browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Lipas atau Kecoak Madagaskar

Posted by on June 13, 2011

Lipas ini merupakan lipas paling besar dan keras kulit luarnya. Ia mempunyai nama ilmiah Gromphadorhina portentosa, Famili Blaberidae, Ordo Dictyoptera. Nama umumnya lipas Madagaskar, kecoak mendesis atau Madagascar Hissing Cockroach.

Habitat asli  lipas ini dari Madagaskar, sebuah pulau besar di lepas pantai timur Afrika. Di Indonesia, lipas ini belum dilaporkan, tapi ada beberapa lembaga yang telah memelihara lipas ini. Meskipun sedikit yang diketahui tentang keberadaannya di alam liar, serangga ini tampaknya tinggal di dasar hutan di di bawah serasah atau kayu busuk  dan di padang rumput terbuka. Sifat makannya secara omnivora, ia makan segala macam bahan organik termasuk lem, kertas, kain, dan bahkan isolasi kabel listrik. Di alam liar, mereka memakan buah-buah busuk yang jatuh dan hewan mati.
Ciri karakteristik bentuk tubuh lipas ini sama dengan bentuk tubuh serangga secara umum yaitu mempunyai kepala, dada, dan perut. Lipas dewasa berukuran sekitar  14 cm panjang dan 3,5 cm lebar dan berat hampir satu ons. Lipas tidak bersayap ini berwarna coklat gelap dengan tanda-tanda oranye di perut. Jantan dan betina mudah dibedakan, yang jantan mempunyai benjolan besar seperti tanduk di pronotumnya dan antena berrambut, sementara yang betina tidak memiliki benjolan dan antenanya halus. Lipas ini bersifat ovoviparous, yang berarti bahwa betina membawa, merawat ooteka dan melahirkan lipas muda. Lipas yang belum matang, yang dikenal sebagai nimfa ini akan menyilih atau molting sebanyak  enam kali sebelum menjadi lipas dewasa yang dapat dicapai dalam waktu tujuh bulan. Lipas dewasa dapat hidup selama dua sampai lima tahun.

Lipas ini dikenal dapat mengeluarkan desisan yang menjadi karakteristik lipas ini. Suara mendesis mereka dibuat dengan menekan udara keluar melalui tabung pernapasan (spirakel) yang terdapat pada setiap segmen dada dan perut nya. Suara ini begitu keras jelas terdengar sampai sejauh 12 meter. Desisan suara ini merupakan bentuk komunikasi sesama mereka. Sejauh ini dikenal beberapa jenis desisan dan lipas jantan dapat membedakan antara desisan yang berasal dari kecoak pasangannya atau bukan. Dikenal tiga bentuk desis yaitu desis gangguan, desisan rayuan betina, dan desis pertempuran. Semua lipas instar keempat (siklus molting keempat) dan lebih tua mampu mengeluarkan desis gangguan. Lipas jantan mendesis lebih sering daripada lipas betina.

Lipas jenis ini akan mendesis keras ketika mereka merasa terancam. Yang jantan juga akan mengeluarkan desisan ketika bercumbu dengan pasangannya dan ketika mereka berperang dengan lipas jantan lain. Selama pertempuran mereka, lipas jantan akan mempertahankan suatu wilayah yang terdapat di dalamnya  beberapa lipas betina. Lipas akan mendorong satu sama lain dengan tanduk atau perut mereka. Lipas jantan yang mendesis lebih lama dan keras selama pertempuran umumnya sebagai pemenang. Meskipun lipas betina  dan nimfa bebas keluar masuk ke suatu wilayah lipas jantan, Lipas jantan terus akan menjaga  wilayahnya selama berbulan-bulan dan dia meninggalkannya hanya untuk keperluan makan.

Lipas Madagaskar dapat dipelihara  sebagai hewan peliharaan (pet), karena lipas ini tidak bisa terbang , tidak agresif dan tidak menggigit. Lipas dapat dipelihara dalam ruang kecil dan tempat bagi mereka untuk bersembunyi karena mereka tidak menyukai cahaya. Wadah berupa akuarium ikan dapat digunakan untuk lipas ini. Dalam pemeliharaan lipas ini, tongkat atau batang kayu perlu disediakan karena mereka kadang-kadang suka mendaki. Tetapi harus dijaga jangan sampai lipas memanjat dan berusaha keluar dari wadah. Makanan berupa sayuran segar dan jenis makanan pelet kering  yang tinggi protein, seperti makanan anjing dapat diberikan dalam pemeliharaan lipas ini. Di alam, lipas ini kadang-kadang akan memilih pohon jika kayu busuk  dan daun tidak tersedia.

Di beberapa negara bagian Amerika Serikat,  lipas ini memerlukan ijin sebelum dapat dipelihara  sebagai hewan peliharaan (pet)  atau dikembangbiakkan dalam koloni laboratorium. Dan kalaupun hendak dibawa ke luar maka hanya yang jantan saja yang boleh.  Hal ini untuk mencegah kemungkinan masuknya lipas betina bunting (gravid) tersebar ke lingkungan. (Upik Kesumawati Hadi, Laboratorium Entomologi Fakultas kedokteran hewan IPB Bogor).

lipas madagaskar

TULISAN DALAM PDF:  Lipas Madagascar Hissing Cockroach

 

Leave a Reply