browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Renungan Jumát 9/11

Posted by on September 9, 2011

Benarkah apabila seseorang  meninggal pada hari  hari Jumát akan terbebas dari azab kubur?

Ada beberapa riwayat sahih yang menjelaskan keistimewaan seorang Muslim yang meninggal dunia pada hari Jumát atau malam harinya akan terbebas dari fitnah atau siksa neraka. Diriwayatkan oleh Ibnu Amru bahwa Rasulullah SAW bersbada: ”Setiap Muslim yang wafat pada siang hari Jumát atau malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari fitnah kubur.” (HR Ahmad dan Tirmizi). Hal ini jelas berlaku hanya untuk orang yang beriman, karena semua hadis yang meriwayatkan keistimewaan hari Jumát berkaitan dengan ibadah.

Salman Al Farisi berkata, Rasulullah SAW bersabda: ”Siapa yang mandi pada hari Jumát, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi di antara dua orang untuk dilewatinya, kemudian solat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jumát” (HR Bukhari).

Aus bin Aus berkata: ”Rasulullah SAW bersabda: ”Sesungguhnya di antara hari-harimu yang paling utama adalah hari Jumát. Pada hari itu, Adam diciptakan, pada hari itu, beliau wafat, pada hari itu juga ditiup sangkakala, dan pada hari itu juga mereka pingsan. Maka, perbanyaklah shalawat kepadaku karena shalawat kalian akan disampaikan kepadaku.”

Aus bin Aus berkata, para sahabat bertanya: ”Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin shalawat kami disampaikan kepadamu, sementara Anda telah tiada (meninggal).”   Beliau bersabda:  ”Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.” (HR Abu Daud). Wallahu a’lam bish shawab.

Leave a Reply