Efektivitas Lotion Tolak Nyamuk

Tren kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) selalu mencuat setiap kali musim penghujan tiba. Lingkungan alam tropis, sanitasi dan kebersihan yang buruk serta  rendahnya kesadaran masyarakat menjadi alasan utama maraknya kejadian demam berdarah setiap tahunnya di tanah air. Hingga saat ini program pencegahan dengan menggunakan vaksin DBD juga belum berjalan karena masih dalam proses pengembangan oleh para ahli, dan belum adanya obat-obatan untuk penyakit, turut menambah deretan alasan mengapa kasus demam berdarah belum dapat di atasi.

Saat ini, Indonesia menduduki peringkat dua penderita DBD setelah negara Brazil. Potensi penyakit demam berdarah kian besar terlebih adanya pengaruh faktor perubahan iklim global. Mengutip catatan BMKG mengenai kesesuaian unsur iklim dengan tingkat DBD, bahwa potensi  penyebaran demam berdarah muncul saat temperatur mencapai 27 derajat celcius – merupakan saat yang tepat dan optimal bagi nyamuk untuk berkembang biak. Data Kementerian Kesehatan pada tahun 2009-2011 pun menunjukkan bahwa jumlah rata-rata kasus akibat virus dengue di Indonesia adalah 126.908 kasus dengan angka kematian mencapai 1.125 kasus yang menempatkan Indonesia sebagai negara tertinggi dalam kasus penyakit dengue di Asia Tenggara.

Baca lengkap..silakan… klik di bawah ini

Tulisan Lengkap dalam PDF: Antisipasi Gigitan Nyamuk Aedes aegypti dengan Lotion Tolak Nyamuk

Categories: Abstrak artikel | Tags: , | Leave a comment

Departemen IPHK FKH IPB Berkereta-api Menuju Selabintana

Memanfaatkan waktu libur, kemarin hari Minggu 30 Maret 2014 kami berwisata bersama Keluarga Besar Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesmavet, Fakultas Kedokteran Hewan IPB ke Taman rekreasi Selabintana di Sukabumi. Kami bersama-sama menggunakan kereta api eksekutif yang khusus disewa satu gerbong dengan muatan sekitar 45 orang. Dari setasiun Paledang kami berangkat jam 07.55 dan sampai di stasiun Sukabumi jam 10.10.

Dari dalam kereta, kami menikmati pemandangan alam sekitar sambil menyanyi dengan iringan gitar ukulele dan bersenda gurau bersama. Kebersamaan ini baru kita rasakan lagi setelah bertahun-tahun tenggelam dalam kesibukan yang tiada henti.  Alhamdulillah kami sampai dengan selamat di stasiun, lalu melanjutkan perjalanan dengan menggunakan sekitar 6 buah Angkot berwarna pink menuju Taman Rekreasi Selabintana. Setelah menembus area terminal angkot, pasar nan ramai, alu-alun kota, dan jalanan yang menanjak, akhirnya sampailah ke tempat yang dituju pada jam 10.30.. Istirahat sejenak, acara silaturahmipun dibuka oleh Kepala Departemen IPHK, hidangan rebus-rebusan khas tanah sunda dan bandrek membuat semangat kebersamaan semakin ceria.

Setelah cukup istirahat, jam 11 kami melakukan kegiatan jalan sehat bersama di sekitar wilayah Taman Wisata Salabintana. Dari pos keluar taman, kami belok kearah kiri menuju jalan permukiman yang cukup menanjak, lalu belok kiri kembali, menuju perkebunan teh nan sejuk luar biasa. Kami berjalan terus ditengah kebun teh dengan pemandangan alam penuh nuansa hijau, luar biasa sensasi yang menyejukkan karena udara pegunungan Gede Pangrango.  Setelah hampir satu jam perjalanan santai, akhirnya kami masuk kembali ke dalam wilayah Taman Wisata nan asri. Hamparan rumput luas, pepohonan hijau di sekeliling, lari-lari anak kecil, kumpulan-kumpulan keluarga dengan bekalnya yang sedang mereka nikmati, kumpulan pedagang balon mainan anak-anak, semua ini bukti bahwa keindahan taman ini dirasakan semua orang.

