browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Perilaku Nyamuk Anopheles punctulatus Donitz dan Kaitannya dengan Epidemiologi Malaria di Desa Dulanpokpok Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat.

Posted by on July 1, 2010

Gondo Saputro, Upik Kesumawati Hadi, FX Koesharto.  Perilaku Nyamuk Anopheles punctulatus Donitz dan Kaitannya dengan Epidemiologi Malaria di Desa Dulanpokpok Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat. Seminar Nasional V Perhimpunan Entomologi Indonesia. Cabang Bogor, Bogor 24 Juni 2010.

Malaria adalah merupakan masalah serius kesehatan masyarakat di Indonesia.  Daerah dengan kasus malaria klinis tinggi dilaporkan dari Kawasan Timur Indonesia antara lain Provinsi Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara dan Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan nyamuk   A. punctulatus, aktivitas menghisap darah, habitat larva, angka kejadian malaria pada masyarakat, dan perilaku masyarakat dalam pencegahan penularan malaria. Penelitian ini dilakukan di Desa Dulanpokpok Kecamatan Fakfak Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat selama empat bulan yaitu dari bulan Mei sampai dengan Agustus 2009. Penangkapan nyamuk dewasa dilakukan satu minggu satu kali selama 16 minggu di dalam dan di luar rumah dengan umpan orang menggunakan aspirator. Waktu penangkapan nyamuk dilakukan pada malam hari dimulai dari jam 18.00 sampai dengan jam 06.00.  Larva dan karakteristik habitat, serta perilaku masyarakat setempat juga diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan kepadatan menghisap darah nyamuk A. punctulatus hampir sama antara di dalam rumah (indoor) sebesar 1,38 ekor/orang/malam dan di luar rumah (outdoor) sebesar 1,48 ekor/orang/malam. Puncak aktivitas menghisap darah A. punctulatus terjadi dua kali yaitu pertama pada jam 22.00-23.00 dan kedua pada jam 02.00-03.00. Karakteristik habitat potensial perkembangbiakan larva A. punctulatus di Desa Dulanpokpok berupa genangan air sementara terdiri atas empat jenis habitat yaitu (1) kubangan bekas galian batu, dengan kepadatan larva sebesar 2,07 ekor/cidukan, (2) kubangan bekas tapak roda mobil (1,82 ekor/cidukan), (3) cekungan batu (0,47 ekor/ cidukan), dan (4) kolam kangkung (0,43 ekor/cidukan). Habitat larva  A. punctulatus berupa dasar air berasal dari tanah liat atau lumpur, kedalaman air antara 5 – 50 cm, rata-rata suhu air 28°C, kadar pH air berkisar 6-6,8 dan kadar garam 0‰. Angka malaria positif (monthly parasite incidence/MoPI) di Desa Dulanpokpok selama penelitian berlangsung berturut-turut sebesar 22,35‰ (Mei), 16,06‰ (Juni), 14,66‰ (Juli) dan 17,46‰ (Agustus). Oleh karena itu Desa Dulanpokpok merupakan daerah endemis tinggi malaria, dengan adanya kejadian malaria setiap bulan di atas 5‰. Pengetahuan masyarakat tentang penularan dan pencegahan malaria di Desa Dulanpokpok sudah cukup baik, tetapi sikap dan perilaku masyarakat berisiko terkena gigitan nyamuk malaria, karena seringnya melakukan kegiatan di luar rumah pada waktu malam hari, tanpa melindungi diri dari gigitan nyamuk.

Kata kunci : Anopheles punctulatus, perilaku, epidemiologi malaria

Leave a Reply