browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Renungan Jumát 10/11

Posted by on September 16, 2011

Puasa Syawal dulu atau bayar utang Ramadhan? Ini adalah pertanyaan yang sering terdengar di antara para muslimah.

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan kemudian menyusulkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka bagaikan telah berpuasa sepanjang tahun.” (HR Muslim). Berdasarkan hadis tersebut para ulama menjelaskan bahwa yang benar adalah tidak boleh berpuasa Syawal sebelum bayar utang puasa Ramadhannya. Alasannya adalah:

1. Perkara wajib harus didahulukan daripada yang sunah. Oleh karena itu dengan menyegerakan pelunasan utang puasa Ramadhan berarti menyegerakan ketaatan yang lebih utama.

2. Dalam hadis disebutkan bahwa puasa Syawal mengikuti puasa Ramadahan, bukan sebaliknya. Keutamaan puasa Syawal bagaikan telah berpuasa selama satu tahun adalah dikerjakan setelah menyempurnakan puasa Ramadhan terlebih dahulu.

3. Seandainya untuk membayar utang puasa Ramadhan menghabiskan seluruh hari yang ada di bulan Syawal (misalnya nifas, sakit, perjalanan jauh) maka puasa Syawal dapat dikerjakan pada bulan Dzulqaidah. Kecuali, jika karena kelalaian, lalu habislah kesempatan hari pada bulan Syawal, pada orang ini tidak dibenarkan untuk menggantinya di bulan Dzulqaidah.

Namun menurut Mahzab Hanafiah, ibadah fardu itu ada dua macam, yaitu fardhu muáyyan (tertentu), misalnya puasa Ramadhan pada waktunya; dan fardhu ghairu muáyyan (tidak ditentukan), misalnya puasa qodho Ramadhan rentang waktu pelaksanaannya adalah sebelum datang Ramadhan tahun berikutnya. Puasa Syawal termasuk muáyyanah (ditentukan waktunya). Sementara qodho Ramadhan termasuk ibadah fardu ghairu muaýyan.

Dalam hal ini, berarti boleh menjalankan puasa Syawal selama enam hari sebelum melaksanakan puasa qodho Ramadhan  walaupun tidak berturut-turut. Meskipun demikian, puasa yang dilakukan secara berturut-turut itu lebih afdol. Selamat berpuasa bagi yang sedang menjalankan di bulan ini .   Wallahu a’lam bish shawab. (Sumber UstadzBachtiar Nasir)

Leave a Reply