Setelah makan siang menu pepes ikan, sayur asem, asinan, sambal dan lalap, kami solat, lalu kembali melanjutkan acara dengan bagi-bagi door prize dan bernyanyi bersama diiringi organ tunggal. Bakat-bakat terpendam yang ada di Keluarga Departemen IPHK semua muncul.  Ada yang mahir menyanyikan lagu-lagu lawas, pop, dangdut dan yang seru lagi adalah berjoget bersama dengan gaya suka-suka. Seru sekali, ibu-ibu profesor juga tak kalah dalam berjoget..ha ha ha…

Lokasi Selabintana atau disebut juga Salabintana memang layak dikunjungi, mudah dijangkau karena letaknya tidak jauh dari pusat kota (7 Km dari pusat kota Sukabumi). Lokasinya juga sejuk karena berada di kaki Gunung Gede.  Sebenarnya kalau waktunya cukup kita juga dapat mengunjungi beberapa obyek wisata lainnya yaitu Pondok Halimun dan  Curug Cibeureum (air terjun). Sayang kami tidak bisa mengunjunginya, karena jam 15.01 harus kembali dengan kereta yang sama menuju Bogor. Alhamdulillah jam 17.40 kami keluar kereta api dan semua selamat sampai Bogor. (Dilaporkan oleh Upik Kesumawati Hadi, Bagian Parasitologi dan Entomologi Kesehatan FKH IPB)

Tulisan dalam PDF:  Berkerata api menuju Taman Rekreasi Selabintana

Berkumpul di setasiun Paledang

Berkumpul di setasiun Paledang

Bernyanyi ria dengan diiringi ukulele

Bernyanyi ria dengan diiringi ukulele

Kemesraan Prof Mirna bersama bapak, Prof Retno et al..

Kemesraan Prof Mirna bersama bapak, Prof Retno et al..

Keceriaan staf kependidikan

Keceriaan staf kependidikan

Para petinggi dan pembesar Departemen

Para petinggi dan pembesar Departemen

Bu Elok nan cantik

Bu Elok nan cantik

Jalan-jalan di lingkungan selabintana

Jalan-jalan di lingkungan selabintana

Di tengah perkebunan teh

Di tengah perkebunan teh

Berkeringat...lumayan

Berkeringat…lumayan

Membidik keindahan ciptaan Allah

Membidik keindahan ciptaan Allah

Akhirnya nyampe juga..

Akhirnya nyampe juga..

 

Hamparan hijau taman selabintana

Hamparan hijau taman selabintana

Acara kebersamaan

Acara kebersamaan

Iringan organ tunggal

Iringan organ tunggal

Berjoget ria

Berjoget ria

Penyanyi andalan IPHK

Penyanyi andalan IPHK

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Categories: Laporan Kegiatan, Laporan Perjalanan | Tags: , , | Leave a comment

Di Air Terjun Ciismun Cibodas Bersama Mahasiswa PS PEK IPB

Tanggal 18 Desember 2013 yang lalu, kami pengelola PS S2 Parasitologi dan Entomologi Kesehatan  IPB (PS PEK IPB) mengadakan acara outing bersama Mahasiswa PEK IPB seluruh angkatan ke Cibodas. Acara kebersamaan ini  juga sekaligus acara koleksi serangga dalam rangka praktek perkuliahan Biologi dan Klasifikasi Serangga dan mk Artropoda Pengganggu Kesehatan. Kebun Raya Cibodas menjadi pilihan karena alamnya yang sejuk, nyaman, indah dan belum terkena dampak polusi, sehingga merupakan surga bagi kehidupan serangga dan artropoda lainnya.  Mempelajari kehidupan serangga di alamnya memberikan pengertian dan pemahaman yang nyata, yang sepanjang hayat akan memberikan kesan yang kuat. Itulah harapan kami sebagai pengelola program studi selama ini.

Di sekitar area Kebon Raya Cibodas banyak sekali kehidupan serangga yang dapat dipelajari. Sebagai contoh, di sekitar perairan yang deras mengalir di area kebun raya ini kita dapat mempelajari kehidupan serangga Simulium. Larva dan pupanya banyak terdapat menempel pada benda-benda apakah itu rerumputan, tangkai tanaman, bebatuan, atau benda – benda lain yang berada dalam aliran air sungai yang jernih dan cukup deras mengalir. Satu di antara aliran sungai yang cukup besar bila diikuti terus hingga ke sumber asalnya, ternyata berasal dari aliran sungai asal dari air terjun Ciismun. Di hamparan hijau areal kebun raya banyak sekali jenis serangga terbang yang  juga dapat dipelajari.

Luar biasa, satu sungai yang kami telusuri membawa kami sampai di bawah air terjun Ciismun. Airnya dingin, sejuk suasananya, suara-suara alam turut memberikan sensasi yang menenteramkan jiwa-jiwa yang gelisah. Kami terpana sesaat sampai di sekitar air terjun Ciismun. Air terjun ini terletak di kaki Gn Gede-Pangrango, memiliki ketinggian sekitar 25 m, dengan kaki air terjunnya selebar sekitar 5 m.  Air curug ini terjun dari sudut pertemuan bukit Agropolitan dengan bukit Cibodas. dan berada di ketinggian 1275 m dpl.  Lokasinya cukup tersembunyi, tetapi sangat memukau penglihatan. Apalagi kami kala itu datang saat bukan hari libur, suasana pagi yang sepi, sehingga yang menikmati keindahan air terjun Ciismun rasanya hanya kami. Beberapa dari kami langsung berfoto-foto ria, bermain air di air terjun ini, sementara beberapa yang lain juga asyik mencari dan meneliti  kberadaan serangga Simulium yang ada di areal aliran yang mengalir. Senangnya jadi naturalis…..rasanya menyatu dengan alam, melupakan kesibukan sehari-hari dan hingar bingarnya kota yang penuh dengan motor, mobil dan kendaraan lain…

