Halau Nyamuk Aedes aegypti Penyebar Virus Zika

https://cantik.tempo.co/read/news/2016/09/06/336802103/halau-nyamuk-aedes-aegypti-penyebar-virus-zika

Selasa, 06 September 2016 | 18:24 WIB

TEMPO.CO, Jakarta –  Virus zika ditularkan oleh nyamuk terutama Aedes aegypti yang juga dikenal sebagai vektor dengeu, yellow fever, dan chikungunya. Vektor definitif maupun potensial ini banyak terdapat di Afrika, Amerika, Asia, Eropa dan Kepulauan Pasifik.

Hasil penelitian menunjukkan Aedes aegypti adalah nyamuk yang tangguh, tidak hanya mampu bertelur di tempat yang jernih, tapi juga bisa bertelur di air yang berpolusi. Nyamuk ini mudah beradaptasi dengan lingkungan. Nyamuk jenis ini dianggap bisa hidup di siang maupun malam hari.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Hewan Institut Pertanian Bogor (FKH IPB) Upik Kesumawati menambahkan, nyamuk mudah dikendalikan dengan mengubur, menguras dan menghilangkan wadah yang mengandung air serta menerapkan pola hidup sehat dan lingkungan yang bersih.

Dia menghimbau agar masyarakat membersihkan tempat penampungan air, minimal seminggu sekali dan gosok hingga bersih karena telur Aedes aegypti menempel di dinding wadah.

“Istimewanya telur Aedes aegypti bisa bertahan hidup walaupun tidak ada air. Telurnya tahan kering, begitu ada air hujan dia berkembang lagi. Beda dengan nyamuk lain kalau tidak ada air akan mati. Intinya adalah menutup wadah air,” katanya.

Upik mengingatkan bahwa penyebaran virus zika harus diwaspadai dengan cara mencegahnya mulai di sekitar lingkungan. Menurutnya, hampir di setiap lingkungan rumah penuh dengan wadah air yang bisa mengakibatkan aedes aegypti berkembang dan memunculkan virus zika.

“Hasil pengamatan jentik di beberapa daerah menunjukkan angka bebas jentik di Bogor masih jauh dari standar pemerintah. Rata-rata baru mencapai 17-18 persen,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.com, Jumat, 2 September 2016.

Sedangkan pakar virus FKH IPB Surachmi Setyaningsih mengatakan dengan terdeteksinya virus zika di Singapura, maka Indonesia harus waspada karena potensi penularannya sangat tinggi, yakni nyamuk aedes aegypti.

“Ini adalah faktor risiko yang kami anggap penting. Harus digarap serius dan tidak bisa parsial,” ujarnya.

Saat ini Singapura sudah melaporkan adanya serangan virus zika pada manusia. Karena ada isu bahwa virus ini kemungkinan ada hubungan dengan bayi yang akan dilahirkan, mereka mendeteksi walaupun gejalanya ringan seperti demam, mata merah, bercak merah (seperti demam berdarah).

“Singapura dengan kita kan dekat, saya kira nyamuknya tidak berbeda jauh spesiesnya dengan kita. Mereka yang sanitasinya bagus bisa tertular, maka kita harus siap dan tingkatkan kewaspadaan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, penyebaran virus zika sudah diketahui sejak tahun 1947 dan pertama ditemukan pada monyet di Afrika.

Setelah itu, virus ini diketahui menyebar ke Asia. Selanjutnya, pada tahun 2007 mulai banyak menular dan menyebar ketika akhir 2014 hingga 2015 bahkan sampai sekarang masih ada.

Virus ini seakan-akan pernah menghilang dan muncul kembali. Sampai saat ini, virus zika menginfeksi primata, belum ada bukti menginveksi ternak dan belum ada vaksinnya.

 

 

 

Categories: Berita Media Masa | Tags: , | Leave a comment

Waspada Virus Zika

Guru Besar IPB: Waspada Virus Zika

Minggu, 4 September 2016

http://news.ipb.ac.id/news/id/1d7969c00b02d7fad5e70b7852f70e9a/Guru-Besar-IPB-Waspada-Virus-Zika.html

Penyebaran virus zika sudah diketahui sejak tahun 1947 dan pertama ditemukan pada monyet di Afrika. Setelah itu, virus ini diketahui menyebar ke Asia. Selanjutnya, pada tahun 2007 mulai banyak menular dan meletus ketika akhir 2014 hingga 2015 bahkan sampai sekarang masih ada.

