browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Pasar Terapung

Posted by on February 18, 2012

Kalau anda berkunjung ke kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, jangan lupa mengunjungi pasar terapung di Muara Kuin Sungai Barito. Meskipun kunjungan kedua rasanya sedikit berbeda dengan kunjungan empat tahun yang lalu, tapi masih dapat merasakan suasana pasar terapung yang menyejukkan dan memberikan sensasi yang mengasyikkan. Betapa tidak, kita dapat menyaksikan langsung bagaimana budaya orang Banjar sejak masa lalu melakukan aktivitas jual beli langsung di pasar sungai menggunakan perahu. Suasana pasar terapung yang unik dan khas adalah berdesak-desakan antara perahu besar dan kecil saling mencari pembeli dan penjual yang selalu berseliweran kian kemari dan selalu oleng dimainkan gelombang sungai barito. Pemandangan ini tidak dijumpai di pulau Jawa yang didominasi oleh wilayah daratan.

Para pedagang di pasar terapung umumnya adalah wanita tangguh yang sudah berumur dan juga pembeli menggunakan perahu yang dalam bahasa banjar disebut jukung. Mereka memulai aktivitasnya setelah  shalat Subuh sampai jam 7 pagi. Sayur-mayur dan hasil kebun dari kampung-kampung sepanjang aliran sungai Barito dan anak-anak sungainya, terlihat dimuat dalam jukung-jukung yang dikemudikannya.

Saat matahari mulai muncul dan panas maka jukung-jukung itu berangsur-angsur meninggalkan pasar terapung dan suasanapun mulai menyepi. Keistimewaan di pasar ini adalah masih seringnya terjadi transaksi barter antar para pedagang berperahu yang dalam bahasa Banjar disebut bapanduk. Para pedagang wanita (dukuh) yang berperahu menjual hasil produksinya sendiri, sedangkan tangan kedua yang membeli dari para dukuh untuk dijual kembali disebut panyambangan. Para pedagang ini kebanyakan adalah perempuan yang mengenakan pakaian tanggui dan caping lebar khas Banjar yang terbuat dari daun rumbia.

Pada kunjungan empat tahun yang lalu rasanya jukung-jukung dengan sarat muatan barang dagangan sayur mayur, buah-buahan, segala jenis ikan dan berbagai kebutuhan rumah tangga terlihat jauh lebih banyak daripada yang terlihat pada kunjungan terakhir ini. Kalau anda ingin mengunjungi pasar terapung, setelah solat Subuh di Masjid Raya Sultan Suriansyah, anda kesana, lalu menyewa klotok atau perahu kecil bermesin yang khusus disewakan kepada wisatawan menuju pasar terapung. Dengan beaya sekitar Rp150.000/trip anda akan dibawa menelusuri sungai Barito dan dalam waktu sekitar 20 menit akan sampai ke titik pasar terapung. Suasana pagi di tengah sungai yang menyejukkan dan pemandangan matahari terbit, membuat anda lupa akan segala permasalahan sehari-hari. (Upik Kesumawati Hadi  April 2011)

Paper in PDF: Pasar Terapung

Dini hari di Sungai Barito

Seorang ibu dengan jukungnya

Suasana Pasar Terapung di Sungai Barito Pagi Hari

Empat Orang DRH di dalam Klotok

 

 

 

 

Leave a Reply