Lokakarya Akademik Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesmavet Fakultas Kedokteran Hewan  IPB

Dalam rangka menindaklanjuti Permendikbud RI no 73 tahun2013 tentang Penerapan KKNI bidang Pendidikan Tinggi, Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Faklutas Kedokteran Hewan IPB menyelenggarakan Lokakarya akademik yang berlangsung selama 2 hari dari 29 hingga 30 Oktober 2014  di IICC Bogor. Lokakarya kurikulum ini diawali dengan penyampaian oleh narasumber kemudian dilanjutkan dengan proses penyusunan learning outcomes oleh tim pengajar.

KKNI adalah singkatan dari Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (Indonesian Qualification Framework) , merupakan kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan,  menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. Jadi, KKNI merupakan perwujudan mutu dan jati diri Bangsa Indonesia terkait dengan sistem pendidikan dan pelatihan nasional yang dimiliki Indonesia.

Dalam rangka Penerapan KKNI bidang Pendidikan Tinggi, setiap program studi di Perguruan Tinggi di Indonesia semua sibuk melakukan pembenahan kurikulum. Kurikulum yang pada awalnya mengacu pada pencapaian kompetensi  sekarang berubah menjadi mengacu pada capaian pembelajaran (learning outcomes). Rambu-rambu yang harus dipenuhi dalam penyusunan kurikulum mengacu KKNI yaitu di tiap jenjang perlu dapat membedakan:

  1. Learning Outcomes
  2. Jumlah sks
  3. Waktu studi minimum
  4. Mata Kuliah Wajib : untuk mencapai hasil pembelajaran dengan kompetensi umum
  5. Proses pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa
  6. Akuntabilitas asesmen
  7. Perlunya Diploma Supplement (surat keterangan pelengkap ijazah dan transkrip)

Keberadaan KKNI ini akan mengubah cara melihat kompetensi seseorang, tidak lagi semata ijazah tetapi dengan melihat kepada kerangka kualifikasi yang disepakati secara nasional sebagai dasar pengakuan terhadap hasil pendidikan seseorang secara luas (formal atau non formal) yang akuntabel dan transparan. Secara ringkas KKNI terdiri atas sembilan level kualifikasi akademik SDM Indonesia. (Upik Kesumawati Hadi Laboratorium Entomologi FKH IPB Bogor)

Tulisan dalam PDF: Lokakarya Akademik Departemen Ilmu Penyakit HEwan dan Kesehatan Masyarakat VEteriner..

Tim Pengajar Departemen IPHK FKH IPB

Tim Pengajar Departemen IPHK FKH IPB

Suasana ceria diakhir lokakarya

Suasana ceria diakhir lokakarya

 

Categories: Laporan Kegiatan | Tags: , | Leave a comment

Museum Padi Kedah Darul Aman di Malaysia

Kalau anda berkunjung ke negeri Kedah Darul Aman, jangan lupa kunjungilah Museum Padi. Satu-satunya di Malaysia dan bagus sekali. The Kedah Paddy Museum ini terletak di Gunung Keriang, sekitar 8 km dari Kota Alor Setar. Museum ini diresmikan pertama kali oleh KDYMM Tuanku Sultan Haji Abdul Hamida Muádzam Shah pada 12 Oktober 2004. Kami datang mengunjungi museum ini bertepatan dengan ulang tahun museum yang ke 10, sehingga suasananya ramai pengunjung,  karena ada berbagai acara dan pameran.

Gedung Museum Padi berbentuk seperti ikatan batang padi (gemai) dengan satu bangunan induk dan enam bangunan kecil mengelilinginya. Gedung  ini dibangun di atas tanah seluas 12000 meter persegi. Gedung dengan tiga lantai ini dirancang untuk melambangkan gantang batang padi yang telah dipanen, dengan motif padi pada berbagai bagian di pagar, lantai, dan bagian dinding luar. Ketika pengunjung memasuki gerbang maka akan diarahkan mengikuti tangga berputar dengan dekorasi dinding menyerupai interior sebuah gua, lengkap dengan batu-batu menggantung seperti stalaknit dan stalagnit. Tampaknya hal ini dibuat menyerupai gua di Gunung Keriang yang terletak tidak jauh dari gedung Museum Padi.