Virus ini seakan-akan pernah menghilang dan muncul kembali. Sampai saat ini, virus zika menginfeksi primata, belum ada bukti menginveksi ternak dan belum ada vaksinnya. Virus ini ditularkan oleh nyamuk terutama Aedes aegypti (vektor dengue, yellow fever, chikungunya). Vektor definitif maupun potensial banyak terdapat di Afrika, Amerika, Asia, Eropa dan Kepulauan Pasifik.

Menurut pakar di bidang virus Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Surachmi Setyaningsih, dengan terdeteksinya virus zika di Singapura, Indonesia harus waspada karena potensi penularannya sangat tinggi, yakni nyamuk Aedes aegypti-nya ada, lingkungan mendukung dan kepedulian masyarakatnya kurang. “Ini adalah faktor risiko yang kami anggap penting. Harus digarap serius dan tidak bisa parsial,” ujarnya.

Dikatakannya, saat ini Singapura sudah melaporkan adanya serangan virus zika pada manusia. Karena ada isu bahwa virus ini kemungkinan ada hubungan dengan bayi yang akan dilahirkan, mereka mendeteksi walaupun gejalanya ringan seperti  demam, mata merah, bercak merah (seperti demam berdarah). “Singapura dengan kita kan dekat, saya kira nyamuknya tidak berbeda jauh spesiesnya dengan kita. Mereka yang sanitasinya bagus bisa tertular, maka kita harus siap dan tingkatkan kewaspadaan,” imbuhnya.

Penyebaran virus zika harus diwaspadai karena manusia menyediakan habitatnya. Lingkungan rumah dan sekeliling kita penuh dengan wadah air yang bisa mengakibatkan Aedes aegypti berkembang. Ada kaleng bekas, ada sisa barang yang menumpuk di dalam rumah kita dan menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Selama ini masyarakat sudah tahu bahwa mereka menyediakan air yang bisa menjadi tempat berkembang biak Aedes aegypti. Namun kepedulian terhadap lingkungannya sangat rendah sekali. “Hasil pengamatan jentik di beberapa daerah menunjukkan angka bebas jentik di Bogor masih jauh dari standar pemerintah. Rata-rata baru mencapai 17-18 persen,” imbuh Prof.Dr. Upik Kesumawati, pakar di bidang nyamuk FKH IPB.

Hasil penelitian menunjukkan Aedes aegypti adalah nyamuk yang tangguh, tidak hanya mampu bertelur di tempat yang jernih, tapi juga bisa bertelur di air yang berpolusi. Nyamuk ini mudah beradaptasi dengan lingkungan. Perilaku nyamuk Aedes aegypti yang dianggap nyamuk siang hari ternyata hasil riset menemukan nyamuk ini ditemukan pada malam hari. Ini adalah perubahan perilaku adaptif dari Aedes aegypti.

Menurut Prof Upik, nyamuk mudah dikendalikan asal kitanya mau. Kendalikan vektor Aedes aegypti dengan 3 M plus yakni mengubur, menguras dan menghilangkan wadah yang mengandung air. Pola hidup sehat dan lingkungan yang bersih. Bersihkan tempat penampungan air, minimal seminggu sekali dan gosok hingga bersih karena telur Aedes aegypti menempel di dinding wadah.

“Istimewanya telur Aedes aegypti bisa bertahan hidup walaupun tidak ada air. Telurnya tahan kering, begitu ada air hujan dia berkembang lagi. Beda dengan nyamuk lain kalau tidak ada air akan mati. Intinya adalah menutup wadah air,” pungkasnya.(Zul)

 

 

Categories: Berita Media Masa | Tags: , | Leave a comment

Nasi Kuning Saroja

Di Menado kita dapat menikmati lezatnya nasi kuning yang dikenal dengan nama Nasi Kuning Saroja. Rasa nasi kuningnya tidak jauh berbeda dengan nasi kuning yang biasa kita temui di Jawa atau di tempat lain, tetapi yang membedakannya adalah lauk-pauk pendampingnya.  Nasi kuning khas manado ini dilengkapi dengan suwiran daging sapi yang manis, abon ikan cakalang, “semur” kentang, kentang kering dan telur rebus sebagai pilihannya. Ini semua disempurnakan dengan sambal pedas yang tersedia di tiap meja. Anda bisa menikmatinya dengan harga satu porsinya sekitar Rp10.000,- sd Rp18.000,- di warung-warung. Tetapi anda juga dapat membelinya untuk dibawa pulang dan dalam “packaging” yang cantik. Nasi kuning ini dibungkus dengan menggunakan daun woka (lontar) yang memiliki bentuk unik (Upik Kesumawati Hadi, September 2016).

