, melewati kuburan massal korban letusan gunung Merapi, melihat Kali Opak, berpose di Batu alien, memandangi kali Gendol, singgah di dusun Kaliadem melihat hamparan erupsi Merapi terus pulang menuju daerah Gumuk, terus kembali lagi, berakhir di Kampung Labasan Resto. Dari Yogyakarta menuju Gunung Merapi berjarak sekitar 25 km.

Perjalanan tour ini menurut saya merupakan bentuk renungan dan empati kita terhadap orang-orang yang telah menjadi korban bencana alam yang merupakan takdir dari Allah Yang Maha Perkasa. Betapa tidak, dengan tour ini  kita dapat melihat secara langsung  jejak rumah penduduk berikut perabotan, ternak dan lainnya yang telah ditinggalkan masyarakat dan sekarang tidak dapat dihuni lagi. Kita juga dapat langsung melihat secara dekat jejak terjangan awan panas dan lahar dingin Merapi terutama  desa Umbulharjo, Cangkringan. Di daerah ini, lahar dingin mencapai ketinggian hingga 20 meter kita bisa melihat dan menyentuhnya secara langsung.  Kali Opak juga meninggalkan jejak terjangan lahar yang mengerikan. Batu alien juga bukti erupsi yang keluar dari Gunung Merapi. Namun demikian meski mengerikan, disini kami banyak mengambil kesempatan foto bersama, bercanda dan bernarsis ria. Begitulah perilaku kawan-kawan Ambissi yang semuanya telah berusia di atas limapuluh tahun (over seket), tidak berbeda dengan perilaku remaja.

Ketika rombongan Ambissi datang, suasana sekitar Merapi berawan sehingga puncak Gunung Merapi yang tingginya  2.968 meter di atas permukaan laut  tidak dapat dinikmati. Meskipun demikian, kami merasa beruntung bisa mengikuti tour Merapi dengan konvoi menggunakan jeep bersama memberikan sensasi tersendiri yang luar biasa. Tidak kalah dengan tour menjelajah padang pasir Dubai yang pernah penulis alami, ketika berkesempatan mengunjungi Emirat Arab  November 2013 yang lalu. (Disusun oleh Upik Kesumawati Hadi, Fakultas Kedokteran Hewan IPB Bogor Mei 2014)

TULISAN DALAM PDF: Tour The Lava Merapi Ambissi IPB

Berpose bersama di sekitar jejal lahar dingin Merapi

Berpose bersama di sekitar jejal lahar dingin Merapi

Bersiap tour the lava Merapi dari kampung Labasan Resto

Bersiap tour the lava Merapi dari kampung Labasan Resto

Rombongan Ambissi IPB bergerak bagaikan ular

Rombongan Ambissi IPB bergerak bagaikan ular

Beriringan rapi

Beriringan rapi

Menengok museum korban lahar Merapi

Menengok museum korban lahar Merapi

Dusun yang telah ditinggalkan penghuni

Dusun yang telah ditinggalkan penghuni

Yang tersisa...

Yang tersisa…

Yang tersisa juga...

Yang tersisa juga…

Habis sudahkah....

Habis sudahkah….

Demikianlah...

Demikianlah…

 

 

Categories: Laporan Perjalanan | Tags: , , , | Leave a comment

Makna Acara Peusijuk

Tenang, dingin, haru dan suasana hati yang menyejukkan, itulah yang saya rasakan ketika kami (saya dan suami) dipeusijuk oleh ibunda tercinta sesaat sebelum berangkat haji (pesijuk pertama), setelah kembali ke rumah usai menunaikan haji (pesijuk kedua), dan terakhir suasana itu saya rasakan kembali ketika ibundaku menyambut kegembiraannya karena surat keputusan guru besar saya keluar (pesijuk ketiga).  Semuanya berlangsung dalam tahun 2013. Subhanallah…

Peusijuk sesungguhnya merupakan ungkapan doa-doa dan puji pujian dari orang tercinta kita kepada sang Khalik dengan harapan sesuatu tersebut selalu diberkahi oleh Allah SWT. Tradisi Peusijuk di Aceh sudah berlangsung lama dari dahulu hingga kini masih menyatu dengan masyarakat Aceh.  Acara pesiujuk merupakan suatu tradisi penyambutan sesuatu yang baru dengan harapan dapat memperoleh keberkahan dan terhindar dari berbagai mara bahaya. Jadi, tidak hanya dilakukan ketika seseorang mau berangkat haji saja, tetapi ketika menduduki rumah baru, memiliki mobil atau motor baru, lepas dari mara bahaya, kenduri sunatan, acara pernikahan (tueng dara baro, intat linto baro),  dan sebagainya, biasanya dilakukan acara peusijuk (dipeusijuk).