Begitu sampai di penghujung tangga maka pengunjung akan mendapatkan pemandangan berupa lukisan dinding berupa hamparan hijau daerah persawahan dari mulai musim menanam hingga musim panen berikut aktivitas kegiatan penduduknya. Lukisan diorama ini dibuat oleh tim pelukis dari Korea yang terdiri atas 60 orang.  Lukisan dinding (mural) ini mempunyai ketinggian delapan meter, dengan panjang 103 meter. dan merupakan salah satu mural yang terbesar dan tercantik di Malaysia.

Bagi kami, suasana di lantai tiga ini  benar-benar menakjubkan. Betapa tidak,  dari mulai kepanasan ketika kami masih antri di luar gedung, tetapi begitu masuk suasana sejuk yang menenteramkan hati. Di lantai tiga ini terdapat kursi-kursi layaknya gedung pertunjukan, kursinya berputar perlahan sekali, sehingga tidak terasa bahwa pengunjung seperti dihadapkan pada panorama realistis dari persawahan yang terdapat di negeri Kedah Darul Aman yang merupakan gudang berasnya Malaysia.

Selesai menikmati panorama persawahan di lantai ini, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan ke lantai dua. Dilantai ini terdapat 6 ruang mini galeri yang memamerkan lukisan tentang berbagai aktivitas pertanian sejak zaman purba hingga moderen. Di lantai ini terdapat juga filem dokumenter tentang aktivitas pertanian mulai dari mengolah sawah, menanam, memanen dan seterusnya yang setiap hari bisa dinikmati.

Selanjutnya di lantai satu pengunjung masih diberikan kesempatan untuk mengetahui sejarah perwasahan di Kedah Darul Aman, berbagai peralatan persawahan tradisional, dan juga berbelanja cendera mata dan kueh-kueh khas kota Kedah.  Terdapat juga koleksi berbagai jenis padi dari seluruh dunia termasuk Indonesia yang dipamerkan disini. Alangkah ruginya bagi yang berkunjung ke Kedah namun tidak singgah di Museum Padi. Museum ini dibuka setiap hari dari jam 9.00 hingga sore jam 5.00dengan tiket masuk  sebesar 5 RM untuk dewasa dan anak-anak 3 RM.

Terima kasih Pak Lang dan Mak Lang orang tua kami tercinta di Kampung Menurung Kota Kedah Darul Aman, yang telah membawa kami ke museum ini. Pak Lang adalah pensiunan pejabat beras nasional di Kedah, berusia 74 tahun namun masih sangat sehat, demikian pula hatinya sangat baik, layaknya seorang ayah terhadap anaknya (Dirangkum oleh Upik Kesumawati Hadi, Laboratorium Entomologi Kesehatan Fakultas Kedokteran Hewan IPB Bogor Indonesia).

TULISAN DALAM PDF;   Museium Padi di Malaysia

Selamat Datang di Museum Padi

Selamat Datang di Museum Padi

Gunung Keriang persis di depan Museum

Gunung Keriang persis di depan Museum

Tangga berputar menuju lantai 3

Tangga berputar menuju lantai 3

Penghujung tangga, terdapat kursi berputar dan lukisan dinding lingkungan persawahan Kedah

Penghujung tangga, terdapat kursi berputar dan lukisan dinding lingkungan persawahan Kedah

Pagar pembatar untuk memandang mural

Pagar pembatar untuk memandang mural

Hamparan padi nan menguning

Hamparan padi nan menguning

Aktivitas memilih benih terbaik ...

Aktivitas memilih benih terbaik …

Pohon kelapa di antara persawahan

Pohon kelapa di antara persawahan

Suasana perkampungan..

Suasana perkampungan..

Rumah penduduk  dan sekitarnya

Rumah penduduk dan sekitarnya

Aktivitas penduduk di pengolahan padi

Aktivitas penduduk di pengolahan padi

Aktivitas penduduk daerah sekitar Gunung Keriang

Aktivitas penduduk daerah sekitar Gunung Keriang

Taman dan tempat wisata di Gunung Keriang

Taman dan tempat wisata di Gunung Keriang

Pak Lang dan Mak Lang di paling kiri dan kanan, orang tua kami tercinta di Kedah arul Aman

Pak Lang dan Mak Lang di paling kiri dan kanan, orang tua kami tercinta di Kedah arul Aman

 

Categories: Laporan Kegiatan, Laporan Perjalanan | Tags: , , | Leave a comment

Renungan Jumát  24/ 2014

Ciri-Ciri Para Penghuni Surga (Orang yang Bahagia)

