browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Ectoparasite of Orangutan (Pongo pygmaeus) at Ex-situ Habitat

Posted by on October 19, 2012

 

[Skripsi] WINDA RAHAYU ANDINI. Ectoparasite of Orangutan (Pongo pygmaeus) at Ex-situ Habitat. Under the advisory of  UPIK KESUMAWATI HADI

                                                                ABSTRACT

Orangutan (Pongo pygmaeus) is endangered species originally from Indonesia. CITES classified orangutan in Appendix 1. To prevent the extinction of orangutan, the goverment develop ex-situ habitat. Unfortunatly, this effort has several problems such as disease problems or ectoparasite. This research was aimed to identify ectoparasite infesting orangutan at ex-situ habitat. This research was done in Taman Margasatwa Ragunan, Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga, Kebun Binatang Bandung and Taman Safari Indonesia from July 2007 untill September 2007. The ectoparasite collection methods used light trap, sweep net and manual (anastetic). The result of the research showed that ectoparasite which annoying orangutan in the four location were temporary ectoparasites such as seven spesies mosquitos, Culicidae (Culex hutchinsoni, Culex quinquefasciatus, Culex fuscocephalus, Aedes albopictus, Armigeres foliatus, Armigeres subalbatus dan Tripteroides sp), one spesies sandfly, Ceratopogonidae (Culicoides sp), one spesies Chironomidae (Chironomus sp), one spesies blowfly, Calliphoridae (Chrysomya megacephala), two spesies Muscidae (Musca domestica and Musca sp), and one spesies fruitfly, Drosophilidae (Drosophila melanogaster). No permanent parasite was founded.

Key Words: ectoparasite, ex-situ habitat,  orangutan, Pongo pygmaeus

 

ABSTRAK

[Skripsi] WINDA RAHAYU ANDINI. Ektoparasit Pengganggu pada Orangutan (Pongo pygmaeus) di Habitat Ex-situ. Dibimbing oleh Dr. drh UPIK KESUMAWATI HADI, MS

Orangutan (Pongo pygmaeus) adalah spesies langka yang termasuk satwa asli Indonesia. Orangutan diklasifikasikan oleh CITES dalam Appendix 1. Untuk mencegah kepunahan orangutan, pemerintah mengembangkan habitat ex-situ. Namun usaha ini tidak lepas dari berbagai masalah penyakit atau gangguan ektoparasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis ektoparasit yang menginfestasi orangutan. Penelitian ini dilakukan di Taman Margasatwa Ragunan, Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga, Kebun Binatang Bandung, Taman Safari Indonesia dari bulan Juli 2007 sampai dengan September 2007. Metode koleksi ektoparasit yang digunakan yaitu light trap, sweep net dan manual (anastesi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ektoparasit yang mengganggu orangutan di empat lokasi tersebut adalah ektoparasit temporer yang terdiri atas tujuh jenis nyamuk, Culicidae (Culex hutchinsoni, Culex quinquefasciatus, Culex fuscocephalus, Aedes albopictus, Armigeres foliatus, Armigeres subalbatus dan Tripteroides sp), satu jenis agas, Ceratopogonidae (Culicoides sp), satu jenis Chironomidae (Chironomus sp), satu jenis lalat hijau, Calliphoridae (Chrysomya megacephala), dua jenis Muscidae (Musca domestica dan Musca sp), dan satu jenis lalat buah, Drosophilidae (Drosophila melanogaster). Tidak ditemukan ektoparasit yang bersifat permanen atau obligat.

Kata Kunci: ektoparasit,  habitat eksitu,  orangutan, Pongo pygmaeus

Abstrac dalam PDF :  Ectoparasite of Orangutan (Pongo pygmaeus) at Ex-situ Habitat

Leave a Reply