Apa saja yang dipersiapkan dalam acara peusijuk dan seperti apa upacara tersebut? Kalau adat lengkap pastinya lebih rumit demikian pula persiapannya. Tetapi yang saya ingat adalah betapa ibunda menyiapkan bahan-bahan peusijuk dengan khusyuk ketika akan mempeusijuk saya, meskipun bahan-bahannya sederhana.  Rupanya ada makna doa dibalik semua itu. Bahan-bahan yang dipersiapkan umumnya memiliki makna yang cukup dalam. Sebagai contoh: (1). Tepung tawar yang dicampur dengan air mempunyai makna dan doa agar percikannya nanti memberikan ketenangan dan kesabaran bagi yang dipeusijuk, layaknya air campuran tersebut yang terus terasa dingin; (2). Beras padi yang bertujuan, bermakna agar dapat subur, makmur, semangat, seperti taburan beras padi yang begitu semarak berjatuhan;  (3). Dedaunan dan rerumputan yang diikat dan dipakai untuk peusijuk, ini melambangkan suatu ikatan yang terwujud dalam kesatuan hidup bermasyarakat, seperti beberapa jenis dedaunan yang berbeda yang bersatu dalam suatu ikatan; dan (4). Nasi ketan (pulut kuning) dengan inti kelapa yang bermakna sebagai lambang persaudaraan; seperti halnya ketan yang selalu melekat dengan bahan lainnya. Perlengkapan tersebut diletakkan dalam sebuah talam, jadi di atas talam ada piring besar berisi nasi ketan kuning dengan inti kelapa, mangkok berisi campuran air tepung, tempat cuci tangan, seikat dedaunan, satu mangkok berisi beras.

Bila sudah siap semua, barulah dilakukan acara pesijuk. Orang yang dipeusijuk duduk dengan tenang, dan yang melakukan peusijuk berdiri dan juga sudah siap dengan amplop berisi uang yang akan diberikan setelah acara selesai.Peusijuk ini biasa dilakukan oleh orang yang dituakan di dalam kalangan masyarakat tersebut, seperti Tengku (Ustadz) atau Umi Chik (Ustadzah). Kalau di kalangan keluarga sendiri biasanya dilakukan oleh ibunda, ayahanda, atau semua yang dituakan.

Urutan acara pesijuk diawali dengan doa, lalu menaburkan beras ke arah orang yang dipeusijuk. Lalu memercikan air tepung tawar dari kiri ke kanan dan dari kanan ke kiri, serta sesekali disilang. Berikutnya, cuci tangan lalu menjumput nasi pulut dan disuapkan kepada yang dipeusijuk. Terakhir menyelipkan amplop berisi uang kepada yang dipeusijuk. Ini adalah urutan sederhana yang pernah dilakukan ibunda kepada kami. Tentunya cara ini tidak sama persis dengan tatacara yang dilakukan masyarakat Aceh pada umumnya. Pasti caranya bervariasi…tetapi pada intinya sama yaitu memohon doa kepada yang Maha Kuasa agar diberikan keberkahan, keselamatan dan ketentraman hidup.

Akhir-akhir ini acara peusijuk mendapat sorotan dari ulama-ulama reformis. Ada yang menganggap peusijuk adalah perbuatan bidáh, syirik dan tidak dicontohkan oleh rasul dan tidak ada dasarnya dalam Al Qurán. Namun acara ini masih tetap berjalan sebagai sebuah budaya masyarakat Aceh yang keberadaannya dilestarikan sebagai budaya Islam. Doa-doa yang digunakan semua dalam bahasa Arab yang bersumber dari Alqurán dan Hadist. Wallahu A’lam bisshawab…. (Disusun oleh Upik Kesumawati Hadi, dalam rangka terima kasih ketulusan hati ibunda tercinta yang selalu mendoakan ananda)

TULISAN DALAM PDF: Makna Acara Peusijuk

pesijuk2

pesijuk1

pesijuk3

pesijuk4

pesijuk5

pesijuk7

pesijuk8

pesijuk9

Categories: Laporan Perjalanan | Tags: , | Leave a comment