Tulisan dalam PDF: Nasi Kuning Saroja

Nasi kuning dalam daun woka

Nasi kuning dalam daun woka

Nasi kuning bungkus daun woka

Nasi kuning bungkus daun woka

 

 

 

Categories: Laporan Perjalanan | Tags: , | Leave a comment

Ikan Cakalang Fufu

Ikan cakalang adalah ikan air laut yang terkenal disukai masyarakat Manado karena dagingnya yang padat serta memiliki rasa yang khas. Ikan cakalang selain rasanya lezat, juga memiliki banyak manfaat terlebih kandungan proteinnya sangat tinggi serta mengandung omega 3 yang sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

Oleh karena itu, ikan cakalang bernilai komersial tinggi, dan dijual dalam bentuk segar, beku, atau diproses sebagai ikan kaleng, ikan kering, atau ikan asap. Baik di Manado maupun di Maluku, ikan cakalang umumnya diawetkan dengan cara pengasapan, sehingga disebut ikan cakalang fufu (cakalang asap).

Bila anda ingin mencari ikan cakalang fufu, cukup datang ke pasar khusus ikan cakalang fufu yang letaknya di kota Menado. Lokasinya di jalan Achmad Yani, Sario Manado, cukup bersih dan mudah dijangkau, serta memiliki area parkir yang luas. Di sini ada sekitar 10 toko yang menjual ikan cakalang fufu, ikan roa kering, bakasang sambal ikan roa dan lain-lain.

Pasar ikan tersebut ramai dikunjungi turis domestik maupun mancanegara. Barang yang telah dibelipun oleh penjual akan dipak dengan rapi sehingga aman ketika masuk bagasi pesawat terbang. Nah…jangan lupa bawa oleh-oleh ikan cakalang fufu, dan sampai rumah langsung digoreng dan makan dengan sambal roa, atau dibuat masakan khas Manado Ikan Cakalang Fufu bumbu pedas. Resepnya silakan anda coba berikut ini:

Bahan-bahan: Ikan Cakalang Fufu Bumbu Pedas

~ 3 sendok makan minyak untuk menumis
~ 500 gram daging ikan cakalang asap
~ 2 batang serai, di memarkan
~ 1 buah jeruk limau, ambil airnya saja
~ 1 ikat daun kemangi, ambil daun nya
~ 5 lembar daun jeruk, di iris2 halus
~ 2 cm lengkuas, di memarkan
~ 3 cm jahe, di memarkan

Bahan bumbu-bumbu halus:

~ 1 sendok teh terasi bakar(harus di bakar)
~ 8 buah cabai merah
~ 1 sendok teh garam
~ 7 buah cabai rawit merah
~ ½ sendok teh gula pasir
~ 8 buah bawang merah

Cara membuat :

Tahap 1. Suwir-suwir daging ikan cakalang, goreng sebentar kemudian sisihkan
Tahap 2. Tumis bumbu halus, jahe, serai, daun jeruk, lengkuas sambil diaduk-aduk sampai harum
Tahap 3. Masukkan suwiran ikan cakalang, aduk-aduk rata. Masak sambil diaduk sampai bumbu2nya meresap
Tahap 4. Tambahkan kemangi dan air jeruk limau, aduk rata. Kemudian di masak sampai matang

Semoga Bermanfaat…(Upik Kesumawati Hadi, September 2016)

TULISAN DALAM PDF: Ikan Cakalang Fufu

Tumpukan ikan Cakalang Fufu

Tumpukan ikan Cakalang Fufu

Penjual di pasar ikan

Penjual di pasar ikan

Ikan Roa

Ikan Roa

Sambal Roa ...

Sambal Roa …

Bekasang atau terasi manado

Bekasang atau terasi manado

Categories: Laporan Perjalanan | Tags: , , , | Leave a comment

Perubahan iklim ubah perilaku nyamuk Aedes aegypti

Sabtu, 19 Maret 2016 10:49 WIB | 12.220 Views

Pewarta: Laily Rahmawati.

