Renungan Jumát 23/14

SETIAP JIWA ADA TIGA SERUAN

Al-Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyyah berkata: “Sesungguhnya pada setiap jiwa ada tiga seruan dan pendorong yang saling menarik. Satu seruan mengajak dirinya untuk berhias dengan sifat-sifat setan seperti sifat sombong, hasad, cinta ketinggian, dzalim, berbuat jahat, suka mengganggu, suka kerusakan dan penipuan. Penyeru yang mengajak untuk berakhlak seperti binatang itulah seruan syahwat. Dan seruan yang mengajak kepada akhlak para Malaikat seperti ihsan, suka menasihati, menganjurkan kepada kebajikan, ilmu dan ketaatan. Penyeru ketiga adalah kurang atau tidak adanya muru`ah (harga diri).”  [Madarijus Salikin, 2/351-352]

 

Tulisan dalam PDF: Renungan Jumát 23 2014

Categories: Artikel agama | Tags: | Leave a comment

Pantai Indrayanti di Gunung Kidul

Di gunung Kidul ada pantai? itulah pertanyaan yang terlintas di hati ketika saya bersama rombongan Ambissi IPB mengunjungi pantai Indrayati di Gunung Kidul. Nama pantainya indah seperti nama orang. Ternyata Pantai Indrayanti itu sesungguhnya bernama Pantai Pulang Syawal, menurut cerita orang. Namun setelah investor swasta mengembangkan Cafe dan Restoran dengan nama Indrayanti, akhirnya pantai ini lebih dikenal dengan nama tersebut. Suasananya cukup ramai, mirip pantai di Bali banyak berjejer cafe-cafe dan restoran serta penginapan.

Pantai disini meskipun siang hari sangat terik dan gerah, banyak sekali dikunjungi orang. Pantainya memang elok dipandang mata, pasirnya tapak berwarna putih dan tebal. Ombaknya pun  bergulung-gulung tidak terlalu tinggi, sehingga sangat cocok untuk anak-anak bermain di pantai ini. Dari kejauhan tampak pantai Indrayanti diapit oleh bebatuan karang yang kokoh, serta terdapat perbukitan karst di bagian utara, di sekeliling tampak  hijau sehingga tampak unik, dengan pasir putih dan laut biru.

Letak pantai ini tergolong dekat dengan pantai-pantai lain yang sudah lebih dulu dekenal masyarakat luas seperti Krakal, Drini dan Sundak. Namun pantai Indrayanati tampak dikelolala dengan baik oleh pengelola restoran, fasilitas toilet, tempat parkir, penginapan dan gasebo-gasebo yang menghadap ke laut yang membuat nyaman pengunjung. Pantai ini dari yogyakarta berjarak sekitar 70 km. Rombongan kami saat itu mencapainya melalui jalur selatan melalui kota Wonosari…ya cukup mudah dijangkau…

Upik Kesumawati Hadi, Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Bogor 2014

TULISAN DALAM PDF: Pantai Indrayanti Gunungkidul

Batuan karang nan unik

Batuan karang nan unik

Pasir pantai tebal, laut biru..tampak bebatuan di kejauhan..

Pasir pantai tebal, laut biru..tampak bebatuan di kejauhan..

Gulungan ombak ...

Gulungan ombak …

Panas, terik, gerah, namun ramai pengunjung

Panas, terik, gerah, namun ramai pengunjung

Asyik juga mejeng berdua

Asyik juga mejeng berdua

 

Categories: Laporan Perjalanan | Tags: , | Leave a comment

Goa Pindul: Perjalanan Ambissi IPB

Menelusuri Goa Pindul bersama rombongan teman seangkatan ketika kuliah (AMBISSI IPB) ternyata memberikan sensasi luar biasa. Betapa tidak, kita bisa bersama-sama duduk di atas ban saling berpegangan menelusuri sungai bawah tanah sambil melihat stalaktit dan stalagnit yang mempesona. Sejuk, tenang dan nyaman itulah kesan yang terasa begitu bergerak memasuki Goa Pindul.