Setelah kurang lebih 1 jam bermain, berfoto ria, koleksi serangga di sekitar air terjun Ciismun, kami pun bersiap-siap berjalan menuju area Kebun Raya Cibodas, lalu istirahat di Guest House milik KBR Cibodas. Di sana kami memproses hasil koleksi serangga bersama, lalu makan siang ala sunda yang sudah kita pesan. Setelah istirahat, solat, makan siang, kami melihat-lihat koleksi kaktus, anggrek dan tanaman lain yang berada tidak jauh dari guest house. Sore hari kami meninggalkan tempat indah ini untuk kembali tenggelam dalam kehidupan kampus. Setiap tahun kami tidak pernah bosan menikmati hijaunya alam Cibodas, menikmati  hamparan  taman hijau yang  luas  atau pemandangan kolam air mancur yang indah serta gunung dan pohon pohon yang rindang (Laporan Kegiatan PS PE IPB, Upik Kesumawati Hadi, Desember 2013).

Tulisan dalam PDF:  Air Terjun Ciismun Bersama Mahasiswa PEK IPB

Aliran sungai habitat larva lalat Simulium

Aliran sungai habitat larva lalat Simulium

Berpose di bawah air terjun Ciismun

Berpose di bawah air terjun Ciismun

Pupa Simulium

Pupa Simulium

Preparasi pupa

Preparasi pupa

Koleksi larva dan pupa

Koleksi larva dan pupa

NIkamatnya Ciismun

NIkamatnya Ciismun

Prosesing spesimen

Prosesing spesimen

Larva dan pupa pada karung plastik di aliran deras

Larva dan pupa pada karung plastik di aliran deras

Oh Ciismun

Oh Ciismun

Serangga ku..

Serangga ku..

Di samping guest house

Di samping guest house

Bebatuan

Bebatuan

Bersama mahasiswi nan cantik

Bersama mahasiswi nan cantik

Wa Umayah

Wa Umayah

Bersama mahasiswa PEK

Bersama mahasiswa PEK

    

 

 

Categories: Laporan Kegiatan, Laporan Perjalanan | Tags: , , | Leave a comment

Renungan Jumát 22/14

Shalat di waktu subuh adalah shalat yang paling sulit dikerjakan oleh umat Islam. Panggilan adzan seringkali mengalahkan segalanya, lebih-lebih disaat musim hujan yang dingin. Tidur menjadikannya lebih baik dari shalat. Padahal sesungguhnya shalat subuh adalah shalat yang paling istimewa dibandingkan shalat wajib lainnya. Demikian halnya dengan shalat sunnah sebelum subuh (qobliyah shubuh)  bahkan juga dijanjikan Allah lebih baik dari dunia beserta seluruh  isinya. Berikut ini dijelaskan beberapa keutamaan yang menegaskan bahwa shalat subuh atau disebut juga shalat fajar berbeda dengan shalat fardhu yang lain.

1. Pahala shalat semalam penuh.  Imam Muslim meriwayatkan dari ‘Ustman bin ‘Affan, bahwa Nabi bersabda: “Barang siapa yang shalat isya berjama’ah seolah-olah dia telah mendirikan shalat setengah malam, dan barang siapa shalat subuh berjamaah (tentunya juga dengan mendirikan shalat isya berjamaah), maka seolah-oalah dia telah shalat semalam penuh”. Subhanallah! kemurahan Allah menjadikan shalat isya dan subuh “dua serangkai” yang dengannya kita berhak mendapat pahala shalat sepanjang malam.

2. Sumber cahaya di hari kiamat.  Pada hari kiamat nanti kondisi yang terjadi adalah gelap gulita, sebagaimana Allah berfirman :” Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan (QS. At-Takwir: 1-2).  Matahari dan bintang-bintang adalah sumber cahaya. Jika keduanya dihancurkan maka kegelapan akan menyelimuti. Saat seperti inilah manusia memerlukan cahaya. Cahaya itu adalah amal shalih, termasuk shalat subuh. Dari Baridah al salami, Nabi bersabda: Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan di kegelapan malam menuju masjid dengan cahaya sempurna kelak di hari kiamat. (HR. Tirmidzi).  Orang yang berjalan di kegelapan malam adalah orang-orang yang berjalan menuju masjid untuk melaksanakan shalat isya dan subuh berjama’ah.

3.  Balasan surga. Nabi bersabda:” Barangsiapa mengerjakan shalat pada dua waktu dingin, maka dia akan masuk surga. (HR. Bukhari). Yang dimaksud shalat pada waktu dingin adalah shalat subuh dan ashar. Diriwayatkan juga bahwa dua rakaat sebelum subuh adalah nafilah yang lebih agung dari dunia sisinya. Dua rakaat fajar (shalat sunnah sebelum subuh) lebih baik daripada dunia seisinya (HR. Muslim).