Pengasapan Nyamuk (Antara Foto Syahrul Manda tikupadang)

Pengasapan Nyamuk (Antara Foto Syahrul Manda tikupadang)

http://www.antaranews.com/berita/550862/pakar-perubahan-iklim-ubah-perilaku-nyamuk-aedes-aegypti.

Bogor (ANTARA News) – Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Upik Kesumawati Hadi mengungkapkan bahwa perubahan iklim telah mengubah perilaku nyamuk Aedes aegypti yang merupakan vektor penyakit demam berdarah dengue (DBD).

“Kehidupan Aedes aegypti dipengaruhi oleh perubahan iklim, jika suhu meningkat nyamuk dapat hidup lebih aktif dan menularkan virus DBD dengan lebih cepat,” kata Prof Upik dalam orasi Ilmiah Guru Besar IPB di Kampus Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu.

Ia mengatakan Aedes aegypti adalah nyamuk yang mudah beradaptasi dengan baik. Larvanya yang semula hanya menempati habitat domestik, terutama penampungan air bersih di dalam rumah, kini mampu berkembang di wadah-wadah air yang mengandung berbagai macam polutan.

“Seperti yang terjadi di Komplek IPB Dramaga, pada tahun 1990 masih dihuni Aedes albopictus, tetapi sejak 2002 hingga sekarang sudah didominasi oleh Aedes aegypti. Keduanya kini berperan sebagai vektor primer dan sekunder DBD,” katanya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, nyamuk Aedes aegypti juga mengalami perubahan perilaku mengisap darah yang semua hanya aktif di siang hari (diurnal), kini juga aktif di malam hari (nokturnal).

“Kondisi ini menuntut kita untuk lebih waspada terhadap nyamuk ini yang juga mempunyai sifat mudah terusik, mampu berpindah-pindah dari satu orang ke orang lain, dan menjadi vektor yang efisien dalam meningkatkan risiko penularan DBD,” katanya.

Ia menjelaskan, pengendalian vektor DBD saat ini masih mengutamakan cara kimiawi seperti melalui penyemprotan insektisida (ULV dan fogging), larvasidasi, serta penggunaan insektisida rumah tangga.

Menurutnya, penggunaan insektisida yang sama secara terus menerus dapat menimbulkan resistensi populasi melalui seleksi, yakni menghilangkan individu nyamuk yang rentan dan menyisakan individu-individu yang tahan.

“Belum lagi kemungkinan mutasi gen yang dapat terjadi akibat pemaparan terhadap insektisida. Ini dapat menjadi faktor yang menyebabkan gagalnya upaya pengendalian vektor,” katanya.

Hasil penelitian dari tahun 2014 hingga 2015, jelasnya, menunjukkan Aedes aegypti dari 35 kelurahan (35 galur) di Kota Bogor telah resisten terhadap tiga golongan insektisida yang umum dipakai dengan status berbeda yakni 74 persen galur nyamuk berstatus resisten terhadap melation (golongan organofosfat), 63 persen galur resisten terhadap bendiokarb (golong organokarbamat), 86 persen galur resisten terhadap deltametrin (golongan piretroid sintetik) dan 80 persen galur resisten ganda atau lebih dari satu golongan insektisida.

“Dinas Kesehatan Kota Bogor harus berhati-hati dalam menentukan insektisida yang akan digunakan untuk pengendalian vektor di daerah yang sudah toleran dan resisten,” katanya.

Manajemen resistensi yang dapat diterapkan, lanjutnya, adalah rotasi penggunaan insektisida serta hanya digunakan saat diperlukan. Telah tersedia peta resistensi di satu daerah yang dapat membantu dinas terkait untuk melakukan pengendalian vektor demam berdarah.

Menurut Prof Upik, penting untuk memahami bioekologi nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor DBD agar masyarakat maupun dinas terkait waspada terhadap penularan penyakit yang tergolong berbahaya tersebut.

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Pentingnya Pemahaman Bioekologi Vektor Demam Berdarah Dengue dan Tantangan Dalam Upaya Pengendelian” ia memaparkan, peranan nyamuk sebagai vektor penyakit berkaitan erat dengan hubungan segitiga antara nyamuk, agen penyakit, dan inangnya (orang).

“Kondisi bioekologi vektor amat berperan menentukan pola kejadian penyakit DBD di satu wilayah tertentu, seperti menimpa segmen populasi mana, dan bagaimana pola penularannya,” katanya.

