browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Resensi Buku: “Hama Permukiman Indonesia: Pengenalan, Biologi dan Pengendaliannya”

Posted by on August 4, 2012

 Judul buku: “Hama Permukiman Indonesia: Pengenalan, Biologi dan Pengendaliannya”  Editor: Singgih H Sigit & Upik Kesumawati Hadi, Tahun Terbit 2006, ISBN 979-25-6940-5, Edisi Lux Hard cover, 491 halaman, Penerbit Unit Kajian Pengendalian Hama Permukiman Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor,  Bogor Indonesia

Mendengar kata hama, maka hampir semua orang mengasosikannya dengan wereng, ulat grayak, ulat api, belalang dan lain sebagainya. Memang, hama, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah hewan yang menganggu produksi pertanian, seperti babi hutan, tupai, tikus dan terutama serangga. Lalu apa kaitannya dengan permukiman ?

Mungkin definisi yang dikemukanan oleh Gerozisis dan Hadlington dalam Urban Pest Control in Australia (1995) dapat menjelaskan. A pest as an organism that, at a given place and time, is undesirable, noting that the nature of the undesirability may be a direct threat to health or property (shelter, food etc) or may be simply related to comfort or aesthetic. (Hama adalah suatu mahluk hidup yang pada suatu tempat dan waktu, tidak dikehendaki. Yang dimaksud dengan tidak dikehendaki karena secara langsung keberadaannya dapat mengancam kesehatan atau harta-benda atau hanya sekedar gangguan kenyamanan atau estetika). Nyamuk Aedes aegypti misalnya sudah lama dikenal sebagai penular demam berdarah dengue, nyamuk Anopheles spp, dapat menularkan malaria, lalat menyebarkan tifus, disentri dan penyakit gangguan pencernaan. Rayap dapat merusak bangunan dan perabotan dari kayu serta arsip-arsip dokumen.

Adapun kenyamanan dan estetika sangat individual sekali ukurannya. Seseorang bisa saja makan dengan lahap sambil menghalau lalat yang berterbangan di sekitarnya, atau tidak merasa terganggu melihat kecoa berkeliaran. Sementara orang lain langsung membatalkan niatnya makan di suatu rumah makan karena ada lalat atau lari terbirit-birit melihat kecoa. Nah, masalah hama inilah yang dikupas pada Bab 1, mengawali perkenalan kepada hama permukiman Indonesia, biologinya dan pengendaliannya.dan pada bab penutup (Pandangan ke depan) oleh penulis (benang merah hama permukiman Indonesia) Singgih H. Sigit sekaligus editor utama buku ini. Lebih lanjut dijelaskannya bahwa  lingkungan pemukiman manusia yang umumnya berupa suatu kompleks bangunan tempat tinggal berikut fasilitas yang berhubungan dengan pelbagai hajat hidupnya, termasuk juga jalan, selokan, berikut tanaman, pekarangan dan hewan-hewan peliharaannya, merupakan sebuah ekosistem tersendiri yang unik. Lingkungan itu dibangun dan diciptakan terutama untuk kepentingan kenyamanan hidup manusia, tetapi pada kenyataannya banyak makhluk lain ikut memanfaatkan kondisi itu sebagai habitat, tempat istirahat serta tempat mencari makan. (hal. 1). Berbeda dengan masalah hama dalam dunia pertanian, yang dampak ekonominya dapat dihitung atau diperkirakan, dalam dunia kesehatan pengertian “bahaya”, “gangguan” atau “ketenangan” jelas tidak dapat dinilai secara moneter (hal 2).

Makhluk hama permukiman  apa saja yang dibahas dalam buku ini? Berturut-turut mulai Bab 2 sampai dengan Bab 15, beberapa penulis secara bergantian atau gotong-royong mengenalkannya kepada anda. Hama-hama permukiman tersebut, sebagian mungkin sudah anda kenal sosoknya tetapi tidak disadari ancamannya. Atau anda sudah merasa sangat terganggu olehnya tetapi tidak tahu kenapa ?  Selain 4 hama yang sudah disebutkan di atas, diulas secara rinci : semut, pinjal, kutu, kepinding, caplak, tikus, tungau dan hama gudang. Pada bab-bab tersebut juga diuraikan cara pengendaliannya. Sehingga anda tidak hanya kenal dan menyadari ancamannya tetapi juga tahu bagaimana mencegah atau mengatasi ancaman dan gangguannya.

Bab-bab berikutnya, 16-19, diuraikan beberapa perangkat yang dibutuhkan untuk melaksanakan pengendalian tersebut, seperti pilihan berbagai jenis insektisida, mesin dan alat aplikasi serta beberapa tip operasi lapangan. Pada halaman-halaman akhir dikenalkan para penulis yang menyusun buku ini yang terdiri dari para akademisi dan praktisi di bidang entomologi kesehatan dan hama permukiman.

Bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, menjadikan buku ini sebagai pegangan bagi semua orang, tidak terbatas bagi para pelaku jasa pengendalian hama, para industri yang sering mendapat masalah, seperti  industri makanan termasuk restoran dan gerai makanan siap saji, perhotelan, rumah sakit, perkantoran, transportasi tetapi juga para mahasiswa yang sedang belajar, para pengambil keputusan di instansi pemerintah dan swasta.

Buku Hama Permukiman Indonesia ini adalah buku pegangan pertama yang terbit dalam bahasa Indonesia. Selama ini banyak buku buku Urban Pest Control berasal dari terbitan luar negeri. Selain menggunakan bahasa Inggeris yang membatasi penggunanya, hama, situasi dan kondisi lingkungannya tidak seluruhnya sesuai dengan Indonesia. Kiranya buku yang diterbitkan oleh Unit Kajian Pengendalian Hama Permukiman, Fakultas Kedokteran Hewan, IPB ini yang diluncurkan bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2006, merupakan sumbangan yang berarti bagi kecerdasan dan kemajuan bangsa (musphyanto.blogspot) .

Bagi yang berminat dapat menghubungi Laboratorium Entomologi, Bagian Parasitologi dan Entomologi Kesehatan Departemen IPHK FKH IPB Bogor Jln Agatis Kampus Darmaga Bogor Telp 0215 8421784

RESENSI IN PDF: Resensi Buku Hama Permukiman Indonesia

 

Leave a Reply