browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Bakteri di Usus Anak Autis Berbeda dengan Anak Lain

Posted by on January 15, 2012

Anak-anak dengan autisme kadang memiliki masalah pada pencernaannya. Kini peneliti menemukan bakteri yang terdapat dalam usus anak autis berbeda dengan bakteri pada anak lainnya.

Studi sebelumnya telah mengungkapkan individu dengan autis sering menunjukkan adanya peradangan dan kelainan lain di saluran atas dan bawah ususnya. Tapi saat itu peneliti belum mengetahui apa penyebabnya.

Namun hasil studi yang dilakukan oleh Brent Williams dan rekan dari Mailman School of Public Health di Columbia University menemukan bahwa anak-anak autisme memiliki bakteri di usus yang tidak ditemukan pada anak-anak lain yang tidak memiliki autis.

“Hubungan antara mikroorganisme yang berbeda dan adanya pengembangan penyakit pada pencernaan anak autis menjadi isu yang menarik,” ujar Christine A Biron, dari Brintzenhoff Professor of Medical Science di Brown University, seperti dikutip dari MedIndia, Kamis (12/1/2012).

Hasil uji sampel menunjukkan 12 dari 23 anak dengan autis memiliki bakteri kelompok Sutterella yang relatif lebih banyak, namun organisme ini tidak terdeteksi dalam sampel anak non-autis. Meski begitu peneliti belum mengetahui mengapa organisme ini hanya ada di dalam pencernaan anak autis.

“Sutterella telah dikaitkan dengan penyakit pencernaan bagian bawah, bakteri ini sangat terkenal tapi apakah tergolong patogen atau tidak sampai saat ini belum jelas,” ujar Jorge Benach, ketua departemen mikrobiologi dari Stony Brook University.

Pada anak-anak dengan autisme, masalah pencernaan bisa menjadi salah satu hal yang sangat serius dan dapat berkontribusi pada perilakunya, sehingga dokter dan terapis kadang sulit untuk membantu pasien.

Benach menuturkan biasanya penelitian menggunakan sampel tinja atau feses untuk mengetahui mikroorganisme yang terdapat dalam usus orang dengan autisme. Tapi mikroorganisme yang terdapat dalam tinja tidak selalu mewakili mikroba yang melapisi dinding usus.

Untuk itu dalam studi ini peneliti menggunakan sampel hasil biopsi jaringan dari orang dengan autisme. Meski hasil ini memiliki statistik yang kuat, tapi tetap diperlukan studi lebih lanjut untuk menentukan apa peran dari bakteri Sutterella ini.
Sumber:  Vera Farah Bararah – detikHealth, Kamis, 12/01/2012 10:56 WIB

Leave a Reply