Mewaspadai Keberadaan Kutu Busuk

Kutu busuk tergolong mahluk yang keberadaannya kembali menjadi perhatian tidak hanya di lingkungan sekitar kita di Indonesia, tetapi juga di belahan dunia lain. Bahkan orang menggolongkannya sebagai reemerging ectoparasite.

Di Indonesia keberadaan kutu busuk sampai akhir tahun 1970an  banyak ditemukan di rumah tinggal, gedung bioskop, hotel, losmen dan lainnya yaitu di tempat manusia tidur dan duduk. Namun pada kurun waktu tahun 1980an hingga 2000 permasalahan kutu busuk nyaris tidak terdengar, bahkan dilupakan orang. Lalu setelah itu permasalahan kutu busuk ini muncul kembali ke permukaan, di Indonesia dan di negara-negara maju seperti New York AS, Kanada, Eropa dan Australia, Malaysia dan Singapura. Tahun 2007 dilaporkan terjadi outbreak (kejadian luar biasa) kutu busuk di 50 negara bagian di Amerika Serikat.

Transportasi di era global yang memudahkan manusia dan barang bergerak dari satu daerah atau negara ke daerah atau negara lain. Hal inilah yang menyebabkan munculnya dan menyebarnya kembali permasalahan kutu busuk di berbagai belahan dunia ini. Meningkatnya mobilitas ini memungkinkan kutu busuk turut terbawa bersama barang bawaan, koper, pakaian, tas, koper, ransel, kardus, dan lainnya ke seluruh dunia. Ditemukannya banyak kutu busuk di hotel, losmen, asrama-asrama mahasiswa, apartemen, atau tempat-tempat orang datang dan pergi, merupakan indikasi ini bahwa kutu busuk mungkin terbawa bersama orang-orang tersebut. Kutu busuk dan telurnya bisa terbawa bersama tas, koper, pakaian dan lainnya. Bila ngin lebih lengkap informasinya silakan klik bentuk PDF berikut ini:

 

TULISAN LENGKAP DALAM PDF:  1. Kiat Kiat Pengendalian Kutu Busuk

2. Infestasi Kutu Busuk pada Kasur

bed bug

Kutu busuk Cimex hemipterus

 

 

 

Categories: Kuliah | Tags: , , , , , | Leave a comment

Tungau Debu, Dermatophagoides

Satu di antara penyebab alergi dan asma adalah bahan pencetus alergi atau alergen yang terdapat pada debu.Alergen itu berasal dari mahluk hidup yang keberadaannya bersama debu dan tergolong ke dalam jenis tungau (mite), yaitu Dermatophagoides (famili Pyroglyphidae, kelas Arachnida). Dalam bahasa Inggris tungau ini dikenal dengan nama house dust mite atau yang dikenal populer dengan nama tungau debu.Tungau debu banyak dilaporkan di  Amerika Serikat dan Hawai, Kanada, Eropa, Asia, Timur Tengah dan berbagai negara bagian di Australia, serta Amerika Selatan.

Bagaimana peran tungau debu dalam proses terjadinya asma di Indonesia masih sedikit diteliti dan kurang mendapat perhatian serius. Seperti apakah bentuk tungau debu,  dimanakah banyak ditemukan, bagaimana siklus hidupnya, mengapa debu rumah atau permukiman menjadi tempat yang disukai oleh tungau debu? Bahaya apa yang ditimbulkan tungau debu? Langkah pencegahannya bagaimana? Berikut ini dijelaskan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan tungau debu. Semoga menjadi nilai tambah pengetahuan anda dan bermanfaat. Tulisan lengkap dalam bentuk pdf berikut ini

pteronyssinus_male_100x_

Dermatophagoides pteronyssinus 100x

Tulisan lengkapnya dalam PDF:  Tungau debu, Dermatophagoides

Categories: Kuliah | Tags: , , , , | Leave a comment

Air Terjun Oehala di Soe Timor Tengah Selatan

Sejauh ini kalau ingat NTT maka yang terbayang adalah daerah yang panas, kering, dan tandus. Tapi kalau berjalan ke arah tengah selatan maka akan ketemu dengan daerah Soe yang terkenal sebagai daerah dataran tinggi, sejuk, dan merupakan daerah pertanian yang subur. Dahulu bahkan dikenal sebagai penghasil kayu Cendana yang kini tergolong tanaman langka. Selain itu, di wilayah ini juga terdapat objek wisata Air Terjun yang dikenal dengan nama  Air Terjun Tujuh Tingkat Oehala.

Kalau lancar, lokasi air terjun ini dapat dicapai dalam waktu sekitar 2-3 jam dengan kendaraan pribadi dari Kota Kupang. Begitu sampai di lokasi air terjun anda akan merasakan suasana yang berbeda sama sekali dengan Kota Kupang yang panas. Kondisi lingkungan di sekitar air terjun ini sangat sejuk karena letaknya daerah hutan yang dipenuhi dengan pepohonan lebat, bahkan sinar mataharipun sulit menembusnya, terhalangi olehnya.