Sebelum memasuki Goa Pindul sudah terasa nyaman, awalnya masih ada cahaya  tetapi makin ke dalam makin gelap gulita, tetapi pemandu membawa penerangan berupa lampu senter pada helm. Kami berjalan pelan menyusuri sungai dalam goa yang panjangnya sekitar 350 meter, dengan kedalaman sekitar 10 meter. Goa ini dihuni oleh banyak kelelawar dan goa ini mempunyai stalagmid terbesar ke 4 sedunia. Ketika di dalam goa pemandu mengingatkan kita agar tidak berbicara kencang apalagi berbicara kasar. Hal ini supaya tidak mengganggu makhluk yang ada di dalam goa dan juga merupakan  sebuah pantangan ketika kita berada di dalam goa.

Dari kota Yogyakarta ke Goa Pindul dengan kendaraan bisa dicapai dalam waktu sekitar 1,5 jam. Goa ini terletak di kira-kira 10 km dari kota Wonosari, tepatnya di Desa Beji, Kecamatan Karang mojo, Kabupaten Gunungkidul. Saat ini Goa Pindul sudah menjadi daerah tujuan wisata terkenal yang pengelolaannya dilakukan oleh penduduk desa setempat. Bahkan promosinya luar biasa dapat diakses langsung via internet melalui website. Untuk setiap pengunjung baik rombongan maupun keluarga tarifnya cukup murah. Bahkan di dalam tarif itu sudah mencakup beaya pemandu, alat-alat ban, alat pelampung, sepatu, helm, bahkan minuman atau makanan.

Sebagai salah satu obyek Wisata, Goa Pindul memang sangat mempesona. Bahkan saya merasa iri dengan rombongan anak-anak sekolah dasar yang juga begitu ceria menikmati wisata ini pada saat yang bersamaan. Sementara kami yang sudah berumur ini, baru bisa menikmatinya sekarang. Sungguh terlambat ..rugi rasanya kenapa baru datang ke Goa Pindul  sekarang ya…(Upik Kesumawati Hadi, Fakultas Kedokteran Hewan IPB Bogor 2014).

TULISAN DALAM PDF:  Goa Pindul Perjalanan Ambissi IPB

Aduh nikmatnya bersama..

Aduh nikmatnya bersama..

Tenang, adem, nyaman, senang...

Tenang, adem, nyaman, senang…

Bersiap sebelum nyemplung..

Bersiap sebelum nyemplung..

Categories: Laporan Perjalanan | Tags: , | Leave a comment

Tour The Lava Merapi Ambissi IPB

Tour the lava Merapi di Yogyakarta  adalah tour yang menarik apalagi dilakukan berombongan sebagaimana yang dilakukan oleh kelompok Ambissi IPB. Melalui tour ini kami dapat menelusuri jejak letusan Gunung Merapi yang meletus dengan hebohnya pada tahun 2010. Tour ini secara profesional dikemas dengan baik oleh masyarakat dan  pemerintah Kabupaten Sleman. Bagi yang ingin mengikuti tour ini pengunjung dihadapkan pada beberapa pilihan ada yang jalur pendek, panjang dan lengkap. Tergantung pilihan pengunjung, kalau jalur panjang dan lengkap pasti bisa menelusuri semuanya dan waktu yang diperlukan juga lebih lama.

Perjalanan kami menuju Merapi diawali dari Kampung Labasan Resto, pada siang hari. Setelah makan siang di Restoran  yang menyajikan makanan khas jawa yang lezat, barulah kami bersiap menuju jeep yang masing-masing berisi 4 orang.  Kami memilih rute atau jalur yang pendek dan perjalanan ini memerlukan waktu sekitar 2 jam.  Dari Kampung Labasan kami dengan jeep konvoi menuju Dusun Petung, melewati kuburan massal korban letusan gunung Merapi, melihat Kali Opak, berpose di Batu alien, memandangi kali Gendol, singgah di dusun Kaliadem melihat hamparan erupsi Merapi terus pulang menuju daerah Gumuk, terus kembali lagi, berakhir di Kampung Labasan Resto. Dari Yogyakarta menuju Gunung Merapi berjarak sekitar 25 km.

