browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Renungan Jumát 12/11

Posted by on November 4, 2011

 

Bagaimana hukumnya puasa hari Arafah yang pada tahun ini jatuh pada hari Sabtu? Sebab ada hadis yang mengatakan, Nabi Muhammad SAW melarang berpuasa hari Sabtu, kecuali puasa yang wajib saja?

“Janganlah kalian berpuasa pada hari Sabtu, kecuali yang difardhukan oleh Allah SWT atas kalian, Jika salah seorang dari kalian tidak mendapati sesuatupun (untuk dimakan pada hari Sabtu) kecuali kulit pohon anggur atau batang kayu pohon, hendaklah ia mengunyahnya!” (HR Ahmad dan para pemilik kitab al Sunan, kecuali al Nasai).

Hadis ini menjadi objek perbedaan pendapat ahli hadis. Di antara mereka ada yang menganggapnya dhaif atau lemah. Ada pula yang menilai mansukh (dihapuskan), serta ada yang menganggapnya kebohongan atas nama Rasulullah. Di sisi lain, ada yang mengatakannya hasan atau sahih dan ada yang menakwilkan dan menggabungkannya dengan hadis lain yang membolehkan puasa sunah pasa hari Sabtu.

Jumhur ulama berpendapat makruh hukumnya mengkhususkan hari Sabtu dengan puasa, tetapi jika berpuasa sehari sebelumnya atau sesudahnya, menjadi tidak makruh. Ini adalah pendapat Mazhab Hanafi, Maliki, Syafii, dan salah satu riwayat dari imam Ahmad. Imam Tirmizi menjelaskan makna makruh disini adalah jika seseorang mengkhususkan hari Sabtu itu untuk berpuasa. Karena orang Yahudi mengagungkan hari Sabtu.

Kesimpulannya, boleh mengkhususkan puasa pada hari Sabtu jika ada sebab syarínya, seperti hari Arafah, Asyura, puasa ayyamul bidh (tiga hari pertengahan bulan). Tidak makruh hukumnya berpuasa hari Sabtu jika berpuasa sehari sebelumnya atau sesudahnya, dan makruh hukumnya jika ingin mengagungkan hari Sabtu.

Namun, alangkah baiknya jika kita juga berpuasa pada hari-hari sebelum Arafah dalam rangka keluar dari perbedaan tersebut dan juga untuk mengisi 10 hari pertama bulan Dzulhijjah dengan berpuasa. Wallahu a’lam bish shawab (Sumber: Ustadz Bachtiar Nasir)

SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH, Hari ‘Arafah ialah hari 9 Zulhijjah. Ia adalah hari terbaik sepanjang tahun karena Nabi Muhammad s.a.w. bersabda; “Tidak ada hari yang paling baik ALLAH membebaskan hambanya pada hari itu dari neraka dari hari ‘Arafah”(HR Imam Muslim).  Dan disunatkan berpuasa pada hari itu, hadis dari Abu Qatadah r.a. yg menceritakan; Nabi s.a.w. ditanya tentang puasa hari ’Arafah. Baginda bersabda:  “ Shoumu yaumi arafah yukaffiru sanatain maadhiyah wa mustaqbalah, artinya  “Puasa Arafah dapat menghapus dosa tahun lalu dan yang akan datang” (HR Imam Muslim).

INSYA ALLAH sabtu besok kita bersama melaksanakan Puasa Arafah,  “Semoga ALLAH menerima shoum kita, menerima taubat kita dan mengampuni seluruh dosa2 kita…aamiin”.

Leave a Reply