Selain itu, yang lebih menarik lagi adalah panorama air terjunnya sendiri juga sangat indah. Air Terjun Oehala memiliki bentuk bertingkat-tingkat seperti tangga. Air yang turun tidak langsung menyentuh tanah, tetapi harus melalui undakan-undakan besar yang berjumlah sekitar 7 buah. Karena airnya tidak langsung turun ke bawah, kolam penampungan air pun lebih dari satu. Di undakan atas terdapat kolam penampungan air yang biasanya digunakan oleh pengunjung untuk mandi dan menceburkan diri ke air. Air terjun ini sangat dingin dan jernih sehingga memberikan suasana nyaman untuk bermain air di kawasan air terjun ini. Bentuk air terjun disini mirip dengan air terjun di Oenesu, Kupang Barat.

Seperti biasa, kami kali ini bersama rombongan dosen dan mahasiwa Undana, mengunjungi air terjun ini dalam rangka mencari dan meneliti keberadaan lalat Simulium, yang larvanya sedang di aliran deras dan jernih. Sambil menyelam minum air, begitulah misi yang kami emban sampai ke Air Terjun Oehala nan indah ini. Selesai bermain di air, kami pun duduk-duduk di Lopo, tempat istirahat yang tampaknya juga sudah disediakan untuk pengunjung.

Fasilitas dan sarana sebagai objek wisata air terjun sudah diperhatikan oleh pemerintah, ada lopo-lopo, toilet, tempat parkir, sayangnya agak kurang terawat. Tempat jajan juga tidak terawat dengan baik. Penjual makanan dan buah-buahan seperti sarikaya, jambu biji hanya hanya beberapa saja…Sayang sekali, padahal objeknya sangat luar biasa indahnya.. (Upik Kesumawati Hadi, Laboratorium Entomologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB Bogor April 2014)

Tulisan dalam PDF:  Air Terjun Oehala, Soe Timor Tengah Selatan

Air Terjun Oehala

Air Terjun Oehala

Air terjun bagian atas yang tinggi

Air terjun bagian atas

Betapa nyamannya...

Betapa nyamannya…

Mencari Simulium..

Mencari Simulium..

Menyimpan hasil koleksi Simulium

Menyimpan hasil koleksi Simulium

Larva instar 1 di atas daun

Larva instar 1 di atas daun…

Salah satu Lopo, tempat istirahat di dekat air terjun

Salah satu Lopo, tempat istirahat di dekat air terjun

Buah Sarikaya manis..dari lapak yang ada

Buah Sarikaya manis..dari lapak yang ada dijual

Pohon Kayu Putih di sekitar area air terjun

Pohon Kayu Putih di sekitar area air terjun Oehala

Suasana Desa Oehala

Suasana Desa Oehala

 

Categories: Laporan Kegiatan, Laporan Perjalanan | Tags: , , , , | Leave a comment

Air Terjun Oenesu Kupang

Awalnya saya agak terkejut heran mendengar bahwa di Kupang juga terdapat air terjun. Betapa tidak, selama ini saya hanya mengetahui bahwa Kupang adalah daerah yang kering, panas, dan tanahnya penuh dengan batu-batu karang. Tanaman yang tumbuhpun hanya tumbuhan tertentu yang tahan kering dan dapat hidup di antara batu-batu karang yang muncul di permukaan tanah. Kesan panas terik matahari dan kering kerontang itulah yang dari dulu ada di dalam benak saya.

Tetapi begitu sampai di air terjun Oenesu, rasa takjub luar biasa. Ternyata Tuhan yang Maha Adil telah menganugerahkan air terjun yang dingin dan sejuk serta indah luar biasa untuk daerah Kupang. Lokasi air terjun ini tidak jauh dari kota Kupang hanya sekitar 17 km menuju Kupang Barat, dan cukup ditempuh dengan waktu sekitar 30 menit.  Jalannya cukup mulus sehingga terasa dekat, dan suasana kehijauan mulai dapat terlihat ketika jalan terasa menanjak dan sampai di lokasi dengan areal parkir yang cukup luas. Untuk mencapai air terjun, kita akan menikmati pepohonan dengan kerimbunan daunnya yang memagari jalan masuk ke area air terjun. Air terjun Oenesu ini tergolong area wisata paling populer di pulau ini, pada akhir pekan lokasi ini ramai dikunjungi orang sambil membawa makanan dan menikmatinya di area air terjun.

