browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Oshogatsu, Tahun Baru

Posted by on December 30, 2011

Di Jepang Tahun Baru dikenal dengan nama Oshogatsu. Jepang telah mengadopsi kalender surya sejak 1873 dan perayaan Tahun Baru dimulai pada tanggal 1 Januari. Berbeda dengan kota-kota besar dunia lainnya, Jepang bukanlah tempat ideal untuk daerah tujuan wisata merayakan tahun baru, kalau yang dicari pesta kembang api, sorak meriah old and new, panggung gembira atau suara bunyi terompet yang bersaut-sautan. Tahun baru di Jepang adalah sebuah keheningan, suasana sepi, malam tahun baru (omishoka), secara tradisi dirayakan dengan amat sangat hening dan dingin.

Suasana Oshogatsu di Jepang,  biasanya  berlangsung selama lima sampai enam hari. Orang Jepang di hari ini tidak pergi untuk bekerja.  Mereka beristirahat dan merayakan liburan bersama keluarga. Sementara itu, ada juga warga Jepang yang menjelang momentum Tahun Baru memilih pergi mengajak putra dan putri mereka merayakan Tahun Baru dengan jalan-jalan ke negara lain. Umumnya kebiasaan ini dilakukan oleh mereka yang sedikit banyak sudah terpengaruh budaya Barat karena sudah beberapa kali melawat ke mancanegara.

Menyambut tahun baru pada sebagian kalangan masyarakat Jepang ada yang memilih pergi ke kuil pada malam Tahun Baru agar bisa lebih khusyuk berdoa dan meraih peruntungannya, tetapi sebagian lagi dari mereka pergi ke kuil untuk berdoa  di pagi hari.  Kunjungan pertama ke kuil Shinto sebelum fajar di hari tahun baru ini disebut Hatsu Mohde, yang berarti kunjungan pertama. Di kuil ini mereka minta berkah untuk tahun yang baru sambil tidak lupa menarik undian berhadiah berupa kertas ramalan alias omikuji.

Pada hari Tahun Baru, keluarga memulai dengan sarapan mochi atau kue dari  beras ketan. Kue beras disajikan dalam sup yang disebut Ozoni.  Sebenarnya ada makanan khusus untuk tahun baru yang disiapkan pada saat Omishoka yaitu Osechi ryouri. Masakan ini merupakan makanan campur-campur yang berwarna-warni dan rasanya manis terdiri atas udang, telur, rumput laut, rebung, ikan, mochi, dan lainnya. Osechi ryouri ditempatkan di dalam juubako atau semacam boks bento bertingkat. Tradisi penyiapan masakan ini dimulai sejak masa Heian (794–1185). Osechi ini berupa satu set masakan dari beberapa menu yang masing-masing  punya arti tertentu seperti kuromame (kacang hitam  sama dengan lambang kesehatan), kombu (seaweed atau rumput laut  yang berarti kebahagiaan), ada yang kuning-kuning  seperti telur atau chesnut (yang berarti  matahari/emas), ada juga udang (artinya hidup sehat sampe tua/bungkuk),  ikan teri (artinya banyak keturunan), renkon (akar lotus yg berlubang-lubang  berarti lihat kedepan), dan seterusnya.

Masyarakat Jepang  biasanya membuat osechi  sekaligus banyak, bahkan bisa bertahan sampai habis itu kira-kira seminggu. Berikutnya setelah seminggu makan osechi, mereka makan yang namanya Okayu no hi atau hari makan bubur yang tujuannya supaya perut kembali normal setelah makan makanan yang sama terus selama seminggu. Tapi berhubung orang jaman sekarang sangat praktis,  banyak yang akhirnya membeli di Supermarket  meskipun mahal.  Untuk porsi sekeluarga cukup untuk satu hari saja, harganya  bisa mencapai puluhan ribu yen (jutaan rupiah).

Selain masalah makanan tahun baru, di Jepang juga mempunyai  tradisi seperti tradisi tahun baru di Asia, orang dewasa memberi uang atau angpou kepada anak-anak pada Hari Tahun Baru yang dsebut  Otoshi-dama  atau  harta karun tahun baru. Anak-anak menyambutnya dengan riang gembira, kemudian bermain layang-layang atau bermain kartu tebak-tebakan yang variasinya banyak sekali dan menyenangkan berbagi bersama famili dan kerabat. Pada hari ini juga setiap keluarga akan menerima kiriman segepok nengajo (kartu tahun baru) dari teman dan kerabat yang oleh pak pos diberikan saat pagi di tahun baru. Mereka membacanya bersama seluruh keluarga sambil mengingat-ingat kebaikan orangnya.

Bagi yang tinggal di Tokyo, pada hari kedua tahun baru, tepatnya tanggal 2 Januari, bisa mengunjungi kediaman kaisar (Imperial Palace) yang biasanya terbuka untuk umum pada hari tersebut. Di sana setiap jam tertentu Kaisar dan keluarga akan keluar ke balkon yang tertutup kaca sambil melambai-lambaikan tangan dan mengucapkan  beberapa patah kata ucapan selamat tahun baru untuk rakyatnya. Masyarakat lain juga bisa menyaksikannya melalui siaran televisi. Demikianlah suasana Oshougatsu di Jepang yang berbeda dari negara kita.  (Disusun oleh Upik Kesumawati Hadi, Alumni Persada Bogor, IPB)

Full Paper in PDF  Oshogatsu, Tahun Baru

Akemashite omedetou gozaimasu, kotoshi mo yoroshiku onengaishimasu

Leave a Reply