browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Kalajengking, Biologi dan Arti Penting

Posted by on May 21, 2011

Kalajengking tergolong artropoda pengganggu kesehatan. Ia menjadi perhatian manusia karena kemampuannya menimbulkan kesakitan dan ketakutan akan racun yang dikeluarkan ketika menyengat. Kalajengking juga merupakan komponen penting di dalam suatu ekosistem, dan merupakan satu di antara  artropoda terstian tertua. Fosilnya ditemukan sejak zaman Paleozoik  430 juta tahun yang lalu dengan penanpilan yang serupa dengan yang ditemukan saat ini.

Kalajengking merupakan artropoda beracun, kerabat labah-labah, tungau, caplak dan lain-lain. Kini diketahui 1400 jenis di seluruh dunia. Kalajengking punya tubuh yang panjang dan ekor beruas yang berujung sebagai penyengat beracun. Kakinya terdiri atas empat pasang dan sepasang pedipalpi dengan bentuk seperi pinset di ujung, yang digunakan untuk menangkap mangsa.

Kalajengking mendiami habitat yang luas mulai dari gurun, hingga hutan, gua dan padang rumput luas, bahkan ditemukan di bawah tumpukan batu salju pada ketinggia di  atas 12000 kaki di pegunungan Himalaya Asia.

Contoh jenis kalajengking yang banyak ditemukan di  Asia termasuk Indonesia adalah  jenis Heterometrus spinifer (Asian forest scorpion)

Full Paper in PDF :   Kalajengking, Biologi dan Arti Penting

Heterometrus spinifer (Asian forest scorpion)

Leave a Reply