Perjalanan tour ini menurut saya merupakan bentuk renungan dan empati kita terhadap orang-orang yang telah menjadi korban bencana alam yang merupakan takdir dari Allah Yang Maha Perkasa. Betapa tidak, dengan tour ini  kita dapat melihat secara langsung  jejak rumah penduduk berikut perabotan, ternak dan lainnya yang telah ditinggalkan masyarakat dan sekarang tidak dapat dihuni lagi. Kita juga dapat langsung melihat secara dekat jejak terjangan awan panas dan lahar dingin Merapi terutama  desa Umbulharjo, Cangkringan. Di daerah ini, lahar dingin mencapai ketinggian hingga 20 meter kita bisa melihat dan menyentuhnya secara langsung.  Kali Opak juga meninggalkan jejak terjangan lahar yang mengerikan. Batu alien juga bukti erupsi yang keluar dari Gunung Merapi. Namun demikian meski mengerikan, disini kami banyak mengambil kesempatan foto bersama, bercanda dan bernarsis ria. Begitulah perilaku kawan-kawan Ambissi yang semuanya telah berusia di atas limapuluh tahun (over seket), tidak berbeda dengan perilaku remaja.

Ketika rombongan Ambissi datang, suasana sekitar Merapi berawan sehingga puncak Gunung Merapi yang tingginya  2.968 meter di atas permukaan laut  tidak dapat dinikmati. Meskipun demikian, kami merasa beruntung bisa mengikuti tour Merapi dengan konvoi menggunakan jeep bersama memberikan sensasi tersendiri yang luar biasa. Tidak kalah dengan tour menjelajah padang pasir Dubai yang pernah penulis alami, ketika berkesempatan mengunjungi Emirat Arab  November 2013 yang lalu. (Disusun oleh Upik Kesumawati Hadi, Fakultas Kedokteran Hewan IPB Bogor Mei 2014)

TULISAN DALAM PDF: Tour The Lava Merapi Ambissi IPB

Berpose bersama di sekitar jejal lahar dingin Merapi

Berpose bersama di sekitar jejal lahar dingin Merapi

Bersiap tour the lava Merapi dari kampung Labasan Resto

Bersiap tour the lava Merapi dari kampung Labasan Resto

Rombongan Ambissi IPB bergerak bagaikan ular

Rombongan Ambissi IPB bergerak bagaikan ular

Beriringan rapi

Beriringan rapi

Menengok museum korban lahar Merapi

Menengok museum korban lahar Merapi

Dusun yang telah ditinggalkan penghuni

Dusun yang telah ditinggalkan penghuni

Yang tersisa...

Yang tersisa…

Yang tersisa juga...

Yang tersisa juga…

Habis sudahkah....

Habis sudahkah….

Demikianlah...

Demikianlah…

 

 

Categories: Laporan Perjalanan | Tags: , , , | Leave a comment

Makna Acara Peusijuk

Tenang, dingin, haru dan suasana hati yang menyejukkan, itulah yang saya rasakan ketika kami (saya dan suami) dipeusijuk oleh ibunda tercinta sesaat sebelum berangkat haji (pesijuk pertama), setelah kembali ke rumah usai menunaikan haji (pesijuk kedua), dan terakhir suasana itu saya rasakan kembali ketika ibundaku menyambut kegembiraannya karena surat keputusan guru besar saya keluar (pesijuk ketiga).  Semuanya berlangsung dalam tahun 2013. Subhanallah…

Peusijuk sesungguhnya merupakan ungkapan doa-doa dan puji pujian dari orang tercinta kita kepada sang Khalik dengan harapan sesuatu tersebut selalu diberkahi oleh Allah SWT. Tradisi Peusijuk di Aceh sudah berlangsung lama dari dahulu hingga kini masih menyatu dengan masyarakat Aceh.  Acara pesiujuk merupakan suatu tradisi penyambutan sesuatu yang baru dengan harapan dapat memperoleh keberkahan dan terhindar dari berbagai mara bahaya. Jadi, tidak hanya dilakukan ketika seseorang mau berangkat haji saja, tetapi ketika menduduki rumah baru, memiliki mobil atau motor baru, lepas dari mara bahaya, kenduri sunatan, acara pernikahan (tueng dara baro, intat linto baro),  dan sebagainya, biasanya dilakukan acara peusijuk (dipeusijuk).