Air terjun Oenesu tidak seperti halnya air terjun yang tingginya puluhan meter dan besar, tetapi merupakan air terjun pendek, bertingkat empat.  Oleh karena itu disebut juga Air Terjun Bertingkat Empat.  Tingkat pertama berada paling atas, yang mencurahkan air dari sebuah wadah  penampungan air di bagian atas setinggi sepuluhan meter. Tingkat keduanya dan seterusnya seperti anak tangga yang mengalirkan air dan membentuk tiga air terjun mini.yang mendinginkan udara di sekitarnya. Air terjun bertingkat ini memberikan suasana kesejukan, dan suara jatuhnya air yang memercik dapan menenangkan hati.

Keadaan ini mirip dengan kondisi air terjun di Oehala, Soe Timor Tengah Selatan, bedanya disini ada tujuh tingkat. Kedua air terjun ini menjadi objek tujuan kami bersama rombongan dari mahasiswa Undana, untuk mengamati keberadaan larva Simulium yang banyak terdapat di aliran deras dan jernih.

Keberadaan air terjun di daerah udara panas terik ini memberikan hiburan tersendiri bagi warga Kupang dan sekitarnya. Pemerintahpun tampaknya sudah memberikan fasilitas yang baik, meski pengelolaannya masih kurang.

Semoga di masa datang, air terjun ini banyak dikunjungi tidak hanya oleh warga sekitar tetapi juga wisatawan manca negara. (Upik Kesumawati Hadi, Laboratorium Entomologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB Bogor April 2014).

Tulisan dalam PDF: Air Terjun Oenesu, Kupang

Air Terjun Oenesu, bertingkat-tingkat

Air Terjun Oenesu, bertingkat-tingkat

Undakan bagian bawah air terjun Oenesu

Undakan bagian bawah air terjun Oenesu

Bagian yang menggenang menuju sungai

Bagian yang menggenang menuju sungai

Mencari keberadaan larva Simulium di aliran deras

Mencari keberadaan larva Simulium di aliran deras

Pupa Simulium

Pupa Simulium

Bersama dosen dan mahasiswa FKH Undana

Bersama dosen dan mahasiswa FKH Undana

Bersama dosen FKH Undana, Yanti Almet

Bersama dosen FKH Undana, Yanti Almet

Categories: Laporan Kegiatan, Laporan Perjalanan | Tags: , | Leave a comment

Mengejar Matahari Terbenam di Pantai Tablolong

Pantai-pantai di Kupang terkenal sangat indah dan  alami. Selain Pantai Lasiana nan indah, ada lagi Pantai Tablolong  yang letaknya masih di daerah Kupang, NTT. Pantai ini  terletak di wilayah Kecamatan Kupang Barat, tepatnya berada diujung barat Pulau Timor. Dari kota Kupang jaraknya sekitar 25 km, letaknya cukup terpencil dan agak sulit dijangkau kecuali dengan mobil pribadi. Beruntung sekali, perjalanan kami kali ini ditemani oleh Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Undana, Dr Max Sanam beserta isteri (Dr Hembang Murni P) yang punya hobi fotografi, serta teman-teman dosen FKH Undana. Temanya mengejar matahari terbenam di Pantai Tablolong, dan alhamdulillah kami dapat mengejarnya. Luar biasa indahnya pantai ini, pasirnya putih bersih, airnya biru tenang, dan masih perawan. Bentuk syukur kami terhadap kebesaran ciptahan Yang Maha Pencipta ini, kami wujudkan dalam bentuk upaya merekam keindahan alam melalui kamera, tablet, hp. Aneka pose dan gayapun tiada henti berganti-ganti…lupa bahwa diri ini sesungguhnya tidak muda lagi….

Keindahan Pantai Tablolong tampaknya sudah mendapat perhatian dari Dinas Pariwisata setempat. Di lokasi pantai ini sudah dibangun fasilitas-fasilitas pendukung seperti lopo-lopo dan permainan anak. Namun kondisinya kurang terawat dengan baik. Padahal pantai ini sangat cocok untuk aktivitas wisata pantai seperti menyelam, berenang, berjemur di atas pasir, berperahu, dan sebagainya. Di sekitar jalan yang berkelak kelok menuju pantai tersebut terdapat perkampungan yang memberikan keunikan tersendiri. Kita masih dapat menyaksikan suasana kampung asli penduduk daerah Kupang.  Di sisi kanan dan kiri jalan bisa ditemui  bangunan rumah-rumah yang masih tradisional. Dinding rumahnya terbuat dari susunan bilah bambu yang dipasang vertikal. Dengan 3 bambu yang dipasang horizontal pada bagian tengah, atas, dan bawah dinding yang berfungsi untuk menahan bilah bambu yang disusun vertikal. Adapun bagian atapnya ditutup dengan pelepah pohon kelapa berikut dengan daunnya, tetapi ada juga beberapa rumah yang menggunakan ijuk sebagai bahan baku penutup atap. Pemandangan yang menenteramkan dan menyegarkan suasana, setelah seharian di ruang kuliah bersama mahasiwa Undana…..(Upik Kesumawati Hadi, Laboratorium Entomologi FKH IPB, April 2014)

Tulisan dalam PDF:  Mengejar Matahari Terbenam di Pantai Tablolong

Sunset di Pantai Tablolong

Sunset di Pantai Tablolong

Pasir putih, tebal, batu karang...lopo-lopo

Pasir putih, tebal, batu karang…lopo-lopo

Perahu nelayan dikejauhan

Perahu nelayan dikejauhan

Betapa indahnya Alam Mu wahai Allah...