  • Beriman (amanu) (QS  2:82)
  • Beramal/mengerjakan amal Shalih (amalan shalihan) (QS 11:23)
  • Yang berbuat baik (ahsanu) (QS 10:26)
  • Merendahkan diri kepada Rabb (Tuhan) mereka(ahbatuu ila Rabbihi) (QS 11:23)
  • Yang Bertakwa (al-muttaquun) (QS 47:15)
  • Yang Beruntung (al-faaizun) (QS 59:20)
  • Yang pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (al yauma fii sughulin faakihatin) (Qs 36:55)
  • Yang paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya((khoirun mustaqarran wa ahsanu maqilan) (QS 25:24)

 Setelah kita merenungkan dengan logika yang sederhana ini, terpulang kepada kita untuk mengamalkannya.

Semoga kita termasuk ahli surga yang kelak kembali menemui Allah SWT dengan hati yang ridha lagi diridhoiNYA. “Maka masuklah ke dalam jamaáh hamba-hambaKU, dan masuklah ke dalam surgaKU”. (QS 89: 29-30).. aamiin…

Tulisan dalam PDF:      Renungan Jumát 24 2014

Categories: Artikel agama | Tags: , | Leave a comment

Renungan Jumát 23/14

SETIAP JIWA ADA TIGA SERUAN

Al-Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyyah berkata: “Sesungguhnya pada setiap jiwa ada tiga seruan dan pendorong yang saling menarik. Satu seruan mengajak dirinya untuk berhias dengan sifat-sifat setan seperti sifat sombong, hasad, cinta ketinggian, dzalim, berbuat jahat, suka mengganggu, suka kerusakan dan penipuan. Penyeru yang mengajak untuk berakhlak seperti binatang itulah seruan syahwat. Dan seruan yang mengajak kepada akhlak para Malaikat seperti ihsan, suka menasihati, menganjurkan kepada kebajikan, ilmu dan ketaatan. Penyeru ketiga adalah kurang atau tidak adanya muru`ah (harga diri).”  [Madarijus Salikin, 2/351-352]

 

Tulisan dalam PDF: Renungan Jumát 23 2014

Categories: Artikel agama | Tags: | Leave a comment

Pantai Indrayanti di Gunung Kidul

Di gunung Kidul ada pantai? itulah pertanyaan yang terlintas di hati ketika saya bersama rombongan Ambissi IPB mengunjungi pantai Indrayati di Gunung Kidul. Nama pantainya indah seperti nama orang. Ternyata Pantai Indrayanti itu sesungguhnya bernama Pantai Pulang Syawal, menurut cerita orang. Namun setelah investor swasta mengembangkan Cafe dan Restoran dengan nama Indrayanti, akhirnya pantai ini lebih dikenal dengan nama tersebut. Suasananya cukup ramai, mirip pantai di Bali banyak berjejer cafe-cafe dan restoran serta penginapan.

Pantai disini meskipun siang hari sangat terik dan gerah, banyak sekali dikunjungi orang. Pantainya memang elok dipandang mata, pasirnya tapak berwarna putih dan tebal. Ombaknya pun  bergulung-gulung tidak terlalu tinggi, sehingga sangat cocok untuk anak-anak bermain di pantai ini. Dari kejauhan tampak pantai Indrayanti diapit oleh bebatuan karang yang kokoh, serta terdapat perbukitan karst di bagian utara, di sekeliling tampak  hijau sehingga tampak unik, dengan pasir putih dan laut biru.

Letak pantai ini tergolong dekat dengan pantai-pantai lain yang sudah lebih dulu dekenal masyarakat luas seperti Krakal, Drini dan Sundak. Namun pantai Indrayanati tampak dikelolala dengan baik oleh pengelola restoran, fasilitas toilet, tempat parkir, penginapan dan gasebo-gasebo yang menghadap ke laut yang membuat nyaman pengunjung. Pantai ini dari yogyakarta berjarak sekitar 70 km. Rombongan kami saat itu mencapainya melalui jalur selatan melalui kota Wonosari…ya cukup mudah dijangkau…

Upik Kesumawati Hadi, Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Bogor 2014

TULISAN DALAM PDF: Pantai Indrayanti Gunungkidul

Batuan karang nan unik

Batuan karang nan unik

Pasir pantai tebal, laut biru..tampak bebatuan di kejauhan..