Apa saja yang dipersiapkan dalam acara peusijuk dan seperti apa upacara tersebut? Kalau adat lengkap pastinya lebih rumit demikian pula persiapannya. Tetapi yang saya ingat adalah betapa ibunda menyiapkan bahan-bahan peusijuk dengan khusyuk ketika akan mempeusijuk saya, meskipun bahan-bahannya sederhana.  Rupanya ada makna doa dibalik semua itu. Bahan-bahan yang dipersiapkan umumnya memiliki makna yang cukup dalam. Sebagai contoh: (1). Tepung tawar yang dicampur dengan air mempunyai makna dan doa agar percikannya nanti memberikan ketenangan dan kesabaran bagi yang dipeusijuk, layaknya air campuran tersebut yang terus terasa dingin; (2). Beras padi yang bertujuan, bermakna agar dapat subur, makmur, semangat, seperti taburan beras padi yang begitu semarak berjatuhan;  (3). Dedaunan dan rerumputan yang diikat dan dipakai untuk peusijuk, ini melambangkan suatu ikatan yang terwujud dalam kesatuan hidup bermasyarakat, seperti beberapa jenis dedaunan yang berbeda yang bersatu dalam suatu ikatan; dan (4). Nasi ketan (pulut kuning) dengan inti kelapa yang bermakna sebagai lambang persaudaraan; seperti halnya ketan yang selalu melekat dengan bahan lainnya. Perlengkapan tersebut diletakkan dalam sebuah talam, jadi di atas talam ada piring besar berisi nasi ketan kuning dengan inti kelapa, mangkok berisi campuran air tepung, tempat cuci tangan, seikat dedaunan, satu mangkok berisi beras.

Bila sudah siap semua, barulah dilakukan acara pesijuk. Orang yang dipeusijuk duduk dengan tenang, dan yang melakukan peusijuk berdiri dan juga sudah siap dengan amplop berisi uang yang akan diberikan setelah acara selesai.Peusijuk ini biasa dilakukan oleh orang yang dituakan di dalam kalangan masyarakat tersebut, seperti Tengku (Ustadz) atau Umi Chik (Ustadzah). Kalau di kalangan keluarga sendiri biasanya dilakukan oleh ibunda, ayahanda, atau semua yang dituakan.

Urutan acara pesijuk diawali dengan doa, lalu menaburkan beras ke arah orang yang dipeusijuk. Lalu memercikan air tepung tawar dari kiri ke kanan dan dari kanan ke kiri, serta sesekali disilang. Berikutnya, cuci tangan lalu menjumput nasi pulut dan disuapkan kepada yang dipeusijuk. Terakhir menyelipkan amplop berisi uang kepada yang dipeusijuk. Ini adalah urutan sederhana yang pernah dilakukan ibunda kepada kami. Tentunya cara ini tidak sama persis dengan tatacara yang dilakukan masyarakat Aceh pada umumnya. Pasti caranya bervariasi…tetapi pada intinya sama yaitu memohon doa kepada yang Maha Kuasa agar diberikan keberkahan, keselamatan dan ketentraman hidup.