Betapa indahnya Alam Mu wahai Allah…

Categories: Laporan Kegiatan, Laporan Perjalanan | Tags: , , | Leave a comment

Efektivitas Lotion Tolak Nyamuk

Tren kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) selalu mencuat setiap kali musim penghujan tiba. Lingkungan alam tropis, sanitasi dan kebersihan yang buruk serta  rendahnya kesadaran masyarakat menjadi alasan utama maraknya kejadian demam berdarah setiap tahunnya di tanah air. Hingga saat ini program pencegahan dengan menggunakan vaksin DBD juga belum berjalan karena masih dalam proses pengembangan oleh para ahli, dan belum adanya obat-obatan untuk penyakit, turut menambah deretan alasan mengapa kasus demam berdarah belum dapat di atasi.

Saat ini, Indonesia menduduki peringkat dua penderita DBD setelah negara Brazil. Potensi penyakit demam berdarah kian besar terlebih adanya pengaruh faktor perubahan iklim global. Mengutip catatan BMKG mengenai kesesuaian unsur iklim dengan tingkat DBD, bahwa potensi  penyebaran demam berdarah muncul saat temperatur mencapai 27 derajat celcius – merupakan saat yang tepat dan optimal bagi nyamuk untuk berkembang biak. Data Kementerian Kesehatan pada tahun 2009-2011 pun menunjukkan bahwa jumlah rata-rata kasus akibat virus dengue di Indonesia adalah 126.908 kasus dengan angka kematian mencapai 1.125 kasus yang menempatkan Indonesia sebagai negara tertinggi dalam kasus penyakit dengue di Asia Tenggara.

Baca lengkap..silakan… klik di bawah ini

Tulisan Lengkap dalam PDF: Antisipasi Gigitan Nyamuk Aedes aegypti dengan Lotion Tolak Nyamuk

Categories: Abstrak artikel | Tags: , | Leave a comment

Departemen IPHK FKH IPB Berkereta-api Menuju Selabintana

Memanfaatkan waktu libur, kemarin hari Minggu 30 Maret 2014 kami berwisata bersama Keluarga Besar Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesmavet, Fakultas Kedokteran Hewan IPB ke Taman rekreasi Selabintana di Sukabumi. Kami bersama-sama menggunakan kereta api eksekutif yang khusus disewa satu gerbong dengan muatan sekitar 45 orang. Dari setasiun Paledang kami berangkat jam 07.55 dan sampai di stasiun Sukabumi jam 10.10.

Dari dalam kereta, kami menikmati pemandangan alam sekitar sambil menyanyi dengan iringan gitar ukulele dan bersenda gurau bersama. Kebersamaan ini baru kita rasakan lagi setelah bertahun-tahun tenggelam dalam kesibukan yang tiada henti.  Alhamdulillah kami sampai dengan selamat di stasiun, lalu melanjutkan perjalanan dengan menggunakan sekitar 6 buah Angkot berwarna pink menuju Taman Rekreasi Selabintana. Setelah menembus area terminal angkot, pasar nan ramai, alu-alun kota, dan jalanan yang menanjak, akhirnya sampailah ke tempat yang dituju pada jam 10.30.. Istirahat sejenak, acara silaturahmipun dibuka oleh Kepala Departemen IPHK, hidangan rebus-rebusan khas tanah sunda dan bandrek membuat semangat kebersamaan semakin ceria.

Setelah cukup istirahat, jam 11 kami melakukan kegiatan jalan sehat bersama di sekitar wilayah Taman Wisata Salabintana. Dari pos keluar taman, kami belok kearah kiri menuju jalan permukiman yang cukup menanjak, lalu belok kiri kembali, menuju perkebunan teh nan sejuk luar biasa. Kami berjalan terus ditengah kebun teh dengan pemandangan alam penuh nuansa hijau, luar biasa sensasi yang menyejukkan karena udara pegunungan Gede Pangrango.  Setelah hampir satu jam perjalanan santai, akhirnya kami masuk kembali ke dalam wilayah Taman Wisata nan asri. Hamparan rumput luas, pepohonan hijau di sekeliling, lari-lari anak kecil, kumpulan-kumpulan keluarga dengan bekalnya yang sedang mereka nikmati, kumpulan pedagang balon mainan anak-anak, semua ini bukti bahwa keindahan taman ini dirasakan semua orang.