Pasir pantai tebal, laut biru..tampak bebatuan di kejauhan..

Gulungan ombak ...

Gulungan ombak …

Panas, terik, gerah, namun ramai pengunjung

Panas, terik, gerah, namun ramai pengunjung

Asyik juga mejeng berdua

Asyik juga mejeng berdua

 

Categories: Laporan Perjalanan | Tags: , | Leave a comment

Goa Pindul: Perjalanan Ambissi IPB

Menelusuri Goa Pindul bersama rombongan teman seangkatan ketika kuliah (AMBISSI IPB) ternyata memberikan sensasi luar biasa. Betapa tidak, kita bisa bersama-sama duduk di atas ban saling berpegangan menelusuri sungai bawah tanah sambil melihat stalaktit dan stalagnit yang mempesona. Sejuk, tenang dan nyaman itulah kesan yang terasa begitu bergerak memasuki Goa Pindul.

Sebelum memasuki Goa Pindul sudah terasa nyaman, awalnya masih ada cahaya  tetapi makin ke dalam makin gelap gulita, tetapi pemandu membawa penerangan berupa lampu senter pada helm. Kami berjalan pelan menyusuri sungai dalam goa yang panjangnya sekitar 350 meter, dengan kedalaman sekitar 10 meter. Goa ini dihuni oleh banyak kelelawar dan goa ini mempunyai stalagmid terbesar ke 4 sedunia. Ketika di dalam goa pemandu mengingatkan kita agar tidak berbicara kencang apalagi berbicara kasar. Hal ini supaya tidak mengganggu makhluk yang ada di dalam goa dan juga merupakan  sebuah pantangan ketika kita berada di dalam goa.

Dari kota Yogyakarta ke Goa Pindul dengan kendaraan bisa dicapai dalam waktu sekitar 1,5 jam. Goa ini terletak di kira-kira 10 km dari kota Wonosari, tepatnya di Desa Beji, Kecamatan Karang mojo, Kabupaten Gunungkidul. Saat ini Goa Pindul sudah menjadi daerah tujuan wisata terkenal yang pengelolaannya dilakukan oleh penduduk desa setempat. Bahkan promosinya luar biasa dapat diakses langsung via internet melalui website. Untuk setiap pengunjung baik rombongan maupun keluarga tarifnya cukup murah. Bahkan di dalam tarif itu sudah mencakup beaya pemandu, alat-alat ban, alat pelampung, sepatu, helm, bahkan minuman atau makanan.

Sebagai salah satu obyek Wisata, Goa Pindul memang sangat mempesona. Bahkan saya merasa iri dengan rombongan anak-anak sekolah dasar yang juga begitu ceria menikmati wisata ini pada saat yang bersamaan. Sementara kami yang sudah berumur ini, baru bisa menikmatinya sekarang. Sungguh terlambat ..rugi rasanya kenapa baru datang ke Goa Pindul  sekarang ya…(Upik Kesumawati Hadi, Fakultas Kedokteran Hewan IPB Bogor 2014).

TULISAN DALAM PDF:  Goa Pindul Perjalanan Ambissi IPB

Aduh nikmatnya bersama..

Aduh nikmatnya bersama..

Tenang, adem, nyaman, senang...

Tenang, adem, nyaman, senang…

Bersiap sebelum nyemplung..

Bersiap sebelum nyemplung..

Categories: Laporan Perjalanan | Tags: , | Leave a comment

Tour The Lava Merapi Ambissi IPB

Tour the lava Merapi di Yogyakarta  adalah tour yang menarik apalagi dilakukan berombongan sebagaimana yang dilakukan oleh kelompok Ambissi IPB. Melalui tour ini kami dapat menelusuri jejak letusan Gunung Merapi yang meletus dengan hebohnya pada tahun 2010. Tour ini secara profesional dikemas dengan baik oleh masyarakat dan  pemerintah Kabupaten Sleman. Bagi yang ingin mengikuti tour ini pengunjung dihadapkan pada beberapa pilihan ada yang jalur pendek, panjang dan lengkap. Tergantung pilihan pengunjung, kalau jalur panjang dan lengkap pasti bisa menelusuri semuanya dan waktu yang diperlukan juga lebih lama.