Akhir-akhir ini acara peusijuk mendapat sorotan dari ulama-ulama reformis. Ada yang menganggap peusijuk adalah perbuatan bidáh, syirik dan tidak dicontohkan oleh rasul dan tidak ada dasarnya dalam Al Qurán. Namun acara ini masih tetap berjalan sebagai sebuah budaya masyarakat Aceh yang keberadaannya dilestarikan sebagai budaya Islam. Doa-doa yang digunakan semua dalam bahasa Arab yang bersumber dari Alqurán dan Hadist. Wallahu A’lam bisshawab…. (Disusun oleh Upik Kesumawati Hadi, dalam rangka terima kasih ketulusan hati ibunda tercinta yang selalu mendoakan ananda)

TULISAN DALAM PDF: Makna Acara Peusijuk

pesijuk2

pesijuk1

pesijuk3

pesijuk4

pesijuk5

pesijuk7

pesijuk8

pesijuk9

Categories: Laporan Perjalanan | Tags: , | Leave a comment

Mewaspadai Keberadaan Kutu Busuk

Kutu busuk tergolong mahluk yang keberadaannya kembali menjadi perhatian tidak hanya di lingkungan sekitar kita di Indonesia, tetapi juga di belahan dunia lain. Bahkan orang menggolongkannya sebagai reemerging ectoparasite.

Di Indonesia keberadaan kutu busuk sampai akhir tahun 1970an  banyak ditemukan di rumah tinggal, gedung bioskop, hotel, losmen dan lainnya yaitu di tempat manusia tidur dan duduk. Namun pada kurun waktu tahun 1980an hingga 2000 permasalahan kutu busuk nyaris tidak terdengar, bahkan dilupakan orang. Lalu setelah itu permasalahan kutu busuk ini muncul kembali ke permukaan, di Indonesia dan di negara-negara maju seperti New York AS, Kanada, Eropa dan Australia, Malaysia dan Singapura. Tahun 2007 dilaporkan terjadi outbreak (kejadian luar biasa) kutu busuk di 50 negara bagian di Amerika Serikat.

Transportasi di era global yang memudahkan manusia dan barang bergerak dari satu daerah atau negara ke daerah atau negara lain. Hal inilah yang menyebabkan munculnya dan menyebarnya kembali permasalahan kutu busuk di berbagai belahan dunia ini. Meningkatnya mobilitas ini memungkinkan kutu busuk turut terbawa bersama barang bawaan, koper, pakaian, tas, koper, ransel, kardus, dan lainnya ke seluruh dunia. Ditemukannya banyak kutu busuk di hotel, losmen, asrama-asrama mahasiswa, apartemen, atau tempat-tempat orang datang dan pergi, merupakan indikasi ini bahwa kutu busuk mungkin terbawa bersama orang-orang tersebut. Kutu busuk dan telurnya bisa terbawa bersama tas, koper, pakaian dan lainnya. Bila ngin lebih lengkap informasinya silakan klik bentuk PDF berikut ini:

 

TULISAN LENGKAP DALAM PDF:  1. Kiat Kiat Pengendalian Kutu Busuk

2. Infestasi Kutu Busuk pada Kasur

bed bug

Kutu busuk Cimex hemipterus

 

 

 

Categories: Kuliah | Tags: , , , , , | Leave a comment

Tungau Debu, Dermatophagoides

Satu di antara penyebab alergi dan asma adalah bahan pencetus alergi atau alergen yang terdapat pada debu.Alergen itu berasal dari mahluk hidup yang keberadaannya bersama debu dan tergolong ke dalam jenis tungau (mite), yaitu Dermatophagoides (famili Pyroglyphidae, kelas Arachnida). Dalam bahasa Inggris tungau ini dikenal dengan nama house dust mite atau yang dikenal populer dengan nama tungau debu.Tungau debu banyak dilaporkan di  Amerika Serikat dan Hawai, Kanada, Eropa, Asia, Timur Tengah dan berbagai negara bagian di Australia, serta Amerika Selatan.