Setelah makan siang menu pepes ikan, sayur asem, asinan, sambal dan lalap, kami solat, lalu kembali melanjutkan acara dengan bagi-bagi door prize dan bernyanyi bersama diiringi organ tunggal. Bakat-bakat terpendam yang ada di Keluarga Departemen IPHK semua muncul.  Ada yang mahir menyanyikan lagu-lagu lawas, pop, dangdut dan yang seru lagi adalah berjoget bersama dengan gaya suka-suka. Seru sekali, ibu-ibu profesor juga tak kalah dalam berjoget..ha ha ha…

Lokasi Selabintana atau disebut juga Salabintana memang layak dikunjungi, mudah dijangkau karena letaknya tidak jauh dari pusat kota (7 Km dari pusat kota Sukabumi). Lokasinya juga sejuk karena berada di kaki Gunung Gede.  Sebenarnya kalau waktunya cukup kita juga dapat mengunjungi beberapa obyek wisata lainnya yaitu Pondok Halimun dan  Curug Cibeureum (air terjun). Sayang kami tidak bisa mengunjunginya, karena jam 15.01 harus kembali dengan kereta yang sama menuju Bogor. Alhamdulillah jam 17.40 kami keluar kereta api dan semua selamat sampai Bogor. (Dilaporkan oleh Upik Kesumawati Hadi, Bagian Parasitologi dan Entomologi Kesehatan FKH IPB)

Tulisan dalam PDF:  Berkerata api menuju Taman Rekreasi Selabintana

Berkumpul di setasiun Paledang

Berkumpul di setasiun Paledang

Bernyanyi ria dengan diiringi ukulele

Bernyanyi ria dengan diiringi ukulele

Kemesraan Prof Mirna bersama bapak, Prof Retno et al..

Kemesraan Prof Mirna bersama bapak, Prof Retno et al..

Keceriaan staf kependidikan

Keceriaan staf kependidikan

Para petinggi dan pembesar Departemen

Para petinggi dan pembesar Departemen

Bu Elok nan cantik

Bu Elok nan cantik

Jalan-jalan di lingkungan selabintana

Jalan-jalan di lingkungan selabintana

Di tengah perkebunan teh

Di tengah perkebunan teh

Berkeringat...lumayan

Berkeringat…lumayan

Membidik keindahan ciptaan Allah

Membidik keindahan ciptaan Allah

Akhirnya nyampe juga..

Akhirnya nyampe juga..

 

Hamparan hijau taman selabintana

Hamparan hijau taman selabintana

Acara kebersamaan

Acara kebersamaan

Iringan organ tunggal

Iringan organ tunggal

Berjoget ria

Berjoget ria

Penyanyi andalan IPHK

Penyanyi andalan IPHK

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Categories: Laporan Kegiatan, Laporan Perjalanan | Tags: , , | Leave a comment

Di Air Terjun Ciismun Cibodas Bersama Mahasiswa PS PEK IPB

Tanggal 18 Desember 2013 yang lalu, kami pengelola PS S2 Parasitologi dan Entomologi Kesehatan  IPB (PS PEK IPB) mengadakan acara outing bersama Mahasiswa PEK IPB seluruh angkatan ke Cibodas. Acara kebersamaan ini  juga sekaligus acara koleksi serangga dalam rangka praktek perkuliahan Biologi dan Klasifikasi Serangga dan mk Artropoda Pengganggu Kesehatan. Kebun Raya Cibodas menjadi pilihan karena alamnya yang sejuk, nyaman, indah dan belum terkena dampak polusi, sehingga merupakan surga bagi kehidupan serangga dan artropoda lainnya.  Mempelajari kehidupan serangga di alamnya memberikan pengertian dan pemahaman yang nyata, yang sepanjang hayat akan memberikan kesan yang kuat. Itulah harapan kami sebagai pengelola program studi selama ini.

Di sekitar area Kebon Raya Cibodas banyak sekali kehidupan serangga yang dapat dipelajari. Sebagai contoh, di sekitar perairan yang deras mengalir di area kebun raya ini kita dapat mempelajari kehidupan serangga Simulium. Larva dan pupanya banyak terdapat menempel pada benda-benda apakah itu rerumputan, tangkai tanaman, bebatuan, atau benda – benda lain yang berada dalam aliran air sungai yang jernih dan cukup deras mengalir. Satu di antara aliran sungai yang cukup besar bila diikuti terus hingga ke sumber asalnya, ternyata berasal dari aliran sungai asal dari air terjun Ciismun. Di hamparan hijau areal kebun raya banyak sekali jenis serangga terbang yang  juga dapat dipelajari.