Perjalanan kami menuju Merapi diawali dari Kampung Labasan Resto, pada siang hari. Setelah makan siang di Restoran  yang menyajikan makanan khas jawa yang lezat, barulah kami bersiap menuju jeep yang masing-masing berisi 4 orang.  Kami memilih rute atau jalur yang pendek dan perjalanan ini memerlukan waktu sekitar 2 jam.  Dari Kampung Labasan kami dengan jeep konvoi menuju Dusun Petung, melewati kuburan massal korban letusan gunung Merapi, melihat Kali Opak, berpose di Batu alien, memandangi kali Gendol, singgah di dusun Kaliadem melihat hamparan erupsi Merapi terus pulang menuju daerah Gumuk, terus kembali lagi, berakhir di Kampung Labasan Resto. Dari Yogyakarta menuju Gunung Merapi berjarak sekitar 25 km.

Perjalanan tour ini menurut saya merupakan bentuk renungan dan empati kita terhadap orang-orang yang telah menjadi korban bencana alam yang merupakan takdir dari Allah Yang Maha Perkasa. Betapa tidak, dengan tour ini  kita dapat melihat secara langsung  jejak rumah penduduk berikut perabotan, ternak dan lainnya yang telah ditinggalkan masyarakat dan sekarang tidak dapat dihuni lagi. Kita juga dapat langsung melihat secara dekat jejak terjangan awan panas dan lahar dingin Merapi terutama  desa Umbulharjo, Cangkringan. Di daerah ini, lahar dingin mencapai ketinggian hingga 20 meter kita bisa melihat dan menyentuhnya secara langsung.  Kali Opak juga meninggalkan jejak terjangan lahar yang mengerikan. Batu alien juga bukti erupsi yang keluar dari Gunung Merapi. Namun demikian meski mengerikan, disini kami banyak mengambil kesempatan foto bersama, bercanda dan bernarsis ria. Begitulah perilaku kawan-kawan Ambissi yang semuanya telah berusia di atas limapuluh tahun (over seket), tidak berbeda dengan perilaku remaja.

Ketika rombongan Ambissi datang, suasana sekitar Merapi berawan sehingga puncak Gunung Merapi yang tingginya  2.968 meter di atas permukaan laut  tidak dapat dinikmati. Meskipun demikian, kami merasa beruntung bisa mengikuti tour Merapi dengan konvoi menggunakan jeep bersama memberikan sensasi tersendiri yang luar biasa. Tidak kalah dengan tour menjelajah padang pasir Dubai yang pernah penulis alami, ketika berkesempatan mengunjungi Emirat Arab  November 2013 yang lalu. (Disusun oleh Upik Kesumawati Hadi, Fakultas Kedokteran Hewan IPB Bogor Mei 2014)

TULISAN DALAM PDF: Tour The Lava Merapi Ambissi IPB

Berpose bersama di sekitar jejal lahar dingin Merapi

Berpose bersama di sekitar jejal lahar dingin Merapi

Bersiap tour the lava Merapi dari kampung Labasan Resto

Bersiap tour the lava Merapi dari kampung Labasan Resto

Rombongan Ambissi IPB bergerak bagaikan ular

Rombongan Ambissi IPB bergerak bagaikan ular

Beriringan rapi

Beriringan rapi

Menengok museum korban lahar Merapi

Menengok museum korban lahar Merapi

Dusun yang telah ditinggalkan penghuni

Dusun yang telah ditinggalkan penghuni

Yang tersisa...

Yang tersisa…

Yang tersisa juga...

Yang tersisa juga…

Habis sudahkah....

Habis sudahkah….

Demikianlah...

Demikianlah…

 

 

Categories: Laporan Perjalanan | Tags: , , , | Leave a comment

Makna Acara Peusijuk

Tenang, dingin, haru dan suasana hati yang menyejukkan, itulah yang saya rasakan ketika kami (saya dan suami) dipeusijuk oleh ibunda tercinta sesaat sebelum berangkat haji (pesijuk pertama), setelah kembali ke rumah usai menunaikan haji (pesijuk kedua), dan terakhir suasana itu saya rasakan kembali ketika ibundaku menyambut kegembiraannya karena surat keputusan guru besar saya keluar (pesijuk ketiga).  Semuanya berlangsung dalam tahun 2013. Subhanallah…