Bagaimana peran tungau debu dalam proses terjadinya asma di Indonesia masih sedikit diteliti dan kurang mendapat perhatian serius. Seperti apakah bentuk tungau debu,  dimanakah banyak ditemukan, bagaimana siklus hidupnya, mengapa debu rumah atau permukiman menjadi tempat yang disukai oleh tungau debu? Bahaya apa yang ditimbulkan tungau debu? Langkah pencegahannya bagaimana? Berikut ini dijelaskan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan tungau debu. Semoga menjadi nilai tambah pengetahuan anda dan bermanfaat. Tulisan lengkap dalam bentuk pdf berikut ini

pteronyssinus_male_100x_

Dermatophagoides pteronyssinus 100x

Tulisan lengkapnya dalam PDF:  Tungau debu, Dermatophagoides

Categories: Kuliah | Tags: , , , , | Leave a comment

Air Terjun Oehala di Soe Timor Tengah Selatan

Sejauh ini kalau ingat NTT maka yang terbayang adalah daerah yang panas, kering, dan tandus. Tapi kalau berjalan ke arah tengah selatan maka akan ketemu dengan daerah Soe yang terkenal sebagai daerah dataran tinggi, sejuk, dan merupakan daerah pertanian yang subur. Dahulu bahkan dikenal sebagai penghasil kayu Cendana yang kini tergolong tanaman langka. Selain itu, di wilayah ini juga terdapat objek wisata Air Terjun yang dikenal dengan nama  Air Terjun Tujuh Tingkat Oehala.

Kalau lancar, lokasi air terjun ini dapat dicapai dalam waktu sekitar 2-3 jam dengan kendaraan pribadi dari Kota Kupang. Begitu sampai di lokasi air terjun anda akan merasakan suasana yang berbeda sama sekali dengan Kota Kupang yang panas. Kondisi lingkungan di sekitar air terjun ini sangat sejuk karena letaknya daerah hutan yang dipenuhi dengan pepohonan lebat, bahkan sinar mataharipun sulit menembusnya, terhalangi olehnya.

Selain itu, yang lebih menarik lagi adalah panorama air terjunnya sendiri juga sangat indah. Air Terjun Oehala memiliki bentuk bertingkat-tingkat seperti tangga. Air yang turun tidak langsung menyentuh tanah, tetapi harus melalui undakan-undakan besar yang berjumlah sekitar 7 buah. Karena airnya tidak langsung turun ke bawah, kolam penampungan air pun lebih dari satu. Di undakan atas terdapat kolam penampungan air yang biasanya digunakan oleh pengunjung untuk mandi dan menceburkan diri ke air. Air terjun ini sangat dingin dan jernih sehingga memberikan suasana nyaman untuk bermain air di kawasan air terjun ini. Bentuk air terjun disini mirip dengan air terjun di Oenesu, Kupang Barat.

Seperti biasa, kami kali ini bersama rombongan dosen dan mahasiwa Undana, mengunjungi air terjun ini dalam rangka mencari dan meneliti keberadaan lalat Simulium, yang larvanya sedang di aliran deras dan jernih. Sambil menyelam minum air, begitulah misi yang kami emban sampai ke Air Terjun Oehala nan indah ini. Selesai bermain di air, kami pun duduk-duduk di Lopo, tempat istirahat yang tampaknya juga sudah disediakan untuk pengunjung.

Fasilitas dan sarana sebagai objek wisata air terjun sudah diperhatikan oleh pemerintah, ada lopo-lopo, toilet, tempat parkir, sayangnya agak kurang terawat. Tempat jajan juga tidak terawat dengan baik. Penjual makanan dan buah-buahan seperti sarikaya, jambu biji hanya hanya beberapa saja…Sayang sekali, padahal objeknya sangat luar biasa indahnya.. (Upik Kesumawati Hadi, Laboratorium Entomologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB Bogor April 2014)

Tulisan dalam PDF:  Air Terjun Oehala, Soe Timor Tengah Selatan

Air Terjun Oehala

Air Terjun Oehala

Air terjun bagian atas yang tinggi

Air terjun bagian atas

Betapa nyamannya...

Betapa nyamannya…

Mencari Simulium..

Mencari Simulium..

