browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Entomologi Kesehatan di Indonesia: Masalah, Kendala dan Tantangannya

Posted by on May 24, 2010

Abstrak

Upik Kesumawati Hadi. 2008. Entomologi Kesehatan di Indonesia: Masalah, Kendala, dan Tantangannya. Seminar Nasional V Pemberdayaan Keanekaragaman Serangga Untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat, Bogor 18-19 Maret 2008.

Artropoda kesehatan membuat dampak yang beragam terhadap kesejahteraan manusia, mulai dari gangguan terhadap kenyamanan hidup, menyebabkan kerugian ekonomi, sampai menimbulkan penyakit yang tidak jarang menyebabkan kematian. Artropoda yang berperan penting terhadap kesehatan termasuk dalam oro-ordo Diptera (nyamuk dan lalat), Phthiraptera (kutu), Hemiptera (kepik), Dictyoptera (lipas), Siphonaptera (pinjal) dan Hymenoptera (semut, tawon dan lebah) dari kelas Insecta (Hexapoda), serta Acari (tungau dan caplak), Araneae (labah-labah) dan Scorpions (kalajengking) dari kelas Arachnida.  Gangguan kenyamanan terutama disebabkan oleh hama permukiman, khususnya nyamuk, lalat, lipas, dan semut, kerugian ekonomis oleh berbagai jenis ektoparasit pada hewan piara, sedang berbagai penyakit disebarluaskan oleh vektor. Malaria, demam berdarah dengue, filariasis, chikungunya dan japanese encephalitis adalah penyakit-penyakit yang membahayakan kesehatan manusia. Sementara piroplasmosis/babesiosis, surra, dan infestasi caplak dan lalat penghisap darah menimbulkan kerugian pada produksi hasil ternak. Kendala yang ada terutama dihadapi di bidang entomologi veteriner karena amat rendahnya perhatian terhadap masalah yang ditimbulkan. Untuk entomologi kesehatan pada umumnya, kurangnya kepakaran dengan akibat kurangnya informasi tentang bioekologi merupakan tantangan yang harus segera ditangani. Peningkatan penelitian dan sosialisasi peranan entomologi kesehatan dalam pembangunan bangsa perlu dilakukan. Pengendalian vektor yang efektif memerlukan kerjasama lintas sektor. Program pendidikan khusus entomologi kesehatan dewasa ini dilaksanakan pada tingkat pascasarjana, seyogyanya program itu ada pada semua tatanan, dari S0 hingga S3, mengingat saat ini entomologiwan kesehatan amat langka di Indonesia.

 

Kata Kunci: Entomologi, Artropoda, Pengganggu, Kesehatan, Indonesia.

Leave a Reply