4. Disaksikan para malaikat.  Shalat subuh satu-satunya shalat yang tidak dapat dijamak dan di qashar. Allah telah muliakan waktu shalat subuh dalam kitab-Nya. Allah tidak bersumpah mengenai waktu shalat yang fardhu kecuali hanya waktu shalat subuh dan ashar. Allah bersumpah dengan sebutan “wal fajr” dan “ wa layalin ‘asyr”. Demikian pula waktu fajar adalah waktu dimana para malaikat turun ke bumi untuk menyaksikan orang yang mendirikan shalat subuh.

Shalat berjama’ah lebih utama dibanding shalatnya salah seorang dari kalian dengan sendirian dengan dua puluh lima bagian. Dan Malaikat malam dan Malaikat siang berkumpul pada shalat fajar.” Abu Hurairah kemudian berkata, “Jika mau silahkan baca: ‘(Sesungguhnya shalat fajar disaksikan (oleh para Malaikat) ‘ [Qs. Al Israa: 78] (HR. Bukhari)

5. Orang yang shalat subuh senantiasa dalam jaminan perlindungan Allah. Nabi bersabda:”Barangsiapa shalat subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah (HR. Muslim)

6. Penghapus dosa selama separuh umur. Nabi bersabda:” Shalat yang lima waktu, dari jumat ke jumat, dari ramadhan ke ramadhan adalah penghapus dosa di antaranya jika meninggalkan dosa-dosa besar (HR. Muslim). Rentang waktu antara shalat isya dengan shalat subuh adalah rentang dua shalat yang paling panjang. Jika kedua shalat ini ditegakkan dengan baik maka keduanya adalah penghapus dosa di antara keduanya. Jika diakumulasikan maka dosa hampir separuh umur kita dapat dihapuskan oleh dua shalat ini.

Berikut ini tips untuk dapat menjaga keistiqamahan shalat subuh berjamaah yaitu (1). Beramal ikhlas hanya karena Allah SWT, (2). Mengokohkan tekad dan mengkoreksi (muhasabah) diri setiap hari, (3). Bertaubat, dan bertekad untuk tidak mengulangi, (4). Banyak berdoa kepada Allah agar dikuatkan melaksanakan shalat, (5). subuh berjamaah di masjid dan di awal waktu, (6). Meminta motivasi dari sahabat yang baik, (7). Tidur sesuai sunnah Nabi saw, (8). Tidur lebih awal, berwudhu, dan membaca zikir sebelum tidur, (9).Tidak makan dalam jumlah yang banyak sebelum tidur, hindari teh dan kopi. Catat perkembangan shalat subuh anda dan gantung di dinding, (10). Pasang alarm,  (11). Telpon orang lain (sahabat) dan mulai dari keluarga.  Semoga Allah SWT memberi kekuatan kepada kita untuk menggapai beragam keutamaan shalat subuh. (Disarikan dari berbagai sumber)

 

TULISAN DALAM PDF: Renungan Jumat 22 2014 KEISTIMEWAAN SHALAT SUBUH

Categories: Artikel agama | Tags: , | Leave a comment

Ambissi IPB Jalan Pagi Sehat di Kebun Raya Bogor

Penduduk kota Bogor sesungguhnya sangat dimanjakan oleh keberadaan Kebun Raya Bogor yang sangat luas dengan aneka ragam tanaman yang menyegarkan ini.  Sayangnya kesempatan memanfaatkan kebun raya tidak selamanya ada. Alhamdulillah Sabtu 4 Januari yang lalu saya bersama teman-teman AMBISSI, alumni IPB Angkatan 15 (1978) berkesempatan bereuni kembali di kebon raya. Senang sekali rasanya bisa menikmati kebersamaan di kebun raya. Di awali dengan sarapan pagi di Wisma Tamu, lalu latihan peregangan badan atau bersenam ria, berfoto ria, setelah itu kami bersama-sama berkeliling kebun raya. Kami berjalan menyusuri jalan-jalan yang ada sambil mengamati sekeliling kebun.