Gaya hidup manusia modern, lanjutnya, banyak menciptakan habitat baru bagi nyamuk Aedes untuk berkembang biak di lingkungan permukiman. Data hasil penelitian di delapan lokasi menunjukkan angka bebas jentik 17,8-88,5 persen, yang artinya ada peluang terjadinya transmisi penyakit.

“Untuk bebas transmisi DBD di suatu daerah diperlukan angka bebas jentik di atas 95 persen,” katanya.

Prof Upik menambahkan, rendahnya kepedulian dan tingginya mobilitas masyarakat mengakibatkan pengendalian vektor DBD tidak berjalan optimal. Sehingga perlu pendidikan dan pelatihan, mengingat kompleksnya permasalahan vektor.

“Pengendalian vektor menjadi pilihan utama untuk menekan DBD sepanjang pendekatan dengan vaksinasi belum berhasil. Upaya pencegahan nyamuk dengan 3M plus tidak cukup tetapi 4M yakni menguras, menutup, mengubur dan memantau,” katanya.

http://www.antaranews.com/berita/550862/pakar-perubahan-iklim-ubah-perilaku-nyamuk-aedes-aegypti.

Categories: Berita Media Masa | Tags: , | Leave a comment

Bubur Manado atau Tinutuan

 Ketika pertama kali datang ke Manado tahun 1991, saya menikmati bubur manado di dekat hotel tempat menginap. Sejak itu saya jatuh cinta dengan kelezatan bubur manado. Oleh karemna itu ketika ada kesempatan lagi mengunjungi kota manado, yang saya kejar adalah menikmati kelezatan bubur manado. Alhamdulillah akhirnya saya dapat menikmatinya berssama kawan lama yang menetap di kota ini sambil bercerita banyak hal dan bernostalgia. Kawan lama saya ini bernama DR Drh Sri Adiyani yang menikah dengan kawan sekelasnya DR Drh Frederik Rotinsulu, yang juga asli Manado.

Kami berdua menikmati bubur manado dengan pelengkap perkedel ikan Nike, tahu goreng manado, sambal pedas, dan sambal dabu-dabu. Luar biasa lezatnya…sampai saya tertarik untuk belajar cara membuatnya dari temanku ini yang juga senang memasak. Menurutnya bubur manado sangat mudah dibuat, bahan-bahan yang diperlukan pun dengan mudah dapat dijumpai baik di pasar tradisional maupun di supermarket. Jadi, jika ingin mengetahui bagaimana cara membuat bubur manado, silahkan lihat resepnya di bawah ini.

Resep Bubur Manado

  • Beras 300 gram, cuci bersih
  • Jagung manis 4 buah, sisir
  • Ubi jalar kuning 200 gram, potong kecil
  • Labu kuning 200 gram, potong dadu
  • Daun bayam 100 gram
  • Daun kangkung 100 gram
  • Kacang panjang 100 gram, potong kecil
  • Daun kemangi 20 helai
  • Daun bawang 1 batang, iris kasar
  • Daun salam 2 buah
  • Garam 2 sendok teh
  • Gula pasir 1/2 sendok teh
  • Kaldu bubuk 1 sendok teh
  • Air 1 liler

Bahan Pelengkap

  • Ikan asin 100 gram, potong dadu dan goreng sampai kering
  • Sambal Dabu-dabu:
  • –  Cabai rawit merah 4 buah, iris tipis
  • –  Cabai rawit 6 buah, iris tipis
  • –  Bawang merah 4 butir, potong-potong
  • –  Tomat merah 1 buah, potong-potong
  • –  Jeruk nipis 2 sendok makan
  • –  Garam ½ sendok teh.

Cara Membuat Bubur Manado

  1. Masak air hingga mendidih dan masukan beras bersama daun salam daun sereh, tunggu sampai setengah matang
  2. Tambahkan jagung, ubi, dan labu, masak sampai lunak
  3. Tambahkan kangkung, kacang panjang, daun bayam, daun bawang dan daun kemangi, masak sampai layu
  4. Tambahkan garam dan gula pasir, aduk sampai rata dan angkat apabila sudah matang
  5. Buat sambal dabu-dabu dengan cara mencampur semua bahan diatas.
  6. Sajikan bubur manado dengan sambal dabu-dabu dan bahan pelengkap.

