browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Keanekaragaman Jenis dan Kepadatan Nyamuk pada Aplikasi Zooprofilaksis dalam Pengendalian Penyakit Tular Vektor

Posted by on February 21, 2015

 

 

Keanekaragaman Jenis dan Kepadatan Nyamuk pada Aplikasi Zooprofilaksis dalam Pengendalian Penyakit Tular Vektor (*)

Imam Hanafy (1), Fahmi Khairi (2), Susi Soviana (3), Upik Kesumawati Hadi. (3)

(1) Mahasiswa Pascasarjana Prodi Parasitologi & Entomologi Kesehatan IPB, (2) Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan IPB (3) Staf Pengajar Bagian Parasitologi dan Entomologi Kesehatan IPB

(*) Disampaikan pada “Konferensi Ilmiah Veteriner Nasional (KIVNAS) ke-13 Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) yang akan diselenggarakan di Palembang pada tanggal 24-25 November 2014

 Abstrak. Nyamuk merupakan kelompok serangga yang paling banyak menimbulkan masalah kesehatan masyarakat. Hal ini disebabkan oleh keragaman, distribusi, populasi dan banyaknya spesies yang berperan sebagai pengganggu dan vektor. Beberapa penyakit yang diperantarai nyamuk (mosquito-borne diseases) di Indonesia adalah malaria, DBD, filariasis, dan chikungunya. Pemanfaatan hewan ternak seperti sapi dan kerbau yang umum dipelihara warga di daerah endemis justru dapat dimanfaatkan sebagai pengalihan atau barier agar nyamuk tidak kontak langsung dengan manusia karena sifat biologi dari nyamuk yang cenderung zoofilik. Pemanfaatan hewan ternak sebagai barier ini dikenal dengan istilah zooprofilaksis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman dan kepadatan nyamuk pada aplikasi zooprofilaksis, dengan menempatkan sapi diantara rumah dan habitat perkembanganbiakan nyamuk. Metode yang digunakan adalah penangkapan nyamuk dengan umpan orang dan sapi menggunakan magoon trap. Pengambilan sampel dilakukan selama tujuh kali dengan frekuensi dua minggu sekali. Keragaman spesies yang didapatkan antara lain Ae.aegypti, Ae. albopictus, An. sundaicus, An. vagus, An. barbirostris, An. aconitus, An. subpictus, Ar. subalbatus, Cx. quinquifasciatus, Cx. tritaeniorhynchus, Cx. sitiens, Cx. hutchinsoni. Kepadatan tertinggi pada manusia adalah Culex dengan MHD (Man Hour Density) sebesar 28,82 nyamuk/orang/malam, dan terendah adalah Anopheles sebesar 0,01 dengan nilai total MHD sebesar 30,8. Nilai CHD (Cattle Hour Density) pada sapi tertinggi adalah Culex sebesar 101,35 dan terendah adalah Armigeres sebesar 0,35 dengan nilai total CHD sebesar 101,68. Tingginya kepadatan nyamuk pada sapi menunjukkan bahwa hewan ternak sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai pengalihan gigitan nyamuk pada manusia.

Keyword: Kepadatan, Keanekaragaman, Nyamuk, Zooprofilaksis.

Abstrak dalam PDF: Keanekaragaman Jenis dan Kepadatan Nyamuk pada Aplikasi Zooprofilaksis

Leave a Reply