Menyimpan hasil koleksi Simulium

Menyimpan hasil koleksi Simulium

Larva instar 1 di atas daun

Larva instar 1 di atas daun…

Salah satu Lopo, tempat istirahat di dekat air terjun

Salah satu Lopo, tempat istirahat di dekat air terjun

Buah Sarikaya manis..dari lapak yang ada

Buah Sarikaya manis..dari lapak yang ada dijual

Pohon Kayu Putih di sekitar area air terjun

Pohon Kayu Putih di sekitar area air terjun Oehala

Suasana Desa Oehala

Suasana Desa Oehala

 

Categories: Laporan Kegiatan, Laporan Perjalanan | Tags: , , , , | Leave a comment

Air Terjun Oenesu Kupang

Awalnya saya agak terkejut heran mendengar bahwa di Kupang juga terdapat air terjun. Betapa tidak, selama ini saya hanya mengetahui bahwa Kupang adalah daerah yang kering, panas, dan tanahnya penuh dengan batu-batu karang. Tanaman yang tumbuhpun hanya tumbuhan tertentu yang tahan kering dan dapat hidup di antara batu-batu karang yang muncul di permukaan tanah. Kesan panas terik matahari dan kering kerontang itulah yang dari dulu ada di dalam benak saya.

Tetapi begitu sampai di air terjun Oenesu, rasa takjub luar biasa. Ternyata Tuhan yang Maha Adil telah menganugerahkan air terjun yang dingin dan sejuk serta indah luar biasa untuk daerah Kupang. Lokasi air terjun ini tidak jauh dari kota Kupang hanya sekitar 17 km menuju Kupang Barat, dan cukup ditempuh dengan waktu sekitar 30 menit.  Jalannya cukup mulus sehingga terasa dekat, dan suasana kehijauan mulai dapat terlihat ketika jalan terasa menanjak dan sampai di lokasi dengan areal parkir yang cukup luas. Untuk mencapai air terjun, kita akan menikmati pepohonan dengan kerimbunan daunnya yang memagari jalan masuk ke area air terjun. Air terjun Oenesu ini tergolong area wisata paling populer di pulau ini, pada akhir pekan lokasi ini ramai dikunjungi orang sambil membawa makanan dan menikmatinya di area air terjun.

Air terjun Oenesu tidak seperti halnya air terjun yang tingginya puluhan meter dan besar, tetapi merupakan air terjun pendek, bertingkat empat.  Oleh karena itu disebut juga Air Terjun Bertingkat Empat.  Tingkat pertama berada paling atas, yang mencurahkan air dari sebuah wadah  penampungan air di bagian atas setinggi sepuluhan meter. Tingkat keduanya dan seterusnya seperti anak tangga yang mengalirkan air dan membentuk tiga air terjun mini.yang mendinginkan udara di sekitarnya. Air terjun bertingkat ini memberikan suasana kesejukan, dan suara jatuhnya air yang memercik dapan menenangkan hati.

Keadaan ini mirip dengan kondisi air terjun di Oehala, Soe Timor Tengah Selatan, bedanya disini ada tujuh tingkat. Kedua air terjun ini menjadi objek tujuan kami bersama rombongan dari mahasiswa Undana, untuk mengamati keberadaan larva Simulium yang banyak terdapat di aliran deras dan jernih.

Keberadaan air terjun di daerah udara panas terik ini memberikan hiburan tersendiri bagi warga Kupang dan sekitarnya. Pemerintahpun tampaknya sudah memberikan fasilitas yang baik, meski pengelolaannya masih kurang.

Semoga di masa datang, air terjun ini banyak dikunjungi tidak hanya oleh warga sekitar tetapi juga wisatawan manca negara. (Upik Kesumawati Hadi, Laboratorium Entomologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB Bogor April 2014).

