browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Agenda Bersama Al-Qur’an

Posted by on August 25, 2010

 

Antara Al-Qur’an dan Bulan Suci Ramadhan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya. Salah satu sebutan bulan suci ini adalah Syahrul Qur’an, Bulan Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an diturunkan pada bulan ini. Allah swt. berfirman:
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (Al-Baqarah:185)


Dari Abdullah bin ‘Amr ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: Puasa dan Al-Qur’an memberi syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: “Wahai Tuhanku! Saya telah mencegahnya dari makan dan syahwat di siang hari, oleh karena itu terimalah syafaat saya untuknya!”. Al-Qur’an berkata: “Wahai Tuhanku, saya telah mencegahnya dari tidur di malam hari, oleh karena itu, terimalah syafaat saya untuknya!”. Rasulullah saw. bersabda: “Lalu syafaat keduanya diterima Allah swt.” (HR. Ahmad)


Malaikat Jibril ‘alaihissalam setiap malam di bulan Ramadhan selalu turun ke bumi untuk bertadarus dengan Rasulullah saw.
Saudaraku, bahwa setiap ibadah memiliki kelezatan dan kepuasan batin bagi pelakunya. Ya, hanya dirasakan oleh mereka yang mereguk dan mengenyamnya. Gambaran ini diceritakan oleh Ibnul Qayyim dalam ungkapannya:

“Akan dibuka bagi seorang hamba yang melakukan ibadah suatu kenikmatan yang tidak diperoleh dari selainnya, dan tidak akan merasa bosan. Ia merasakan kelezatan yang tidak terkira dan tidak sebanding dengan sendau gurau dan permainan semata bahkan kenikmatan syahwat sekalipun. Jika ia sudah melakukan ibadah rasanya tidak ingin terputus dan menyudahinya. Kemudian dibukalah baginya lezatnya mendengarkan Kalamullah, ia tidak akan merasa bosan, maka jika ia mendengarnya, hatinya merasa teduh dan tentram, sebagaimana seorang anak kecil yang sangat bergembira ketika mendapatkan sesuatu yang sangat dikehendakinya…” (Miftaah Daars Sa’aadah)

1.Siapkan diri ketika ingin membaca Al-Qur’an dengan cara mengambil wudhu, setelah itu kosongkan hati dari segala kesibukan dan tarikan dunia.

Saudaraku, siapkanlah program “Bersama Al-Qur’an” yang secara sungguh-sungguh Anda laksanakan, di antaranya sebagai contoh saja:

 

2. Upayakan Anda mampu mengkhatamkan Al-Qur’an paling sedikit sekali dalam bulan Ramadhan ini.

3. Melaksanakan shalat tarawih pada malam khusus dengan membaca ayat-ayat atau surat yang sudah Anda hafal.

4. Lakukan shalat tahajjud pada 10 (sepuluh) malam akhir Ramadhan.

5. Adakan aktivitas kajian Al-Qur’an berikut tafsirnya bersama beberapa teman-teman Anda.

6. Tentukan target hafalan tertentu sesuai kemampuan Anda selama satu bulan Ramadhan.

7. Muraja’ah atau mengulang-ulang hafalan yang sudah Anda hafal, guna menguatkan hafalan tersebut.

8. Membaca tafsir ayat-ayat atau surat yang sudah Anda hafal dengan menggunakan tafsir yang sederhana, seperti tafsir Ibnu Katsir, agar Anda mengetahui kandungan ayat tersebut dan asbaabun nuzulnya.

9. Membaca dengan seksama arti kalimat-kalimat yang Anda hafal, agar memudahkan mengenal kata-kata yang sulit.

10. Mentadabburi ayat-ayat atau surat, terutama yang sudah Anda hafal. Renungkan ungkapan Ibnul Qayyim terkait hal ini:
“Jika orang yang mentadabburi Al-Qur’an melewati ayat yang ia sedang butuhkan, dalam rangka mengobati hatinya, maka ia biasanya akan mengulang-ulang ayat tersebut, meskipun seratus kali, bahkan semalam suntuk sekalipun. Membaca ayat dengan penuh tafakkur dan tafahhum jauh lebih baik dari pada membaca dan khatam tapi tidak dengan tadabbur dan tafahhum. Mentadabburi ayat sangat bermanfaat bagi kalbu, menguatkan keimanan dan merasakan manisnya Al-Qur’an.” (Miftah Daarus Sa’aadah)

11. Menghadirkan keagungan Allah dan merasakan bahwa Allah swt. sedang mengajak Anda berbicara. Jika Anda ingin berkomunikasi dengan Allah, hendaknya Anda melakukan shalat. Dan jika Anda ingin diajak bicara Allah, maka Anda hendaknya membaca Al-Qur’an.

12. Berusaha mengefisiensikan waktu-waktu yang ada dengan membaca Al-Qur’an, begitu juga ketika sedang di dapur untuk masak misalkan, dengan mendengarkan bacaan Al-Qur’an.

13. Memperhatikan adab Hamalatul Qur’an atau pembawa Al-Qur’an.

Untuk memotivasi kita semua, penulis menyampaikan apa yang langsung penulis dengar dari sorang ibu yang sangat sibuk, karena beliau menjadi anggota Parlemen di negeri ini, yang memiliki putra mampu mengkhatamkan 17 kali selama satu bulan Ramadhan. Suatu ketika putranya diajak silaturrahim ke rumah neneknya, ternyata di malam hari dia melaksanakan qiyam sambil membaca Al-Qur’an. Ketika ditanya, Kenapa kamu lakukan ini nak? Dia menjawab, “Karena tadi siang saya belum sempat membaca Al-Qur’an sesuai target harian.” Subhanallah!
 

“Ya Allah, kami mohon kepada-Mu agar Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai pelita hati kami dan penyejuk mata kami.” Amin

(http://www.facebook.com/l/e471cGjZDw8lKUjLhxquYIOYPEw;dakwatuna

===============Rohis Gianuzzi 44===================

Leave a Reply