Luar biasa, satu sungai yang kami telusuri membawa kami sampai di bawah air terjun Ciismun. Airnya dingin, sejuk suasananya, suara-suara alam turut memberikan sensasi yang menenteramkan jiwa-jiwa yang gelisah. Kami terpana sesaat sampai di sekitar air terjun Ciismun. Air terjun ini terletak di kaki Gn Gede-Pangrango, memiliki ketinggian sekitar 25 m, dengan kaki air terjunnya selebar sekitar 5 m.  Air curug ini terjun dari sudut pertemuan bukit Agropolitan dengan bukit Cibodas. dan berada di ketinggian 1275 m dpl.  Lokasinya cukup tersembunyi, tetapi sangat memukau penglihatan. Apalagi kami kala itu datang saat bukan hari libur, suasana pagi yang sepi, sehingga yang menikmati keindahan air terjun Ciismun rasanya hanya kami. Beberapa dari kami langsung berfoto-foto ria, bermain air di air terjun ini, sementara beberapa yang lain juga asyik mencari dan meneliti  kberadaan serangga Simulium yang ada di areal aliran yang mengalir. Senangnya jadi naturalis…..rasanya menyatu dengan alam, melupakan kesibukan sehari-hari dan hingar bingarnya kota yang penuh dengan motor, mobil dan kendaraan lain…

Setelah kurang lebih 1 jam bermain, berfoto ria, koleksi serangga di sekitar air terjun Ciismun, kami pun bersiap-siap berjalan menuju area Kebun Raya Cibodas, lalu istirahat di Guest House milik KBR Cibodas. Di sana kami memproses hasil koleksi serangga bersama, lalu makan siang ala sunda yang sudah kita pesan. Setelah istirahat, solat, makan siang, kami melihat-lihat koleksi kaktus, anggrek dan tanaman lain yang berada tidak jauh dari guest house. Sore hari kami meninggalkan tempat indah ini untuk kembali tenggelam dalam kehidupan kampus. Setiap tahun kami tidak pernah bosan menikmati hijaunya alam Cibodas, menikmati  hamparan  taman hijau yang  luas  atau pemandangan kolam air mancur yang indah serta gunung dan pohon pohon yang rindang (Laporan Kegiatan PS PE IPB, Upik Kesumawati Hadi, Desember 2013).

Tulisan dalam PDF:  Air Terjun Ciismun Bersama Mahasiswa PEK IPB

Aliran sungai habitat larva lalat Simulium

Aliran sungai habitat larva lalat Simulium

Berpose di bawah air terjun Ciismun

Berpose di bawah air terjun Ciismun

Pupa Simulium

Pupa Simulium

Preparasi pupa

Preparasi pupa

Koleksi larva dan pupa

Koleksi larva dan pupa

NIkamatnya Ciismun

NIkamatnya Ciismun

Prosesing spesimen

Prosesing spesimen

Larva dan pupa pada karung plastik di aliran deras

Larva dan pupa pada karung plastik di aliran deras

Oh Ciismun

Oh Ciismun

Serangga ku..

Serangga ku..

Di samping guest house

Di samping guest house

Bebatuan

Bebatuan

Bersama mahasiswi nan cantik

Bersama mahasiswi nan cantik

Wa Umayah

Wa Umayah

Bersama mahasiswa PEK

Bersama mahasiswa PEK

    

 

 

Categories: Laporan Kegiatan, Laporan Perjalanan | Tags: , , | Leave a comment

Renungan Jumát 22/14

Shalat di waktu subuh adalah shalat yang paling sulit dikerjakan oleh umat Islam. Panggilan adzan seringkali mengalahkan segalanya, lebih-lebih disaat musim hujan yang dingin. Tidur menjadikannya lebih baik dari shalat. Padahal sesungguhnya shalat subuh adalah shalat yang paling istimewa dibandingkan shalat wajib lainnya. Demikian halnya dengan shalat sunnah sebelum subuh (qobliyah shubuh)  bahkan juga dijanjikan Allah lebih baik dari dunia beserta seluruh  isinya. Berikut ini dijelaskan beberapa keutamaan yang menegaskan bahwa shalat subuh atau disebut juga shalat fajar berbeda dengan shalat fardhu yang lain.

1. Pahala shalat semalam penuh.  Imam Muslim meriwayatkan dari ‘Ustman bin ‘Affan, bahwa Nabi bersabda: “Barang siapa yang shalat isya berjama’ah seolah-olah dia telah mendirikan shalat setengah malam, dan barang siapa shalat subuh berjamaah (tentunya juga dengan mendirikan shalat isya berjamaah), maka seolah-oalah dia telah shalat semalam penuh”. Subhanallah! kemurahan Allah menjadikan shalat isya dan subuh “dua serangkai” yang dengannya kita berhak mendapat pahala shalat sepanjang malam.

