browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Lipas atau Kecoak Coklat, Periplaneta brunnea

Posted by on May 15, 2011

Lipas coklat, Periplaneta brunnea atau brown cockroach termasuk famili Blattidae, Ordo Dyctioptera atau Blattodea. Lipas ini ditemukan di Indonesia, Malaysia dan Singapura. Lipas ini sering dikelirukan dengan lipas amerika. Kedua jenis ini sangat mirip, tetapi tampak lebih coklat dan kadang-kadang ditemukan bersama-sama dengan lipas amerika.

Ukuran panjang tubuh lipas ini 31-37 mm. Bagian tubuh yang menciri dari lipas coklat adalah pronotumnya (daerah  dada atas) coklat gelap tanpa adanya sepasang bercak coklat seperti yang dimiliki oleh lipas amerika. Di belakang perutnya terdapat sepasang serkus yang relatif pendek, dan kokoh. Lipas muda atau nimfa berwarna coklat merata. Nimfa instar pertama mempunyai tanda putih pada antenanya.

Habitat lipas ini mirip dengan lipas amerika, tetapi lebih banyak ditemukan di luar rumah yaitu pada daerah yang hangat, lembab dan terlindung, seperti selokan, tumpukan sampah, tempat penyimpanan makanan dan lain-lain. Secara normal makanannya adalah bahan-bahan organik, dan tanaman.

Telur atau ootekanya berwarna coklat gelap sampai hitam, berukuran panjang 12-16 mm, seringkali ditemukan menempel permukaan dinding bangunan, bagian belakang kursi, bawah meja atau furnitur lainnya. Daur hidup dan umur yang dewasa mirip dengan lipas Amerika. Seekor betina mampu menghasilkan 30-32 ooteka selama hidupnya, dan setiap ooteka mengandung 21-28 butir telur. Masa inkubasi telur 35-60 hari, periode nimfa 180-190 hari. Periode telur sampai dewasa berkisar 200-250 hari. Lipas betina dewasa mampu bertahan hidup selama 244 hari, sedang yang jantan 290 hari.

Lipas betina jenis ini sangat memperhatikan nasib telur yang akan diletakkannya. Sebelum bertelur ia mempersiapkan ooteka dengan cara mengeluarkan zat putih seperti lendir dari mulutnya. Ooteka diletakkan pada lendir itu, lalu ditimbun lagi dengan lendir sampai ooteka benar-benar terbungkus. Proses ini berlangsung hingga dua jam lamanya. Setelah kering lendir menjadi keras, ooteka terbungkus oleh pelindung yang tangguh, tidak akan dimakan oleh lipas yang lain. Setelah meletakkan ooteka, si induk ini tidak langsung pergi. Ia masih menunggu berjam-jam, melindungi ooteka dengan tubuhnya, serta mengusir lipas lain yang datang. Sungguh luar biasa lipas ini!!! (Upik Kesumawati Hadi, Laboratorium Entomologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB Bogor).

Lipas coklat, Periplaneta brunnea

PAPER IN PDF:  Lipas Coklat, Periplaneta brunnea

Leave a Reply