browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Permukiman Penduduk Asli Sumba Barat

Posted by on November 8, 2015

Permukiman penduduk asli Sumba Barat ini sangat unik, tampak terlihat dari jalan Achmad Yani di Pusat Kota Waikabubak, karena letaknya memang di atas bukit. Permukiman tersebut bernama Kampung Adat Tarung merupakan kampung adat penduduk asli di Waikubabak, Kabupaten Sumba Barat Nusa Tenggara Timur yang kehidupan sehari-harinya masih menyembah batu dan peradaban animisme lainnya. Kami sempat berkunjung karena lokasinya tidak jauh dari tempat kami menginap di Hotel Mangandang. Kampung adat ini mudah dijangkau karena terletak dekat dengan pusat kota, bahkan dekat kompleks Pasar Inpres. Di kampung ini masyarakatnya tinggal dalam rumah adat Sumba yang bentuknya unik dan khas, serta masih taat memegang adat istiadat leluhur yang kuat dan dikenal dengan ajaran kepercayaan Merapu.

Rumah adat Sumba disebut rumah Uma merupakan satu di antara bentuk arsitektur tradisional yang masih tersisa hingga di jaman modern ini. Rumah adat Sumba ini memiliki bentuk yang sangat unik dan beratap alang-alang. Di kampung ini rumah adat dibangun mengililingi ruang terbuka tempat upacara pemujaan roh leluhur, makam megalitik, tiang pancang (Adung) yang dulu digunakan untuk menggantung kepala musuh, dan ada juga rumah besar yang digunakan untuk bermusyarawah (Uma Bokulu). Selain rumah adat Sumba, terdapat juga bangunan adat yang berfungsi sebagai tempat untuk memelihara ternak kuda, yaitu rumah tinggi bertingkat, dan dibagian kolongnya biasanya digunakan untuk memelihara babi (Uma Jangga).

Penduduk di rumah adat ini mata pencahariannya bertani dengan tanaman utama padi dan jagung. Selain itu ibu-ibunya menenun. Di setiap rumah mereka memiliki alat menenun, dan ketika ada tamu berkunjung semua keluar menjajakan hasil karyanya. Setiap bulan November di Kampung Adat Tarung ini digelar upacara adat setahun sekali, mereka mempersembahkan hasil buruan babi nya di rumah pemujaan roh leluhur, kemudian daging babinya dibagikan ke seluruh penduduk yang menganut ajaran Merapu. Kami berkunjung bertepatan dengan persiapan upacara adat tersebut, dan karena acaranya malam hari kami tidak bisa menyaksikannya.
Kampung Tarung merupakan menjadi simbol kekuatan peradaban masa lalu yang bertahan secara turun temurun dari gempuran modernisasi. Dan kita bisa menyaksikan dua peradaban dengan mudah saat berkunjung ke Waikabubak. Jangan lupa singgah kalau berkesempatan berkunjung ke kota ini… (Ditulis oleh Upik Kesumawati Hadi, PS Parasitologi dan Entomologi Kesehatan Sekolah Pascasarjana IPB Bogor November 2015).

TULISAN DALAM PDF: Permukiman Penduduk Asli Sumba Barat

Rumah di kampung adat Tarung

Rumah di kampung adat Tarung

 

 

Leave a Reply