Semoga bermanfaat … (Upik Kesumawati Hadi, September 2016)

Tulisan dalam PDF:  Bubur Manado atau Tinotuan

Tinutuan

Tinutuan

Bersama sahabat Manadoku, Dr Sri Adiani

Bersama sahabat Manadoku, Dr Sri Adiani

wuih...maknyuss..

wuih…maknyuss..

Alhamdulillah...perkedel ikan nike...

Alhamdulillah…perkedel ikan nike…

 

Categories: Laporan Perjalanan | Tags: , | Leave a comment

Menikmati Keindahan Pulau Bunaken

Bunaken adalah sebuah nama yang sangat dikenal terutama bagi para pencinta diving dan snorkeling. Pulau ini memiliki taman laut yang sangat indah sehingga menjadi tjuan wisata bagi para turis domestik dan manca negara. Bunaken adalah sebuah sebuah pulau seluas 8,08 km² terletak  di Teluk Manado, di utara pulau Sulawesi, Indonesia. Pulau ini merupakan bagian dari kota Manado, ibu kota Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.

Untuk menuju Pulau Bunaken, anda dapat  menyewa kapal cepat (speed boat) dengan beaya Rp 1.300.000,- untuk 20 orang penumpang. Lama perjalanan sekitar 45 menit dari pelabuhan kota Manado, yaitu Marina. Sepanjang peralanan menuju Pulau Bunakaen anda dapat menikmati gelombang laut yang cukup tenang, dan memandang pulau-pulau lain yang ada di sekitar teluk Menado. Sensasi yang luar biasa…

Di sekitar pulau Bunaken terdapat Taman Laut Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bunaken. Taman laut ini memiliki biodiversitas kelautan yang tergolong tertinggi di dunia. Oleh karenanya banyak penyelam-penyelam datang ke pulau ini untuk menikmati keindahannya. Secara keseluruhan Taman Laut Bunaken meliputi lima pulau yakni Pulau Manado Tua (Manarauw), Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Naen. Meskipun meliputi area yang sangat luas, lokasi penyelaman (diving) hanya terbatas di masing-masing pantai yang mengelilingi kelima pulau itu.

Dalam perjalanan menuju Pulau Bunaken, speed boat yang mengantar pengunjung akan berhenti di beberapa titik Taman Laut Bunaken. Disini penupang akan diperlihatkan keindahan pemandangan bawah laut oleh awak speedboat dengan cara membuka dan menurunkan kotak kaca khusus. Melalui kotak kaca khusus ini terlihat aneka ragam ikan warna-warni yang indah berlarian, bergerombol pada dinding-dinding terumbu karang yang bentuknya juga beraneka ragam. Menurut awak speed boat yang juga penyelam, di beberapa titik Taman Laut Bunaken terdapat underwater great walls, atau disebut juga hanging walls, atau dinding-dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas. Dinding karang ini juga menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan di perairan sekitar Pulau Bunaken.

Kegiatan yang bisa dilakukan  pengunjung di pulau Bunaken kebanyakan adalah snorkeling atau menyelam, agar dapat menikmati pesona keindahan taman laut secara utuh dan jelas. Bagi yang yang berkeinginan untuk melakukan snorkeling, di sekitar sini telah banyak penyedia alat – alat selam yang disewakan.  Jadi tidak perlu repot membawa peralatan. Bisa juga anda duduk-duduk di warung pinggir pantai sambil menikmati kelapa muda dan pisang goreng bercocol sambal.

Secara geografis Pulau Bunaken termasuk dalam wilayah perairan “Segi Tiga Emas“.Wilayah “Segi Tiga Emas” adalah jalur perairan laut yang menghubungkan laut Filipina, laut Papua, dan laut Indonesia. Disini terdapat lebih dari 3000 spesies ikan. Oleh karena kekayaan alam yang berada di Bunaken ini sangat luar biasa, maka berbagai organisasi nasional dan internasional non pemerintah saling bekerja sama dalam menjalankan konservasi terumbu karang dan mangrove. Bila mau, anda juga dapat mengikuti wisata mangrove di areal ini. (Upik Kesumawati Hadi, September 2016).

Tulisan dalam PDF: Menikmati Keindahan Pulau Bunaken

Speedboat yang mengantar kami

Speedboat yang mengantar kami

Darmaga Bunaken

Darmaga P Bunaken

Kelapa muda dan pisang goreng sambal di tepi pantai P Bunaken

Kelapa muda dan pisang goren sambal pedas

Menjelang petang..

