browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

INSIDENSI PENYAKIT KUDIS TELINGA (OTODECTIC MANGE) PADA ANJING DI RUMAH SAKIT HEWAN JAKARTA (The incidence of canine otodectic mange in Jakarta Animal Hospital)

Posted by on June 2, 2010

Abstract:

Okti Nadia Poetri, Upik Kesumawati Hadi & Husnul Hamdi. 2003. The incidence of canine otodectic mange in Jakarta Animal Hospital. Seminar Nasional Seabad Kedokteran Hewan Indonesia, Peranan dan Tantangan Masa Depan Kedokteran Hewan dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Kesehatan Masyarakat.

Studies on the incidence of canine otodectic mange in Jakarta Animal Hospital was carried out based on the data of January 1999 to December 2000. The diagnosed of this disease was confirmed by the clinical signs and the laboratory examination of the dog patients.The result showed that the diseases was caused by the mite of Otodectes cynotis (Acariformes: Psoroptidae). There were 18.859 dog patients coming to the hospital in two years (January 1999 to December 2000), and of 67 dogs (0.36%) suffered the otodectetic mange. The disease was not only occured on the male but also on  the female dogs. This dogs belong to the race groups (61.20%), the local dogs (11.94%) and the bastard dogs (26.86%). The range of the infested dog ages was between 8 weeks to 11 years old. The ages between one year old and up were more frequently infested (74,63%) than one year old below (23.37%). Generally all the infested dogs can be cured well at the hospital with the recovery level between 92.3 – 100%.

Key Words:  Otodectes cynotis, dog, animal hospital

Abstrak:

Okti Nadia Poetri, Upik Kesumawati Hadi & Husnul Hamdi. 2003. Insidensi Penyakit Kudis Telinga (Otodectic mange) pada Anjing di Rumah Sakit Hewan Jakarta. Seminar Nasional Seabad Kedokteran Hewan Indonesia, Peranan dan Tantangan Masa Depan Kedokteran Hewan dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Kesehatan Masyarakat.

Pengamatan kejadian infestasi kudis pada telinga anjing (otodectic mange) di Rumah Sakit Hewan Jakarta dilakukan dari Januari 1999 sampai dengan Desember  2000. Diagnosa penyakit dilakukan berdasarkan catatan gejala klinis dan hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan terhadap pasien yang datang pada periode tersebut. Hasil pengamatan pengamatan menunjukkan bahwa penyebab kudis telinga adalah tungau Otodectes cynotis (Acariformes: Psoroptidae). Dari 18.859 ekor pasien yang datang selama dua tahun (sejak Januari 1999 sampai dengan Desember 2000) terdapat 67 ekor (0,36%) penderita otodectec mange. Penyakit ini menyerang baik pada anjing jantan maupun betina. Anjing yang menderita tersebut terdiri atas anjing ras (61,20%), anjing lokal (11,94%) dan anjing bastar (26,86%).  Kisaran umur anjing penderita tersebut bervariasi antara 8 minggu hingga 11 tahun. Anjing berusia satu tahun ke atas lebih banyak terserang (74,63%) dari pada yang berusia satu tahun dan satu tahun ke bawah (23,37%). Secara umum semua anjing yang menderita dapat disembuhkan dengan derajat kesembuhan yang sangat baik (92.31-100%).

Kata Kunci:  Otodectes cynotis, anjing, rumah sakit hewan

Leave a Reply