Cuaca pagi yang sangat sejuk, pemandangan hijau yang menyegarkan mata, dan aneka tanaman dan bunga-bunga tropis, kolam-kolam, sungai, jembatan, bentangan padang rumput luas yang hijau benar-benar membuat tubuh relaks. Ditambah lagi cerita-cerita masa lalu, masa mahasiswa, masa kini dan lain-lain, serta narsis berfoto ria yang tidak henti-hentinya semua membuat sensasi luar biasa. Silaturahmi itu menyenangkan dan memanjangkan umur adalah benar adanya. Kebun Raya Bogor yang luasnya 18 hektar ini sangat luas untuk kami berwisata jalan kaki. Meskipun tidak seluruh obyek dikelilingi, kaki-kaki kami sudah merasa lelah, dan peluh sudah membasahi tubuh kami. Maklum kami semua sudah översek (over seket, usia di atas 50 tahun), jadi mudah lelah. Namun kami bersemangat lagi ketika melihat bunga bangkai. Betapa tidak! Kunjungan kami kali ini disuguhi dengan mekarnya bunga bangkai dari jenis Rafflesia patma. Semua terkagum-kagum dengan keindahan ciptaan Allah, semua berjejal-jejalan mengabadikannya dengan kamera, HP, tablet bahkan ada juga yang memvideokannya. Bunga ini istimewa karena sejak mulai mekar mengeluarkan bau bangkai yang menyengat. Cantik tapi bau.

Kebon Raya Bogor  mempunyai beberapa nama julukan antara lain Botanical Garden of Indonesia, Botanical Garden of Buitenzorg atau Syokubutzuen (zaman Pendudukan Jepang) atau dalam bahasa sunda dikenal dengan Kebun Gede. Sejarahnya, Kebun Raya Bogor merupakan bagian dari hutan taman buatan (samida) yang sudah ada sejak zaman pemerintahan Kerajaan Sunda yaitu Prabu Siliwangi (1474 – 1513). Hutan buatan tersebut dibuat untuk menjaga kelestarian lingkungan serta sebagai tempat memelihara benih benih tanaman langka. Hutan buatan serupa juga dibuat di perbatasan Cianjur dengan Bogor yaitu Hutan Ciung Wanara, namun hutan ini terlantar setelah Kerajaan Sunda ditaklukan oleh Kesultanan Banten. Singkat cerita, pada pertengahan abad 18 di salah satu sudut hutan ini dibangun rumah peristirahatan (Istana Bogor) oleh pemerintah kolonial. Lalu Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles menyulap halaman Istana Bogor  menjadi sebuah kebun yang cantik dan taman bergaya Inggris klasik. Tugu lady Raffless, adalah contoh tugu bergaya Inggris klasik yang dapat anda jumpai ketika masuk dari gerbang depan (arah Pasar Bogor). Tugu ini dibuat untuk mengenang  isteri Raffles yang meninggal dunia karena malaria. Banyak lagi taman-taman yang bisa kita nikmati di Kebun Raya Bogor yang bergaya mirip dengan Kebun Raya di Kandy City Sri Lanka.

Berikut ini saya berbagi foto-foto hasil jepretan kami selama berjalan-jalan di Kebon raya Bogor. Semoga bermanfaat. (Upik Kesumawati Hadi, Alumni IPB Ambissi)

Tulisan dalam PDF: Ambissi IPB Jalan Pagi Sehat di Kebon Raya Bogor

Di depan Wisma Tamu siap jalan pagi

Di depan Wisma Tamu siap jalan pagi

Latihan peregangan sebelum jalan pagi

Latihan peregangan sebelum jalan pagi

Taman yang luas dengan bunga-bunga tropis

Taman yang luas dengan bunga-bunga tropis

Taman Teratai

Taman Teratai

Bunga bangkai Rafflessia patma

Bunga bangkai Rafflessia patma

Jembatan dan koleksi pobon bambu

Jembatan dan koleksi pobon bambu

Di antara pohon pohon tua

Di antara pohon pohon tua

Indahnya kebersamaa Ambissi

Indahnya kebersamaa Ambissi

Nikmatnya silaturahim

Nikmatnya silaturahim

 

 

 

 

 

 

 

 

Categories: Laporan Perjalanan | Tags: , , , , | Leave a comment

Suasana Presiden SBY Berorasi dan Menanam Pohon

 

Jumat 20 Desember 2013 yang lalu Presiden Susilo Yudhoyono menyampaikan orasi ilmiahnya dalam sidang senat terbuka Dies Natalis IPB ke 50 dengan tema Pengarus utamaan Pertanian untuk Pembangunan berkelanjutan.
Sebagai seorang dosen saya senang sekali bisa menghadiri orasi ilmiah orang nomor satu di negeri tercinta ini. Setelah melewati tahapan pemeriksaan petugas, akhirnya saya bisa duduk di deretan undangan di Gedung Grha Widya Wisuda, Institut Pertanian Bogor. Di deretan depan terlihan banyak tamu undangan istimewa, sedangkan di deretan belakang dan tribun sekeliling adalah mahasista tingkat persiapan bersama. Mereka berpakaian seragam bawahan gelap dan atasan putih, tampak rapi sekali. Di sisi pojok tribun juga terlihat sekelompok grup paduan suara yang tampil sangat membanggakan. Sementara itu, di bagian depan duduk dengan anggun deretan senat guru besar IPB yang memimpin jalannya sidang terbuka.