Peusijuk sesungguhnya merupakan ungkapan doa-doa dan puji pujian dari orang tercinta kita kepada sang Khalik dengan harapan sesuatu tersebut selalu diberkahi oleh Allah SWT. Tradisi Peusijuk di Aceh sudah berlangsung lama dari dahulu hingga kini masih menyatu dengan masyarakat Aceh.  Acara pesiujuk merupakan suatu tradisi penyambutan sesuatu yang baru dengan harapan dapat memperoleh keberkahan dan terhindar dari berbagai mara bahaya. Jadi, tidak hanya dilakukan ketika seseorang mau berangkat haji saja, tetapi ketika menduduki rumah baru, memiliki mobil atau motor baru, lepas dari mara bahaya, kenduri sunatan, acara pernikahan (tueng dara baro, intat linto baro),  dan sebagainya, biasanya dilakukan acara peusijuk (dipeusijuk).

Apa saja yang dipersiapkan dalam acara peusijuk dan seperti apa upacara tersebut? Kalau adat lengkap pastinya lebih rumit demikian pula persiapannya. Tetapi yang saya ingat adalah betapa ibunda menyiapkan bahan-bahan peusijuk dengan khusyuk ketika akan mempeusijuk saya, meskipun bahan-bahannya sederhana.  Rupanya ada makna doa dibalik semua itu. Bahan-bahan yang dipersiapkan umumnya memiliki makna yang cukup dalam. Sebagai contoh: (1). Tepung tawar yang dicampur dengan air mempunyai makna dan doa agar percikannya nanti memberikan ketenangan dan kesabaran bagi yang dipeusijuk, layaknya air campuran tersebut yang terus terasa dingin; (2). Beras padi yang bertujuan, bermakna agar dapat subur, makmur, semangat, seperti taburan beras padi yang begitu semarak berjatuhan;  (3). Dedaunan dan rerumputan yang diikat dan dipakai untuk peusijuk, ini melambangkan suatu ikatan yang terwujud dalam kesatuan hidup bermasyarakat, seperti beberapa jenis dedaunan yang berbeda yang bersatu dalam suatu ikatan; dan (4). Nasi ketan (pulut kuning) dengan inti kelapa yang bermakna sebagai lambang persaudaraan; seperti halnya ketan yang selalu melekat dengan bahan lainnya. Perlengkapan tersebut diletakkan dalam sebuah talam, jadi di atas talam ada piring besar berisi nasi ketan kuning dengan inti kelapa, mangkok berisi campuran air tepung, tempat cuci tangan, seikat dedaunan, satu mangkok berisi beras.

Bila sudah siap semua, barulah dilakukan acara pesijuk. Orang yang dipeusijuk duduk dengan tenang, dan yang melakukan peusijuk berdiri dan juga sudah siap dengan amplop berisi uang yang akan diberikan setelah acara selesai.Peusijuk ini biasa dilakukan oleh orang yang dituakan di dalam kalangan masyarakat tersebut, seperti Tengku (Ustadz) atau Umi Chik (Ustadzah). Kalau di kalangan keluarga sendiri biasanya dilakukan oleh ibunda, ayahanda, atau semua yang dituakan.

Urutan acara pesijuk diawali dengan doa, lalu menaburkan beras ke arah orang yang dipeusijuk. Lalu memercikan air tepung tawar dari kiri ke kanan dan dari kanan ke kiri, serta sesekali disilang. Berikutnya, cuci tangan lalu menjumput nasi pulut dan disuapkan kepada yang dipeusijuk. Terakhir menyelipkan amplop berisi uang kepada yang dipeusijuk. Ini adalah urutan sederhana yang pernah dilakukan ibunda kepada kami. Tentunya cara ini tidak sama persis dengan tatacara yang dilakukan masyarakat Aceh pada umumnya. Pasti caranya bervariasi…tetapi pada intinya sama yaitu memohon doa kepada yang Maha Kuasa agar diberikan keberkahan, keselamatan dan ketentraman hidup.

