browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Lautan Pasir dan Savana Gunung Bromo

Posted by on August 7, 2013

Kawah gunung Bromo dan si pemberani

Kawah gunung Bromo dan si pemberani

Tangga pendakian gunung Bromo

Tangga pendakian gunung Bromo

Dari Penanjakan view point, kami bertiga dengan Jeep melanjutkan perjalanan menuju Gunung Bromo. Kawasan wisata Bromo merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN-BTS) Jawa Timur. Jalan-jalannya cukup sempit dan jalur yang cukup ekstrim, sehingga hanya dengan Jeep sewaan kami diijinkan memasuki kawasan ini. Supir-supir Jeep semuanya adalah penduduk Tengger yang terlatih dan merupakan satu profesi masyarakat Tengger selain menjadi petani yang tekun.

Menunggang kuda menuju tangga pendakian gunung Bromo

Menunggang kuda menuju tangga pendakian gunung Bromo

Setelah melewati lautan pasir akhirnya kami turun dari Jeep dan ganti kendaraan. Kami menunggang kuda dengan beaya seratus ribu rupiah pulang pergi, menuju dasar tangga menuju Gunung Bromo.  Sang kuda beserta jokinya menanti kami di tempat parkir para kuda. Setelah menaiki tangga yang jumlahnya 220, sampailah kami berada di puncak  gunung api Bromo yang berketinggian 2.392 meter.  Lelah dan panas yang luar biasa membuat badanku lemas dan black out. Untunglah tidak berlangsung lama, tubuhku masih kuat untuk bisa memandangi kawah Gunung Bromo yang mengepulkan asap. Kepalaku cukup pening melihat empat orang yang berdiri di dalam lingkaran berbahaya kawah gunung hanya untuk meraup lemparan uang kecil sesembahan orang. Hari itu Jumát legi sehingga banyak masyarakat Tengger memberikan sesembahan berupa sesajen uang dan makanan ke kawasan kawah. Beginilah..rupanya kepercayaan mereka….

Berpose sebelum mendaki

Berpose sebelum mendaki

Dari kawasan Puncak Bromo kami melihat kawah yang memiliki diameter ± 600 meter.
Dan kelau melihat keluar maka terlihat indahnya pemandangan lautan pasir atau kaldera yang mengelilingi gunung yang sangat luas. Menurut cerita penuntun kuda kami, gunung ini telah meletus beberapa kali, yang terakhir terjadi pada bulan November tahun 2010 sampai bulan Januari 2011.

Menikmati warung terbuka

Menikmati warung terbuka

Dari kaldera kami melanjutkan perjalanan dengan jeep kembali menuju Padang Rumput Bromo yang disebut Savana Bromo, yang terletak di bagia selatan Gunung Bromo. Savana ini terletak pada sebuah lembah hijau yang di kelilingi tebing-tebing menjulang tinggi dan beberapa bukit kecil yang dikenal dengan nama Bukit Teletabies. Mengapa diberi nama ini, karena suasananya seperti di bukit yang ada di dalam acara tv Teletabies. Kesannya sejuk, nyaman, hijau, indah, aman, tentram, nyaman, dan damai.

Bukit Teletabies

Bukit Teletabies

Disini kami merasakan seolah-olah tidak berada di Gunung Bromo, suhu sangat sejuk dan memberikan nuansa yang berbeda. Untuk menghangatkan tubuh kami bisa membeli baso malang atau minuman hangat yang dijual terbuka tanpa atap… Kami melihat tidak hanya turis lokal, tapi turis asing juga banyak yang datang untuk menikmati kindahan kawasan Bromo. (Upik Kesumawati Hadi, Fakultas Kedokteran Hewan IPB Bogor, Juni 2013)

Tulisan dalam PDF: Lautan Pasir dan Savana Gunung Bromo

Pasir Berbisik

Pasir Berbisik

 

Leave a Reply