Dalam sidang terbuka ini Presiden menyampaikan pesannya kepada IPB untuk mampu memainkan tiga peran besar dalam memajukan Indonesia. Pertama, menjadi pemimpin, pelopor dan penggerak bagi terwujudnya pembangunan berkelanjutan serta pertumbuhan berkeadilan. Kedua, IPB juga diminta berkontribusi secara aktif dalam pencapaian kemandirian pangan yang merupakan amanat nenek moyang bangsa. Dan ketiga,  IPB melakukan sinergitas dan kolaborasi dengan dunia usaha dan industri. Demikian tiga pesan beliau yang juga alumnus pasca sarjana IPB.

Selesai orasi Presiden bersama Ibu Negara, Ani Yudhoyono, menanam pohon di halaman Gedung Graha Widya Wisuda, IPB. Penanaman pohon jenis magklid (Manglieta gluca) ini disaksikan seluruh insan akademik IPB serta sejumlah tamu undangan antara lain Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh, Menteri Pertanian, Siswono, Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta, Menteri Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya, Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamukti, dan Gubernur Jawa Barat. (Upik Kesumawati Hadi, Laboratorium Entomologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB)

Tulisan dalam PDF:  Presiden SBY Berorasi Ilmiah dan Menanam Pohon di IPB

Presiden SBY orasi ilmiah

Presiden SBY orasi ilmiah

Senat Guru Besar IPB

Senat Guru Besar IPB

MAhasiswa Tingkat Persiapan Bersama

MAhasiswa Tingkat Persiapan Bersama

IMG_1307

SBY menanam pohon

SBY menanam pohon

Bu Ani SBY

Bu Ani SBY

Guru Besar IPB melepas Presiden

Guru Besar IPB melepas Presiden

tqu pak presiden

tqu pak presiden

 

 

 

 

 

 

 

Categories: Laporan Kegiatan | Tags: , , , | Leave a comment

Kawah Putih

 

Kawah Putih merupakan sebuah danau kawah dari Gunung Patuha dengan ketinggian 2.434 meter di atas permukaan laut. Lokasi wisata ini berjarak sekitar 50 km dari kota Bandung. Kawah Putih saat ini merupakan obyek wisaya andalan di kawasan Bandung Selatan khususnya Ciwidey. Kawah ini memiliki kadar belerang tinggi dan bisa berupah-ubah, sehingga berdampak berubahnya warna air pada kawah. Keindahan kawah putih sangat mempesona, sehingga banyak wisatawan yang menjadikannya sebgai lokasi favorit fotografi. Air kawah yang hijau sangat cantik, sehingga memerikan kesan pemandangan eksotis dengan hamparan pasir putih. Rombongan Ambissi IPB juga demikian, tidak-henti-hentinya mengambil gambar lokasi ini dari segala sudut baik oleh panitia maupun seluruh peserta yang masing-masing bergadget ria.

Untuk menuju lokasi ini, kami harus menggunakan sarana angkutan khusus yang disediakan pengelola, berupa angkota yang telah dimodifikasi sehingga mampu mengangkut sekitar 6 orang pengunjung. Angkot ini namanya Untang-Anting, berjejer dengan rapi di sebuah terminal khusus. Dari pintu masuk hingga ke kawah jaraknya sekitar 5 km atau bisa ditempuh sekitar 20 menit. Untang-anting berjalan menanjak melalui jalan beraspal yang berkelok-kelok dengan pemandangan hutan alam yang beraneka ragam. Setelah itu akhirnya kami tiba di atas dengan aman. Dari situ kami turun melalui tangga menuju kawah, dari atas sudah tampak pemandangan danau degan kombinasi warna hijau putih yang  luas dan belerang di sisinya jelas kelihatan. Kami berjalan menggunakan masker, penutup hidung sebelum memasuki kawah. Hal ini untuk menghindari gas belerang yang keluar cukup kuat. Bagi yang sensit if bisa menimbulkan rasa  mual atau  pusing.

Bila kita jalan menuju arah utara melalu sisi danau akan terlihat areal bekas tambang belerang yang sudah ditutup. Pada zaman pemerintah kolonial Belanda diceritakan sempat dibangun pabrik belerang dengan nama Zwavel Ontgining. Usaha tersebut dilanjutkan dengan nama Kawah Putih Kenzanka Gokoya Ciwidey  pada zaman kolonial Jepang.  Diceritakan pula bahwa kawah ini konon dianggap angker karena burung yang melaluinya akan mati. Namun berkat seorang ilmuwan Belanda pada tahun 1837 yaitu Dr. Franz Wilhelm Junghun yang juga seorang pengusaha perkebunan Belanda melakukan penelitian dan menemukan bahwa keangkeran tersebut  disebabkan oleh adanya semburan lava belerang yang berbau sangat menyengat. Saat ditemukannya fakta tersebut masyarakat belum tertarik menjadikan tempat ini sebagai objek wisata. Baru setelah PT Perhutani mengembangkan tahun 1987, kawasan kawah putih dijadikan sebuah objek wisata di Jawa Barat.

