browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Yahudi, Lambang Kecongkakan

Posted by on June 7, 2010


Setiap hari paling tidak dalam sholat kita selalu berdoa mohon petunjuk kepada Allah swt agar kita ditunjukkan jalan yang lurus (QS Al Fatihah 6-7). Apakah jalan yang lurus itu? Yaitu jalan orang-orang yang diberi nikmat, bukan jalan yang dimurkai dan juga bukan jalan orang-orang  yang sesat. Sebelum Al Qu’ran diturunkan, Allah telah mengutus para rasul untuk membawa agama kepada kaumnya. Di antara ummat terdahulu itu terdapat para nabi, shiddiqin , shalihin, yang membenarkan Rasul dengan jujur dan patuh, serta shuhada yang telah mengorbankan jiwa, harta demi kemuliaan agama Allah. Mereka itulah orang-orang yang diberi nikmat Allah. Lalu ada pula orang-orang yang dimurkai Allah yaitu orang-orang yang tidak mau menerima seruan Allah yang disampaikan oleh Rasul, bahkan mereka menentangnya, sedang  orang-orang yang sesat adalah orang-orang yang tidak betul kepercayaannya dan amal perbuatannya. Allah swt mengajarkan kita agar kita mohon dijauhkan dari jalan orang-orang yang dimurkai Allah dan sesat dari jalan Allah.

Siapakah orang yang dimurkai atau dilaknat Allah (almaghdhuub ‘alaihim) tidak lain adalah Yahudi, dan waladhdhaalliin adalah kaum nasrani. Kaum Yahudi ini mengetahui kebenaran Allah tetapi mereka tidak mau melakukan, bahkan memalsukan, mengingkari, melecehkan dan sangat congkak. Oleh karena itu tingkatannya lebih tinggi untuk dilaknat Allah dan merupakan satu dari empat lambang kecongkakan mahluk Allah Swt.

Empat lambang kecongkakan adalah pertama Iblis yang digambarkan dalam QS Al A’raf 12 merasa lebih baik dari manusia, “ Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah”. Iblis merasa lebih unggul karena bahan asalnya berbeda dengan manusia. Kedua adalah Raja Firaun yang merasa menjadi Tuhan akibat kekuasaan yang dimilikinya; Ketiga adalah Qorun yang menjadi congkak karena kekayaan yang dimilikinya, yang disebutkan dalam suatu riwayat kunci gudangnya tidak akan sanggup diangkat oleh 8 orang yang perkasa. Ketika ada orang meminta zakat dia menolak dan, Qarun mengatakan bahwa kekayaan yang dimilikinya adalah semata-mata hasil usaha kerasnya dan akibat kecerdasannya; Keempat adalah Yahudi yang merasa hebat karena keturunan para nabi-nabi (Ibrahim, IShak, Yakub) yang ketengah-tengah mereka diturunkan Kitab-kitab Allah. Dalam kitab Talmud (kitab kedua setelah Taurat) disebutkan tentang keunggulan bangsa yahudi, sedang bangsa selain yahudi adalah bangsa yang diciptakan seperti domba-domba untuk dimangsa serigala. Oleh karena itu kita bisa merasakan bagaimana bangsa Yahudi selalu ingin menguasai dunia dengan segala macam cara, demi ambisinya.

QS Annisa 55 Allah swt telah menghukum mereka “Karena mereka melanggar perjanjian dengan Allah, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah, serta karena mereka telah membunuh nabi-nabi tanpa hak (alas an yang benar), dan karena mereka mengatakan, “Hati kami tertutup”. Sebenarnya Allah telah mengunci hati mereka karena kekafirannya, karena itu hanya sebagian kecil dari mereka yang beriman.

Kemungkaran yang dipertontonkan oleh Yahudi saat ini, seharusnya kita lawan dengan kekuatan jihad, tetapi bila tidak mampu bisa kita lawan dengan lisan, dan bila ini juga tidak mampu kita bisa lakukan dengan hati yaitu dengan doa. Marilah kita berdoa.. agar Allah membebaskan Palestina dari cengkeraman dan kecongkakan bangsa Yahudi, bangsa yang dilaknat oleh Allah swt. Amiin ya robbal alamiin (Disarikan dari hasil pengajian dengan Ustad Zubaidi di Laladon Indah, Bogor 5 Juni 2010)

Leave a Reply