Tulisan dalam PDF: Air Terjun Oenesu, Kupang

Air Terjun Oenesu, bertingkat-tingkat

Air Terjun Oenesu, bertingkat-tingkat

Undakan bagian bawah air terjun Oenesu

Undakan bagian bawah air terjun Oenesu

Bagian yang menggenang menuju sungai

Bagian yang menggenang menuju sungai

Mencari keberadaan larva Simulium di aliran deras

Mencari keberadaan larva Simulium di aliran deras

Pupa Simulium

Pupa Simulium

Bersama dosen dan mahasiswa FKH Undana

Bersama dosen dan mahasiswa FKH Undana

Bersama dosen FKH Undana, Yanti Almet

Bersama dosen FKH Undana, Yanti Almet

Categories: Laporan Kegiatan, Laporan Perjalanan | Tags: , | Leave a comment

Mengejar Matahari Terbenam di Pantai Tablolong

Pantai-pantai di Kupang terkenal sangat indah dan  alami. Selain Pantai Lasiana nan indah, ada lagi Pantai Tablolong  yang letaknya masih di daerah Kupang, NTT. Pantai ini  terletak di wilayah Kecamatan Kupang Barat, tepatnya berada diujung barat Pulau Timor. Dari kota Kupang jaraknya sekitar 25 km, letaknya cukup terpencil dan agak sulit dijangkau kecuali dengan mobil pribadi. Beruntung sekali, perjalanan kami kali ini ditemani oleh Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Undana, Dr Max Sanam beserta isteri (Dr Hembang Murni P) yang punya hobi fotografi, serta teman-teman dosen FKH Undana. Temanya mengejar matahari terbenam di Pantai Tablolong, dan alhamdulillah kami dapat mengejarnya. Luar biasa indahnya pantai ini, pasirnya putih bersih, airnya biru tenang, dan masih perawan. Bentuk syukur kami terhadap kebesaran ciptahan Yang Maha Pencipta ini, kami wujudkan dalam bentuk upaya merekam keindahan alam melalui kamera, tablet, hp. Aneka pose dan gayapun tiada henti berganti-ganti…lupa bahwa diri ini sesungguhnya tidak muda lagi….

Keindahan Pantai Tablolong tampaknya sudah mendapat perhatian dari Dinas Pariwisata setempat. Di lokasi pantai ini sudah dibangun fasilitas-fasilitas pendukung seperti lopo-lopo dan permainan anak. Namun kondisinya kurang terawat dengan baik. Padahal pantai ini sangat cocok untuk aktivitas wisata pantai seperti menyelam, berenang, berjemur di atas pasir, berperahu, dan sebagainya. Di sekitar jalan yang berkelak kelok menuju pantai tersebut terdapat perkampungan yang memberikan keunikan tersendiri. Kita masih dapat menyaksikan suasana kampung asli penduduk daerah Kupang.  Di sisi kanan dan kiri jalan bisa ditemui  bangunan rumah-rumah yang masih tradisional. Dinding rumahnya terbuat dari susunan bilah bambu yang dipasang vertikal. Dengan 3 bambu yang dipasang horizontal pada bagian tengah, atas, dan bawah dinding yang berfungsi untuk menahan bilah bambu yang disusun vertikal. Adapun bagian atapnya ditutup dengan pelepah pohon kelapa berikut dengan daunnya, tetapi ada juga beberapa rumah yang menggunakan ijuk sebagai bahan baku penutup atap. Pemandangan yang menenteramkan dan menyegarkan suasana, setelah seharian di ruang kuliah bersama mahasiwa Undana…..(Upik Kesumawati Hadi, Laboratorium Entomologi FKH IPB, April 2014)

Tulisan dalam PDF:  Mengejar Matahari Terbenam di Pantai Tablolong

Sunset di Pantai Tablolong

Sunset di Pantai Tablolong

Pasir putih, tebal, batu karang...lopo-lopo

Pasir putih, tebal, batu karang…lopo-lopo

Perahu nelayan dikejauhan

Perahu nelayan dikejauhan

Betapa indahnya Alam Mu wahai Allah...

Betapa indahnya Alam Mu wahai Allah…

Categories: Laporan Kegiatan, Laporan Perjalanan | Tags: , , | Leave a comment