Setelah selesai menikmati keindahan Kawah Putih ini kami kembali menuju terminal dengan kendaraan untang anting yang tampak berbaris cukup rapi menunggu pengunjung memenuhi kursi-kursi dan membawa mereka turun.

Keindahan danau Kawah Putih, memang sangat mempesona dan menakjubkan.  Ditambah lagi, suhunya yang sejuk sepanjang hari (sekitar 8-22 derajat celcius). Suhu dingin ini karena kawah terletak di gunung Patuha yang memiliki ketinggian sekitar 2.434 m di atas permukaan laut. Betapa ajibnya kawah ini, ingin rasanya kembali kesini suatu saat nanti. (Upik Kesumawati Hadi, Ambissi Fakultas Kedokteran Hewan IPB)

Tulisan dalam PDF:  Kawah Putih

Kawah putih nan mempesona

Kawah putih nan mempesona

Di antara pepohonan

Di antara pepohonan

 

Jalan menurun menuju Kawah Putih

Jalan menurun menuju Kawah Putih
Bergaya sejenak

Bergaya sejenak

Rombongan AMBISSI IPB

Rombongan AMBISSI IPB

Istirahat sejenak

Istirahat sejenak

AMBISSI IPB all

AMBISSI IPB all

 

 

 

 

 

Categories: Laporan Perjalanan | Tags: , , , | Leave a comment

Situ Patenggang Yang Damai dan Tenang

Situ Patenggang adalah satu di antara tujuan wisata setelah mengunjungi perkebunan teh Ranca Bali di Ciwidey. Berikut ini laporan perjalanan kami ketika reuni bersam teman seangkatan di IPB, Ambissi. Setelah tea walk, kami singgah untuk sarapan pagi di Situ Patenggang. Danau ini terletak pada ketinggian sekitar 1600 m dari permukaan laut. Panorama Situ Patenggang sangat memikat, apalagi setelah kami keluar dari areal kebun teh. Jalan kaki di antara hamparan hijau kebun teh Rancabali yang udaranya dingin dan bersih memberikan kesan tersendiri. Kesan damai dan tenang terasa begitu  nampak sebuah danau berada di balik perkebunan teh dan di antara sela-sela pepohonan yang tampak menjulang. Wah..subhanallah..indahnya..

Situ Patenggang ini menempati areal yang cukup luas, sekitar 150 Ha. Dulunya kawasan ini merupakan kawasan cagar alam atau taman nasional, namun pada tahun 1981 telah resmi berubah menjadi sebuah taman wisata. Untuk menikmati objek wisata ini terdapat fasilitas perahu yang bisa disewa untuk mengelilingi sebuah pulau kecil yang terletak di bagian tengah danau yang bernama Pulau Sasuka. Pulau ini tampak rindang dengan banyaknya pohon-pohon tinggi yang tumbuh didalamnya. Sementara itu di seberang danau terdapat lokasi yang cukup menarik yang diberi nama Batu Cinta yang konon dipercayai akan memberi kelanggengan cinta bagi pasangan yang datang berkunjung kelokasi tersebut. Di Batu cinta ini kami asyik berfoto ria, narsis yang tiada henti. Luar biasa kami sudah oversek (over seket) tapi bertingkah layaknya masih muda-mudi. Inilah nikmatnya silaturahmi.

Ternyata fenomena nama Situ Patenggang dan Batu cinta mempunyai legenda yang menarik. Menurut cerita dijelaskan bahwa sejarah atau mitos tentang nama tersebut muncul ke permukaan disebabkan oleh adanya percintaan antara seorang pangeran dan seorang putri. Namun perjalanan cinta mereka tidak semulus dan seindah yang dibayangkan oleh keduanya karena dipisahkan oleh keadaan. yang membuat air mata mereka membentuk sebuah situ atau danau. Selanjutnya danau itu dinamai dengan situ patenggang yang diambil dari kata pateangan-teangan yang berasal dari bahasa sunda yang artinya saling mencari-cari. Pada akhirnya mereka dapat berkumpul kembali pada sebuah batu di situ tersebut yang diberi nama Batu Cinta. Konon siapapun yang pernah berkunjung dengan pasangannya, maka cinta mereka akan abadi. (Disusun oleh Upik Kesumawati Hadi, Fakultas kedokteran Hewan IPB Bogor).