Menjelang petang di pantai Bunaken

Pemandangan sepanjang pantai

Cottage pinggir pantai

Semangat cinta Bunaken

Semangat cinta Bunaken…kami datang

Bersiap kembali ke Manado setelah snorkeling dan jalan-jalan

Snorkelin dan jalan-jalan sudah…kini kami siap kembali ke Manado

Oh Bunaken...

sampai jumpa…

 

Categories: Laporan Perjalanan | Tags: , | Leave a comment

Renungan Jum’at 32/2016

Puasa Arofah

Bagi orang yang tidak berhaji dianjurkan untuk menunaikan puasa Arofah yaitu pada tanggal 9 Dzulhijah. Hal ini berdasarkan hadits Abu Qotadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, “Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.”[HR. Muslim no. 1162, dari Abu Qotadah]

Hadits ini menunjukkan bahwa puasa Arofah lebih utama daripada puasa ‘Asyuro. Di antara alasannya, Puasa Asyuro berasal dari Nabi Musa, sedangkan puasa Arofah berasal dari Nabi kita Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam. [ Lihat Fathul Bari, 6/286]

Keutamaan puasa Arofah adalah akan menghapuskan dosa selama dua tahun dan dosa yang dimaksudkan di sini adalah dosa-dosa kecil. Atau bisa pula yang dimaksudkan di sini adalah diringankannya dosa besar atau ditinggikannya derajat. [ Lihat Syarh Muslim, An Nawawi, 4/179, Mawqi’ Al Islam[]

Adapun untuk orang yang berhaji tidak dianjurkan melaksanakan puasa Arofah. Dari Ibnu ‘Abbas, beliau berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berpuasa ketika di Arofah. Ketika itu beliau disuguhkan minuman susu, beliau pun meminumnya.” [HR. Tirmidzi no. 750]

Tulisan dalam PDF: Renungan Jumat 32 2016

Categories: Artikel agama Islam | Tags: | Leave a comment

Renungan Jumát 30/16

Yuk Sholat Tahajud

Q.S. al Isra 79: Allah berfirman: ”Dan pada sebahagian malam bertahajudlah kamu sebagai ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat terpuji”.

Rasulullah tidak pernah meninggalkan Sholat Tahajud setiap malamnya. Aisyah RA mengatakan “Rasulullah mengerjakan Sholat Malam setelah mengerjakan Sholat Isya hingga waktu fajar Menyingsing”. Menurut riwayat juga bahwa tidur Beliau sangat sedikit, waktu malam banyak dihabiskan untuk sholat tahajud (Hadist Riwayat Ahmad).

Waktu Sholat Tahajud yang paling baik bisa kita ambil dari hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa ” Pada tiap sepertiga malam terakhir Allah turun ke langit dunia lalu Ia berfirman: “ Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia”.

Yuk…yuk…  kita mulai mengamalkannya  mulai dari yang ringan secara istiqomah 2 rakaat, 4, 8 rokaat , dan ditutup dengan Sholat Witir 3 rokaat.  Banyak riwayat mengatakan bahwa Sholat Tahajud bermanfaat bagi kesehatan, dapat menyembuhkan segala macam penyakit, dan mengabulkan apa yang dimohonkan manusia kepadaNya… Para salafussaleh mengibaratkan sholat Tahajud sebagai riyadhoh, olahraga di pagi hari….masya Allah..

Tulisan dalam PDF: Renungan Jumát 30 2016

Categories: Artikel agama Islam | Tags: | Leave a comment

Selamat Tahun Baru 2016

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Mina sama e

Shinnen akemashite omedetou gozaimasu,  kotoshi mo yoroshiku onengaishimasu. Yoi toshi o narimasu you ni.

Selamat membuang lembaran lama dengan lembaran baru dengan mengucap bismillahirrohmanirrohim. Semoga kasih sayang Allah SWT di tahun ini tetap bersinar. Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk, dan memberkahi kita semua dengan sehat, sejahtera, bahagia, semangat dan keselamatan dunia dan akhirat. Aamiin yrba..

Upik Kesumawati Hadi bersama keluarga

 

Selamat Tahun Baru 2016

Selamat Tahun Baru 2016

Tulisan dalam pdf: Selamat Tahun Baru 2016

 

Categories: Budaya Jepang, Laporan Kegiatan | Tags: | Leave a comment