browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Managemen Pengendalian Urban Pest

Posted by on March 2, 2012

Pest/Hama adalah makhluk yang dalam keperluan hidupnya berada di lingkungan permukiman dan merugikan atau membahayakan kehidupan manusia. Sebagian hama sesungguhnya tidak hanya menyerang manusia tetapi juga hewan ternak baik secara langsung dengan menghisap darahnya, maupun tidak langsung  sebagai penular berbagai jenis penyakit atau  sebagai pengganggu dengan caranya “nimbrung” sehingga menimbulkan gangguan fisik maupun psikis pada manusia dan hewan ternak di sekitarnya.

Permukiman adalah suatu kompleks tempat bermukim manusia, terdiri dari rumah berikut bangunan lainnya, halaman pekarangan, jalan, selokan dan kandang hewan peliharaan, termasuk tempat penampungan limbah. Lingkungan itu seringkali pada kenyataannya banyak dimanfaatkan oleh hama pengganggu sebagai habitat, tempat istirahat serta tempat mencari makan.  Berbagai jenis hama tersebut hidup atau berada di lingkungan permukiman, yang keberadaannya dapat merupakan gangguan atau bahkan bahaya bagi orang-orang di sekitarnya.

Hama pengganggu yang berasal dari kelompok Arthropoda dikenal dengan istilah Ektoparasit, karena hidupnya di luar tubuh inangnya (hewan atau manusia). Ektoparasit ini ada  yang bersifat obligat dan fakultatif. Yang bersifat obligat artinya seluruh stadiumnya, contohnya, kutu penghisap (Anoplura), menghabiskan seluruh waktunya pada bulu dan rambut. Kelompok yang bersifat fakultatif artinya ektoparasit itu menghabiskan waktunya sebagian besar di luar inangnya. Mereka datang mengganggu inang hanya pada saat makan atau menghisap darah ketika diperlukannya. Contohnya, kutu busuk (Hemiptera: Cimicidae), datang pada saat membutuhkan darah, setelah itu bersembunyi di tempat-tempat gelap atau celah-celah yang terlindung, jauh dari inangnya. Demikian juga yang dilakukan oleh berbagai jenis serangga penghisap darah dari Ordo Diptera, khususnya famili Culicidae (nyamuk, agas, mrutu, lalat punuk).

Jenis-jenis hama permukiman (urban pest) yang banyak dijumpai di Indonesia antara lain adalah berbagai jenis lalat, nyamuk, lipas, kutu, kutu busuk, pinjal dan caplak . Peranan hama permukiman dalam manusia sangat merugikan karena selain menimbulkan gangguan yang menggelisahkan dan juga dapat berakibat fatal terutama serangga-serangga vektor penular penyakit.

Berikut ini disebutkan beberapa jenis hama yang umum dijumpai pada lingkungan permukiman antara lain berbagai jenis lalat, nyamuk, kutu, pinjal, caplak dan tungau. Bagaimana konsep pengendalian hama juga disajikan pada akhir tulisan ini.

MAKALAH LENGKAP DALAM PDF : Managemen Pengendalian Urban Pest

Leave a Reply