Tulisan dalam PDF: Situ Patenggang Yang Damai dan Tenang

 

SituPatenggang, tenang damai

SituPatenggang, tenang damai

 

Dari arah kebun teh Rancabali

Dari arah kebun teh Rancabali

Rombongan Ambissi sarapan di pinggir situ

Rombongan Ambissi sarapan di pinggir situ

Rombongan sepeda Ambissi

Rombongan sepeda Ambissi

AMbissi Antiseptik di depan Batu Cinta

AMbissi Antiseptik di depan Batu Cinta

Ambissi Antiseptik kakek nenek

Ambissi Antiseptik kakek nenek

Ambisssi...all

Ambisssi…all

Situ Patenggang semoga patepang deui

Situ Patenggang semoga patepang deui

Oleh-oleh yang tersedia

Oleh-oleh yang tersedia

Dari kejauhan

Dari kejauhan

 

 

 

 

 

 

 

 

Categories: Laporan Perjalanan | Tags: , , , , | Leave a comment

Tea Walk di Perkebunan Teh Ranca Bali Bersama Ambissi

Awal November 2013 yang lalu saya berkesempatan jalan-jalan bersama Ambissi, kelompok alumni IPB angkatan 15 ke Ciwidey Bandung Selatan dalam rangka reuni dan ulang tahun ke 35. Dari Bogor kami menggunakan bus menuju Gambir, untuk sama-sama naik Kereta Api menuju Bandung. Lalu dari Bandung menuju Ciwidey menggunakan bus. Sesampai di Ranca Upas kami menanam pohon (lihat berita Alumni IPB Tanam Pohon di Ciwidey) dan melepas burung, setelah itu menuju Patuha Resort. Disinilah kami beristirahat dan bermalam, serta menghabiskan waktu dengan acara kebersamaan yang sangat mengasyikkan. Mulai makan duren, makan malam, bercerita-cerita, menyanyi, menari, bermain angklung bersama mas Djoko, dll. Pagi harinya kami melakukan jalan pagi, sebelumnya melakukan senam pagi di depan pabrik pengolahan teh Walini, menikmati minum teh pagi, mengunjungi pabrik pengolahan teh, lalu berjalan menuju hamparan perkebunan teh. Sebagian teman-teman menggunakan sepeda berjalan di antara perkebunan dan bertemu di Situ Patenggang, dan terus berjalan hingga sampai di Kawah Putih.

Luar biasa, di perkebunan teh kami dimanjakan oleh pemandangan eksotis dan alami, serta udara sejuk  yang menyenangkan. Hamparan hijau perkebunan teh Ranca Bali yang anggun sungguh menyegarkan dan menenangkan pikiran. Kita bersama menjelajahi perkebunan teh sambil bersenda gurau bersama teman-teman, cerita-cerita semasa mahasiswa dulu, berfoto-foto dengan tidak-bosan-bosannya. Luar biasa indahnya pemandangan disini, kemana mata memandang hanya keindahan alam yang tampak tanpa cacat, subhanallah.

Tea walk di Ranca Bali ini memang menjadi tujuan wisata yang sudah banyak dikenal orang. Untuk mencapai tempat ini kalau dari Bandung dengan kendaraan membutuhkan waktu sekitar satu jam tergantung ramai tidaknya lalu lintas. Dari Bandung perkebunan ini jarak sekitar 60 km dan terletak di ketinggian 1.628 dari permukaan laut. Kalau ada kesempatan lagi, rasanya ingin kubawa orang-orang yang kami cintai untuk jalan-jalan disini (Upik Kesumawati Hadi, alumni IPB Angkatan lima belas, Ambissi).

Tulisan Dalam PDF: Teak Walk di Perkebunan Teh Rancabali Bersama Ambissi

Berita Media PDF: Alumni IPB Tanam Pohon di Ciwidey

Hamparan hijau pohon teh

Hamparan hijau pohon teh

Ranca Bali

Ranca Bali

Kabut di Ranca Bali

Kabut di Ranca Bali

AMBISSI melepas burung

AMBISSI melepas burung

AMBISSI usai menanam pohon

AMBISSI usai menanam pohon

Terbang jauhlah di alam

Terbang jauhlah di alam

Maaf sebentar berjubel ya...nanti kulepas

Maaf sebentar berjubel ya…nanti kulepas

 

Sambutan sebelum pelepasan burung

Sambutan sebelum pelepasan burung

Foto bersama Ambissi

Foto bersama Ambissi

ambisi4

Ambissi wanita

 

 

 

 

 

 

 

Categories: Laporan Kegiatan, Laporan Perjalanan | Tags: , , , | Leave a comment

Selamat Tahun baru 2014

 

Dear friends and family

Selamat Tahun Baru!

明けましておめでとうございます。

Shinnen akemashite omedetou gozaimasu,  kotoshi mo yoroshiku onengaishimasu. Yoi toshi o narimasu you ni

Semoga kasih sayang Allah SWT senantiasa menyinari kita semua di hari-hari yang kita sedang dan akan lewati. Aamiin yrba..

! كل عام وأنتم بخير
May the new year bring the best of health, happiness and prosperity to you and your family

Aamiin Ya Robbal aalamiin..

Upik Kesumawati Hadi dan keluarga

Selamat Tahun Baru 2014

Selamat Tahun Baru 2014

Congratulation in PDF:  Selamat Tahun 2014

 

Categories: Budaya Jepang, Laporan Kegiatan | Tags: | Leave a comment