browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Mengenal Simulium (Black Fly)

Posted by on May 21, 2010

Mengenal Simulium (Black Fly)

Upik Kesumawati Hadi

Bagian Parasitologi dan Entomologi Kesehatan, Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan IPB

Simulium adalah sejenis lalat kecil (3mm-8mm), penghisap darah seperti nyamuk atau agas yang termasuk ke dalam Ordo Diptera, Subordo Nematocera, Famili Simuliidae. Dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah lalat punuk karena mempunyai daerah toraks yang menonjol (Gambar 1). Umumnya lalat ini berwarna hitam sehingga dikenal dengan istilah blackfly. Istilah ini sebenarnya tidak cocok lagi karena ada jenis lalat ini yang berwarna kuning keemasan seperti Simulium ochraceum di Amerika latin. Di Kanada lalat ini dikenal dengan istilah no see um karena kecil dan tidak tampak jelas dilihat dengan mata saat mereka berkerumun.  Dimanapun berada lalat ini merupakan pengganggu akibat gigitannya dan dapat menyebarkan penyakit, dan biasanya setiap wilayah lalat ini mempunyai nama khusus dalam bahasa lokal.

Famili Simuliidae terdiri atas 1809 species  (termasuk 11 spesies punah) tersusun dalam 28 genera dengan empat di antaranya Simulium, Prosimulium, Cnephia and Austrosimulium. Keempat genus tersebut mempunyai arti ekonomi karena merugikan manusia atau hewan,dan semuanya tergolong dalam Subfamili Simuliinae. Subfamili Parasimuliinae terdiri atas empat spesies hanya tercatat dari Amerika Utara bagian barat. Genus terbesar dari famili ini adalah Simulium dengan 1200 spesies tersusun dalam 42 subgenera. Simulium terdapat di semua wilayah zoogeografis dengan jumlah terbesar (410 spesies) dilaporkan dari daerah Palaearktik. Prosimulium dengan 110 spesies digolongkan dalam enam subgenera banyak terdapat di daerah  Holoarktik seperti genus Cnephia. Adapun Austrosimulium hanya terbatas terdapat di Australia dan New Zealand. Genera besar lainnya adalah Gigantodax dengan 65 spesies di daerah Neotropik  dan Metacnephia dengan 51 spesies di Holarktik. Famili  Simuliidae kaya akan spesies kompleks yang kebanyakan hanya bisa dibedakan dengan sitotaksonomi (dengan pemerikasaan kromosom kelenjar ludah larva). Contoh yang sangat baik dari spesies kompleks adalah S. damnosum asal Afrika dengan 40 jenis sitotipe.

Di Indonesia saat ini telah dilaporkan hanya ada satu genus yaitu Simulium dengan sekitar 100 spesies tersebar di seluruh tanah air. Di pulau Jawa sendiri monograf terkhir menunjukkan bahwa ada 22 spesies, antara lain Simulium sigiti, S. javaense, S. parahiyangum dan S. upikae (Takaoka & Davies 1996). Nama-nama yang mengikuti spesies tersebut ada nama orang dan nama daerah. Sistem penamaan ini mengikuti sistem tata nama yang berlaku di dalam taksonomi hewan secara umum.  Sebagai contoh, S. sigiti adalah bentuk penghargaan yang diberikan oleh penemu spesies ini kepada seseorang yang berjasa di dalam proses penemuan spesies baru tersebut yaitu Prof Dr. Singgih H. Sigit, MSc dari Bagian Parasitologi dan Entomologi Kesehatan IPB (Takaoka & Hadi 1991).

Full Paper in PDF Mengenal Simulium (blackfly)

Leave a Reply