browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Singkatan nama-nama genera dan subgenera nyamuk (Culicidae)

Posted by on July 2, 2011

Setiap makhluk hidup mempunyai nama umum dan nama ilmiah. Nama umum adalah nama lokal yang diberikan oleh masyarakat umum di suatu daerah tertentu, sedangkan nama ilmiah digunakan sebagai alat komunikasi ilmiah di seluruh dunia. Meskipun kadang-kadang sulit dieja atau diingat, tetapi diharapkan suatu organisme hanya memiliki satu nama yang benar. Upaya pemberian nama ilmiah makhluk hidup dirintis oleh para ilmuwan, yang akhirnya melahirkan sistem tata nama binomial nomenklatur (tata nama biner). Sistem tata nama biner digunakan sampai sekarang ini, untuk sistematika hewan dan tumbuhan. Berdasarkan sistem ini, setiap hewan diberi nama genus dan spesies (Meyers & Ashlock, 1991).

Nama ilmiah lengkap seekor serangga atau hewan yang tepat selalu diikuti oleh nama pemeri atau penggubah (author’s name), yaitu orang yang pertama kali menamakan spesies tersebut. Sebagai contoh nama lalat rumah adalah Musca domestica Linnaeus. Apabila nama spesies telah dipindah ke dalam genus lain yang berbeda dari yang pertama kali diperikan maka nama pemeri ditempatkan di dalam kurung. Contohnya Aedes aegypti (Linnaeus). Tetapi dalam kunci identifikasi  atau penulisan nama ilmiah pada umumnya nama pemeri dihilangkan, semata-mata hanya untuk mempersingkat nama.

Spesies adalah katagori taksonomi yang paling penting, karena merupakan bangunan dasar dalam sistematika. Genus terdiri atas beberapa sampai banyak spesies tertentu yang memperlihatkan kemiripan struktur, tetapi bisa saja dalam satu genus hanya terdiri atas satu spesies. Kelompok genus yang mempunyai keeratan hubungan digolongkan bersama dalam satu famili, kelompok famili sebagai ordo, dan kelompok ordo sebagai kelas. Sering juga digunakan berbagai katagori antara seperti subordo, subfamili, subgenus, dan lain-lain. Katagori di atas tingkat spesies ditujukan untuk memperlihatkan hubungan alami dan refleksi keeratan hubungan (filogeni) organisme.

Dalam sistematika nyamuk, contoh penulisan nama ilmiah dari jenis nyamuk yang sangat populer sebagai nyamuk demam berdarah adalah Aedes aegypti. Nyamuk ini tergolong subgenus Stegomyia, sehingga kalau ditulis lengkap adalah Aedes Stegomyia aegypti, atau disingkat menjadi Ae. (Stg.) aegypti atau Ae. aegypti. Penulisan Ae. aegypti seperti ini tidak lazim, karena sesungguhnya sistem penyingkatan penulisan spesies makhluk hidup secara lazim adalah A. aegypti. Nama singkatan genus yang lazim tidak dua huruf melainkan satu huruf.

Sistem penyingkatan nama-nama genus (genera) dan subgenus (subgenera) pada nyamuk (Culicidae) telah disepakati di antara para ahli nyamuk mengikuti sistem penyingkatan menurut Reinert (1975).  Meskipun demikian penyingkatan nama ilmiah ini hanya dapat dilakukan pada penulisan kedua, sebab penulisan pertama kali harus ditulis lengkap. Dalam berbagai jurnal ilmiah internasional sistem penyingkatan  khusus untuk nyamuk ini sudah biasa dilakukan.

Singkatan-singkatan genera nyamuk (Culicidae) disajikan pada Tabel  1 dan Tabel 2 memperlihatkan singkatan-singkatan subgenera nyamuk. Tabel-tabel tersebut menunjukkan sebanyak 34 genera nyamuk dengan singkatan dua huruf, dan 119 subgenera nyamuk dengan singkatan tiga huruf. Semoga bermanfaat (Upik Kesumawati Hadi, Laboratorium Entomologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB Bogor).

FULL PAPER (INCLUDING TABLES) IN PDF :   Singkatan nama genera dan subgenera nyamuk (Diptera: Culicidae)

Leave a Reply