browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Pengamatan Vektor pada Kejadian Luar Biasa Penyakit Chikungunya di Desa Leles dan Haruman, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat

Posted by on February 2, 2012

ABSTRAK

Upik Kesumawati Hadi, Susi Soviana, Supriyono & Musphyanto Chalidaputra. 2012. “Pengamatan Vektor pada Kejadian Luar Biasa Penyakit Chikungunya di Desa Leles dan Haruman, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut,  Jawa Barat”. Kongres VIII dan Seminar Nasional Perhimpunan Entomologi Indonesia (PEI). Bogor 24-25 Januari 2012, IPB Internatinal Convention Center Botani Square Bogor

Penyakit chikungunya merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan sementara dan kaku pada persendian. Desa Haruman dan Leles di Kecamatan Leles Kabupaten Garut pada bulan Mei-Juli tahun 2010 terdapat 204 kasus sehingga ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) Chikungunya. Penelitian ini dilakukan dengan penangkapan nyamuk dewasa di dalam dan di luar rumah, identifikasi habitat, dan perangkapan telur nyamuk menggunakan ovitrap. Dari hasil penangkapan nyamuk di dalam dan di luar rumah di desa Leles dan Haruman dengan cara landing collection didapatkan 57.89% Aedes aegypti, 15.78% Aedes albopictus, 10.52% Culex quinquefasciatus, 10.52% Culex tritaeniorhynchus dan  5.26% Armigeres subalbatus, sedangkan dengan cara resting collection didapatkan  35.30% Aedes aegypti, 44.11% Culex quinquefasciatus, 17.64% Culex tritaeniorhynchus dan 2.90% Armigeres subalbatus. Adapun angka jentik  CI (container index) di desa Leles dan Haruman 19.16%, angka HI (house index) 37.3%, dan angka BI (breutau index ) 20.91%. Berdasarkan jenis bahan dasar wadah, tempat penampungan air terbanyak ditemukan terbuat dari semen (40.9%) dan plastik (52.8%). Nilai ovitrap index adalah 40.47% dengan kisaran telur per ovitrap 2-108 butir. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nyamuk Aedes aegypti berperan sebagai vektor penular Chikungunya di desa Leles dan Haruman. Bak mandi dan drum merupakan jenis tempat penampungan air terbanyak yang menjadi tempat perkembangbiakan  jentik nyamuk ini.

Kata kunci : Chikungunya, Aedes aegypti, vektor, Kabupaten Garut

Leave a Reply