browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Terapi Berkuda untuk Penyandang Autis

Posted by on May 7, 2011

Terapi berkuda dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Hippoteraphy, yaitu satu di antara terapi yang menggunakan bantuan hewan, dan dilaporkan memberikan peningkatan komunikasi dan sosialisasi anak berkebutuhan khusus, seperti autis. Terapi ini sekali-kali bukanlah untuk menyembuhkan tetapi paling tidak dapat menjadi alternatif pilihan yang bisa menjadi variasi penanganan anak penyandang autis.

Berbagai literatur menyebutkan bahwa kuda adalah hewan yang sangat peka. Hewan ini dapat merasakan perubahan emosi penunggangnya ataupun orang yang ada di sekitarnya. Menurut Mc Bane (1994), seekor kuda dengan sifat yang cenderung agresif akan bereaksi gelisah ketika orang yang akan menungganginya gelisah. Harvey (1997) menyatakan bahwa kuda dapat merasakan apa yang dirasakan oleh manusia, karena kuda memiliki sixth sense yang baik. Kuda dapat mendengar pemikiran atau merasakan getaran perasaan yang tidak dapat dirasakan manusia, selain itu kuda juga dapat mencium bau keringat orang yang sedang merasa ketakutan.

Menurut laporan terakhir penelitian mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan IPB tahun 2008, terapi berkuda dengan 10 kali pertemuan selama tiga bulan dapat   memberikan pengaruh yang sangat baik terhadap anak penyandang autis, terutama terhadap kognitf, sikap dan perilaku sosial anak-anak. Pelaksanaan terapi berkuda yang dilakukan oleh tim FKH IPB pada setiap pertemuan adalah secara individual setiap anak diberikan kesempatan untuk menyapa, mengelus, merawat, meng-handle, dan menunggang kuda. Sistem evaluasi dilakukan pada setiap akhir pertemuan oleh orang tua, terapis, kerabat, dan volunteer. Evaluasi dilakukan terhadap (1) komunikasi, (2) perubahan emosional, (3) rentang perhatian, (4) percaya diri dan harga diri, (5) keterampilan motorik (kasar dan halus), (6) koordinasi, (7) kontak mata, serta (8) ketenangan. Skor yang diberikan dari 0 sampai 5.

Tidak hanya berdasarkan laporan di atas, tetapi ternyata laporan dari berbagai negara di dunia juga memberikan bahwa terapi berkuda memberikan dampak positif yang sama terhadap anak penyandang autis. Terapi berkuda membantu meningkatkan keyakinan diri, meningkatkan keseimbangan badan, membantu kanak-kanak untuk lebih fokus, mengurangi kekejangan otot dan sebagainya. Pergerakan kuda ketika berlari juga akan sekaligus memberi stimulasi kepada otot kanak-kanak dan sendi mereka untuk jadi lebih kuat. Ketika terjadi sentuhan dengan bulu kuda dapat memberi rangsangan kepada kulit anak-anak untuk menyayanginya. Bahkan  bunyi dan bau kuda juga adalah satu rangsangan positif yang menyebabkan anak-anak begitu termotivasi untuk meneruskan latihan atau terapi berkuda.

Oleh karena itu, hippoteraphy bisa menjadi salah satu pilihan terapi yang bisa digunakan untuk perjalanan terapi penderita autis. Terapi berkuda idealnya dilaksanakan dengan melibatkan juga pakar dari berbagai bidang, seperti dokter anak, psikolog, dan dokter hewan. Demikianlah sekelumit uraian tentang kegiatan terapi berkuda yang pernah kami amati dan lakukan  dalam rangka memaksimalkan potensi anak penyandang autis. (Disusun oleh Upik Kesumawati Hadi, Fakultas Kedokteran Hewan IPB)

Tohiro, sedang berkuda di URR FKH IPB

Berkuda, meningkatkan kepercayaan diri

Leave a Reply