2. Sumber cahaya di hari kiamat.  Pada hari kiamat nanti kondisi yang terjadi adalah gelap gulita, sebagaimana Allah berfirman :” Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan (QS. At-Takwir: 1-2).  Matahari dan bintang-bintang adalah sumber cahaya. Jika keduanya dihancurkan maka kegelapan akan menyelimuti. Saat seperti inilah manusia memerlukan cahaya. Cahaya itu adalah amal shalih, termasuk shalat subuh. Dari Baridah al salami, Nabi bersabda: Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan di kegelapan malam menuju masjid dengan cahaya sempurna kelak di hari kiamat. (HR. Tirmidzi).  Orang yang berjalan di kegelapan malam adalah orang-orang yang berjalan menuju masjid untuk melaksanakan shalat isya dan subuh berjama’ah.

3.  Balasan surga. Nabi bersabda:” Barangsiapa mengerjakan shalat pada dua waktu dingin, maka dia akan masuk surga. (HR. Bukhari). Yang dimaksud shalat pada waktu dingin adalah shalat subuh dan ashar. Diriwayatkan juga bahwa dua rakaat sebelum subuh adalah nafilah yang lebih agung dari dunia sisinya. Dua rakaat fajar (shalat sunnah sebelum subuh) lebih baik daripada dunia seisinya (HR. Muslim).

4. Disaksikan para malaikat.  Shalat subuh satu-satunya shalat yang tidak dapat dijamak dan di qashar. Allah telah muliakan waktu shalat subuh dalam kitab-Nya. Allah tidak bersumpah mengenai waktu shalat yang fardhu kecuali hanya waktu shalat subuh dan ashar. Allah bersumpah dengan sebutan “wal fajr” dan “ wa layalin ‘asyr”. Demikian pula waktu fajar adalah waktu dimana para malaikat turun ke bumi untuk menyaksikan orang yang mendirikan shalat subuh.

Shalat berjama’ah lebih utama dibanding shalatnya salah seorang dari kalian dengan sendirian dengan dua puluh lima bagian. Dan Malaikat malam dan Malaikat siang berkumpul pada shalat fajar.” Abu Hurairah kemudian berkata, “Jika mau silahkan baca: ‘(Sesungguhnya shalat fajar disaksikan (oleh para Malaikat) ‘ [Qs. Al Israa: 78] (HR. Bukhari)

5. Orang yang shalat subuh senantiasa dalam jaminan perlindungan Allah. Nabi bersabda:”Barangsiapa shalat subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah (HR. Muslim)

6. Penghapus dosa selama separuh umur. Nabi bersabda:” Shalat yang lima waktu, dari jumat ke jumat, dari ramadhan ke ramadhan adalah penghapus dosa di antaranya jika meninggalkan dosa-dosa besar (HR. Muslim). Rentang waktu antara shalat isya dengan shalat subuh adalah rentang dua shalat yang paling panjang. Jika kedua shalat ini ditegakkan dengan baik maka keduanya adalah penghapus dosa di antara keduanya. Jika diakumulasikan maka dosa hampir separuh umur kita dapat dihapuskan oleh dua shalat ini.

Berikut ini tips untuk dapat menjaga keistiqamahan shalat subuh berjamaah yaitu (1). Beramal ikhlas hanya karena Allah SWT, (2). Mengokohkan tekad dan mengkoreksi (muhasabah) diri setiap hari, (3). Bertaubat, dan bertekad untuk tidak mengulangi, (4). Banyak berdoa kepada Allah agar dikuatkan melaksanakan shalat, (5). subuh berjamaah di masjid dan di awal waktu, (6). Meminta motivasi dari sahabat yang baik, (7). Tidur sesuai sunnah Nabi saw, (8). Tidur lebih awal, berwudhu, dan membaca zikir sebelum tidur, (9).Tidak makan dalam jumlah yang banyak sebelum tidur, hindari teh dan kopi. Catat perkembangan shalat subuh anda dan gantung di dinding, (10). Pasang alarm,  (11). Telpon orang lain (sahabat) dan mulai dari keluarga.  Semoga Allah SWT memberi kekuatan kepada kita untuk menggapai beragam keutamaan shalat subuh. (Disarikan dari berbagai sumber)

 

TULISAN DALAM PDF: Renungan Jumat 22 2014 KEISTIMEWAAN SHALAT SUBUH

Categories: Artikel agama | Tags: , | Leave a comment

Ambissi IPB Jalan Pagi Sehat di Kebun Raya Bogor

Penduduk kota Bogor sesungguhnya sangat dimanjakan oleh keberadaan Kebun Raya Bogor yang sangat luas dengan aneka ragam tanaman yang menyegarkan ini.  Sayangnya kesempatan memanfaatkan kebun raya tidak selamanya ada. Alhamdulillah Sabtu 4 Januari yang lalu saya bersama teman-teman AMBISSI, alumni IPB Angkatan 15 (1978) berkesempatan bereuni kembali di kebon raya. Senang sekali rasanya bisa menikmati kebersamaan di kebun raya. Di awali dengan sarapan pagi di Wisma Tamu, lalu latihan peregangan badan atau bersenam ria, berfoto ria, setelah itu kami bersama-sama berkeliling kebun raya. Kami berjalan menyusuri jalan-jalan yang ada sambil mengamati sekeliling kebun.