Akhir-akhir ini acara peusijuk mendapat sorotan dari ulama-ulama reformis. Ada yang menganggap peusijuk adalah perbuatan bidáh, syirik dan tidak dicontohkan oleh rasul dan tidak ada dasarnya dalam Al Qurán. Namun acara ini masih tetap berjalan sebagai sebuah budaya masyarakat Aceh yang keberadaannya dilestarikan sebagai budaya Islam. Doa-doa yang digunakan semua dalam bahasa Arab yang bersumber dari Alqurán dan Hadist. Wallahu A’lam bisshawab…. (Disusun oleh Upik Kesumawati Hadi, dalam rangka terima kasih ketulusan hati ibunda tercinta yang selalu mendoakan ananda)

TULISAN DALAM PDF: Makna Acara Peusijuk

pesijuk2

pesijuk1

pesijuk3

pesijuk4

pesijuk5

pesijuk7

pesijuk8

pesijuk9

Categories: Laporan Perjalanan | Tags: , | Leave a comment

Mewaspadai Keberadaan Kutu Busuk

Kutu busuk tergolong mahluk yang keberadaannya kembali menjadi perhatian tidak hanya di lingkungan sekitar kita di Indonesia, tetapi juga di belahan dunia lain. Bahkan orang menggolongkannya sebagai reemerging ectoparasite.

Di Indonesia keberadaan kutu busuk sampai akhir tahun 1970an  banyak ditemukan di rumah tinggal, gedung bioskop, hotel, losmen dan lainnya yaitu di tempat manusia tidur dan duduk. Namun pada kurun waktu tahun 1980an hingga 2000 permasalahan kutu busuk nyaris tidak terdengar, bahkan dilupakan orang. Lalu setelah itu permasalahan kutu busuk ini muncul kembali ke permukaan, di Indonesia dan di negara-negara maju seperti New York AS, Kanada, Eropa dan Australia, Malaysia dan Singapura. Tahun 2007 dilaporkan terjadi outbreak (kejadian luar biasa) kutu busuk di 50 negara bagian di Amerika Serikat.

Transportasi di era global yang memudahkan manusia dan barang bergerak dari satu daerah atau negara ke daerah atau negara lain. Hal inilah yang menyebabkan munculnya dan menyebarnya kembali permasalahan kutu busuk di berbagai belahan dunia ini. Meningkatnya mobilitas ini memungkinkan kutu busuk turut terbawa bersama barang bawaan, koper, pakaian, tas, koper, ransel, kardus, dan lainnya ke seluruh dunia. Ditemukannya banyak kutu busuk di hotel, losmen, asrama-asrama mahasiswa, apartemen, atau tempat-tempat orang datang dan pergi, merupakan indikasi ini bahwa kutu busuk mungkin terbawa bersama orang-orang tersebut. Kutu busuk dan telurnya bisa terbawa bersama tas, koper, pakaian dan lainnya. Bila ngin lebih lengkap informasinya silakan klik bentuk PDF berikut ini:

 

TULISAN LENGKAP DALAM PDF:  1. Kiat Kiat Pengendalian Kutu Busuk

2. Infestasi Kutu Busuk pada Kasur

bed bug

Kutu busuk Cimex hemipterus

 

 

 

Categories: Kuliah | Tags: , , , , , | Leave a comment

Tungau Debu, Dermatophagoides

Satu di antara penyebab alergi dan asma adalah bahan pencetus alergi atau alergen yang terdapat pada debu.Alergen itu berasal dari mahluk hidup yang keberadaannya bersama debu dan tergolong ke dalam jenis tungau (mite), yaitu Dermatophagoides (famili Pyroglyphidae, kelas Arachnida). Dalam bahasa Inggris tungau ini dikenal dengan nama house dust mite atau yang dikenal populer dengan nama tungau debu.Tungau debu banyak dilaporkan di  Amerika Serikat dan Hawai, Kanada, Eropa, Asia, Timur Tengah dan berbagai negara bagian di Australia, serta Amerika Selatan.

Bagaimana peran tungau debu dalam proses terjadinya asma di Indonesia masih sedikit diteliti dan kurang mendapat perhatian serius. Seperti apakah bentuk tungau debu,  dimanakah banyak ditemukan, bagaimana siklus hidupnya, mengapa debu rumah atau permukiman menjadi tempat yang disukai oleh tungau debu? Bahaya apa yang ditimbulkan tungau debu? Langkah pencegahannya bagaimana? Berikut ini dijelaskan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan tungau debu. Semoga menjadi nilai tambah pengetahuan anda dan bermanfaat. Tulisan lengkap dalam bentuk pdf berikut ini

pteronyssinus_male_100x_

Dermatophagoides pteronyssinus 100x

Tulisan lengkapnya dalam PDF:  Tungau debu, Dermatophagoides

Categories: Kuliah | Tags: , , , , | Leave a comment