browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Lipas atau Kecoak Jerman, Blatella germanica

Posted by on May 11, 2011

Lipas ini dikenal dengan nama German cockroach, termasuk ke dalam famili Blattellidae, Ordo Dictyoptera atau Blattodea. Ia merupakan lipas paling umum di jumpai di Indonesia seperti halnya lipas amerika. Ia banyak dijumpai di terutama di alat transportasi seperti bus malam, kereta api, atau di dapur restoran-restoran, rumah sakit, supermarket atau gedung-gedung tempat bahan makanan disimpan, diolah atau didistribusikan (dijual).

Lipas kecil ini berukuran panjang 10-15 mm, lebar 4-5 mm, warnanya coklat muda kekuningan, yang betina berwarna sedikit lebih tua daripada jantan. Pronotumnya berwarna coklat dengan dua garis hitam memanjang.

Yang khas dari lipas ini adalah betina selalu membawa ooteka di bagian belakang abdomennya sampai telur siap untuk menetas. Kantong ooteka ini kemudian dijatuhkan di suatu tempat yang terlindung dan nimfa akan muncul dalam waktu satu sampai dua hari kemudian. Ooteka berwarna coklat terang, dan panjangnya 7-9 mm. Lipas ini tergolong lipas yang paling cepat perkembangbiakannya. Seekor betina dan keturunannya dilaporkan dapat menghasilkan lebih dari 30.000 individu lipas pertahun, meskipun dalam kondisi populasi dapat terjadi kanibalisme di antara mereka.

Lipas muda atau nimfa berwarna lebih gelap dari pada yang dewasa. Karakter yang paling menonjol dari nimfa adalah adanya sebuah bercak lurus coklat pucat yang berada di tengah dua garis coklat gelap pada daerah dorsal dada sampai abdomen bagian atas. Stadium nimfa mengalami ganti kulit sebanyak 6-7 kali (instar), bisa diselesaikannya dalam waktu 1,5-4 bulan. Perkembangan dari telur sampai dewasa berkisar antara 54-215 hari dengan rata-rata 103 hari, tergantung suhu, makanan dan lainnya. Seekor betina dapat menghasilkan 4-5 ooteka dan setiap ooteka terdiri atas 30-40 butir telur.

Lipas jerman menghasilkan lebih banyak telur dan menghasilkan generasi lebih banyak dalam setiap tahun (3-4) daripada lipas lainnya. Oleh karena itu infestasi lipas ini berkembang sangat cepat meskipun hanya berasal dari beberapa ekor saja. Lipas ini seringkali masuk hunian manusia secara tidak sengaja melalui kardus berisi bahan makanan, sayuran, minuman, atau masuk bersama bahan-bahan furnitur atau alat-alat lainnya. Lipas dewasa juga bisa bermigrasi dari satu tempat ke tempat terdekat lainnya. Lipas jerman umumnya mendiami dapur tetapi bisa menjalar ke kamar mandi, terutama biala lokasinya berdampingan dengan dapur. Pada siang hari dewasa dan nimfa lipas ini bisa ditemukan di tempat-tempat tersembunyi secara berkelompok di bawah, di sekitar atau bahkan di dalam dinding alat-alat seperti pemanas, kulkas, tempat cuci piring, sekitar tempat pembuangan, terutama di tempat mematikan antara saluran dan dinding, di bawah atau sekitar alat pemanas air; di bawah, di dalam, atau di celah kabinet, kloset, dan pantri; dan di bagian belakang di dinding papan. (Upik Kesumawati Hadi, Laboratorium Entomologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB Bogor)

Lipas Jerman, Blattella germanica

PAPER IN PDF:  Lipas Jerman, Blattella germanica

Leave a Reply