Cuaca pagi yang sangat sejuk, pemandangan hijau yang menyegarkan mata, dan aneka tanaman dan bunga-bunga tropis, kolam-kolam, sungai, jembatan, bentangan padang rumput luas yang hijau benar-benar membuat tubuh relaks. Ditambah lagi cerita-cerita masa lalu, masa mahasiswa, masa kini dan lain-lain, serta narsis berfoto ria yang tidak henti-hentinya semua membuat sensasi luar biasa. Silaturahmi itu menyenangkan dan memanjangkan umur adalah benar adanya. Kebun Raya Bogor yang luasnya 18 hektar ini sangat luas untuk kami berwisata jalan kaki. Meskipun tidak seluruh obyek dikelilingi, kaki-kaki kami sudah merasa lelah, dan peluh sudah membasahi tubuh kami. Maklum kami semua sudah översek (over seket, usia di atas 50 tahun), jadi mudah lelah. Namun kami bersemangat lagi ketika melihat bunga bangkai. Betapa tidak! Kunjungan kami kali ini disuguhi dengan mekarnya bunga bangkai dari jenis Rafflesia patma. Semua terkagum-kagum dengan keindahan ciptaan Allah, semua berjejal-jejalan mengabadikannya dengan kamera, HP, tablet bahkan ada juga yang memvideokannya. Bunga ini istimewa karena sejak mulai mekar mengeluarkan bau bangkai yang menyengat. Cantik tapi bau.

Kebon Raya Bogor  mempunyai beberapa nama julukan antara lain Botanical Garden of Indonesia, Botanical Garden of Buitenzorg atau Syokubutzuen (zaman Pendudukan Jepang) atau dalam bahasa sunda dikenal dengan Kebun Gede. Sejarahnya, Kebun Raya Bogor merupakan bagian dari hutan taman buatan (samida) yang sudah ada sejak zaman pemerintahan Kerajaan Sunda yaitu Prabu Siliwangi (1474 – 1513). Hutan buatan tersebut dibuat untuk menjaga kelestarian lingkungan serta sebagai tempat memelihara benih benih tanaman langka. Hutan buatan serupa juga dibuat di perbatasan Cianjur dengan Bogor yaitu Hutan Ciung Wanara, namun hutan ini terlantar setelah Kerajaan Sunda ditaklukan oleh Kesultanan Banten. Singkat cerita, pada pertengahan abad 18 di salah satu sudut hutan ini dibangun rumah peristirahatan (Istana Bogor) oleh pemerintah kolonial. Lalu Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles menyulap halaman Istana Bogor  menjadi sebuah kebun yang cantik dan taman bergaya Inggris klasik. Tugu lady Raffless, adalah contoh tugu bergaya Inggris klasik yang dapat anda jumpai ketika masuk dari gerbang depan (arah Pasar Bogor). Tugu ini dibuat untuk mengenang  isteri Raffles yang meninggal dunia karena malaria. Banyak lagi taman-taman yang bisa kita nikmati di Kebun Raya Bogor yang bergaya mirip dengan Kebun Raya di Kandy City Sri Lanka.

Berikut ini saya berbagi foto-foto hasil jepretan kami selama berjalan-jalan di Kebon raya Bogor. Semoga bermanfaat. (Upik Kesumawati Hadi, Alumni IPB Ambissi)

Tulisan dalam PDF: Ambissi IPB Jalan Pagi Sehat di Kebon Raya Bogor

Di depan Wisma Tamu siap jalan pagi

Di depan Wisma Tamu siap jalan pagi

Latihan peregangan sebelum jalan pagi

Latihan peregangan sebelum jalan pagi

Taman yang luas dengan bunga-bunga tropis

Taman yang luas dengan bunga-bunga tropis

Taman Teratai

Taman Teratai

Bunga bangkai Rafflessia patma

Bunga bangkai Rafflessia patma

Jembatan dan koleksi pobon bambu

Jembatan dan koleksi pobon bambu

Di antara pohon pohon tua

Di antara pohon pohon tua

Indahnya kebersamaa Ambissi

Indahnya kebersamaa Ambissi

Nikmatnya silaturahim

Nikmatnya silaturahim

 

 

 

 

 

 

 

 

Categories: Laporan Perjalanan | Tags: , , , , | Leave a comment