browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Sakura nan Indah

Posted by on June 9, 2010

Akhir Maret yang lalu kami dari Laboratorium Entomologi Kesehatan FKH IPB dapat kesempatan mengunjungi Jepang, tepatnya di kota Beppu, Oita dan Nagasaki selama satu minggu. Meskipun belum semuanya mekar kami bisa menikmati bunga Sakura di Beppu dan Oita, dan ketika kami bergerak ke daerah  selatan menuju Nagasaki, di sepanjang jalan dan dari kejauhan hutan yang nampak,   terlihat bunga sakura sudah mekar sempurna (mankai), subhanallah cantik sekali …

Di Jepang, bunga sakura mulai mekar di akhir Maret atau awal April.  Saat mekar ini adalah sesuatu yang sangat dinantikan masyarakat setelah melewati dinginnya musim dingin yang cukup menyayat. Mekarnya bunga sakura yang begitu indah benar-benar dinanti dan dinikmati karena keelokan ini  tidak berumur panjang,  yaitu hanya sekitar satu minggu. Setelah itu bunga akan layu, rontok, berguguran dan berganti dengan munculnya tunas daun hijau. Mekarnya bunga sakura ini menandakan datangnya haru (musim semi) dan bertepatan dengan tahun ajaran baru sekolah dan perguruan tinggi, serta masa penerimaan karyawan baru atau perpindahan karyawan (mutasi).

Bunga sakura banyak ditanam dan dijumpai di sekeliling sekolah, perkantoran, pinggir-pinggir jalan raya, dan yang terindah untuk dinikmati adalah di taman-taman di tengah kota. Di Oita tempat- tempat yang setiap musim dimanfaatkan masyarakat untuk hanami ( menikmati keindahan bunga ) antara lain adalah Heiwa Shimin Koen, Bochi Koen, Takaosan Koen, Gokoku Jinza (Shrine), sedangkan di Beppu yang banyak dikunjungi adalah Beppu Koen, Rakutenchi, Shidaka Lake, dan Tsurumi Ropeway. Di Nagasaki juga kita bisa menikmati keelokan bunga ini di taman-taman seperti Glover Garden yang dari sini juga bisa melihat pemandangan laut dan lereng bukit kota Nagasaki.

Di Jepang, ketika bunga sedang mekar sempurna (full bloom atau mankai), kita akan sulit mencari tempat-tempat yang bisa kita jadikan good spot. Oleh karena itu kita harus berjuang untuk mendapatkannya, biasanya pagi-pagi mencari tempat yang aman dan nyaman, lalu meninggalkan tiker sebagai tanda bahwa tempat itu milik kita. Sehingga ketika siang datang bersama teman-teman sudah punya tempat duduk yang aman sambil makan, bercanda, dan ngobrol. Di bawah pohon sakura ini, orang Jepang biasanya berpesta sambil membawa makanan spesial yang sudah disiapkan dari rumah, yaitu bento yang lengkap berisi onigiri, tempura, tsukemono, sashimi, sake, bir,  dan lain-lainnya sambil berkaraoke ria..Suasananya ramai, hiruk pikuk, sesekali kita bisa lihat juga orang Jepang yang mulai mabuk dengan rona wajah merah. Selain itu, seringkali kita juga menjumpai para fotografer profesional yang setiap tahun dengan serius mengambil gambar bunga sakura.  Kitapun sebagai amatiran fotografer tidak-bosan-bosannya dapat memotret si bunga yang indah ini. Suasana yang dinikmati orang Jepang saat musim semi tiba dan mekarnya bunga sakura ini dikenal dengan istilah Hanami atau Ohanami.

Bagi negara Jepang sakura merupakan simbol yang sejak dahulu kala ketika zaman Samurai, sering sering diidentikkan keindahan dan kecantikan sehingga kata sakura dijadikan sebagai nama untuk nama perempuan yang menggambarkan kecantikan dan keindahan. Oleh karena itu, selain banyak dipakai untuk nama anak perempuan juga kita dapat melihat  motif bunga sakura di berbagai-macam barang seperti pakaian (kimono), alat-alat tulis dan peralatan rumah tangga, bahkan makanan seperti Sakura Mochi yang menjadi khas penganan asal Oita dan Beppu. Bunga sakura tidak hanya sedap dipandang, tapi juga nikmat diminum dalam bentuk teh bunga sakura, yang lebih dikenal dengan sebutan sakuracha. Teh bunga Sakura umumnya diminum pada kesempatan-kesempatan istimewa seperti pesta pernikahan

Jenis sakura juga ada macam-macam, selama di Oita, Beppu dan Nagasaki kami bisa melihat paling tidak empat jenis bunga ini yaitu Shomei Yoshino, sakura yang paling umum dijumpai, Kanhizakura yang warnanya merah keunguan, Yamazakura yang banyak tumbuh di gunung-gunung, dan Shidarezakura yang tangkainya menjuntai ke bawah. Shomei Yoshino adalah bunga sakura warnanya putih bersih berona pink pucat terutama dekat tangkainya. Bunga sakura jenis shomei yoshino ini butuh waktu satu minggu dari mulai kuncup sampai gugur, namun dapat juga lebih cepat kalau keadaan cuaca tidak bagus misalnya hujan lebat dan angin kencang.

Kapan hanami yang tepat biasanya, masyarakat tahu lewat pemberitaan tivi atau media lainnya, karena hari mekar bunga sakura berbeda-beda di tiap-tiap daerah.  Kalau kita lihat di peta akan nampak bahwa letak negara Jepang itu  memanjang sehingga ada perbedaan sebesar 20° antara bagian utara dan bagian selatan. Inilah yang menyebabkan iklim Jepang juga berbeda, yakni makin ke utara waktu mekar bunga sakura makin lambat. Adapun makin ke selatan makin cepat waktunya. Bunga sakura pertama kali mekar di daerah selatan yaitu Okinawa, pada pertengahan bulan Januari. Di  daerah Kyushu bunga sakura mekar pada akhir bulan Maret, sedangkan di Tokyo bunga sakura mekar di awal bulan April. Dan yang terakhir adalah di Hokkaido, bunga sakura mekar pada bulan Mei.

Jadi kalau anda ingin melihat sakura dan ikut berhanami ria maka datanglah ke Jepang di bulan-bulan Akhir  atau Awal Februari (Okinawa),  Akhir Maret (Kyushu), April (Honshu), dan Mei (Hokkaido). Otanoshimi ni!

(Disusun sebagai Laporan Perjalanan ke Oita, Beppu, Nagasaki, Maret 2010 oleh Upik Kesumawati Hadi Fakultas Kedokteran Hewan IPB Bogor)

Tulisan ini juga disajikan dalam bentuk PDF    Sakura nan indah

Sakura (Nagasaki, April 2010)


Leave a Reply