browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Longji di Myanmar

Posted by on November 18, 2015

Pada bulan Agustus 2015, saya berkesempatan mengunjungi Yangon, ibu kota negara Myanmar selama tiga hari, dalam rangka  mengikuti Scientific Workshop to Explore e-ASIA Research Collaboration Opportunities Focused on Emerging Infectious Disease and Cancer Priorities in South East Asia and the Pacific Rim. Hadir dalam acara ini berbagai perwakilan negara Asia Tenggara, Rusia, Jepang dan Amerika Serikat. Kami bersama rombongan dari negara lain menginap di Hotel Inya Lake, yang cukup tenang dan sangat indah di pinggir Danau Inya.

Negara Myanmar (dulu Burma), adalah satu di antara negara Asia Tenggara yang saat ini hangat dengan issue Rohingya, konflik antara Budha dan Islam. Tokoh wanita pembaharu yang terkenal dari Negara ini adalah Aung San Suu Kyi. Negara ini berbatasan India, Bangladesh, Cina, Laos dan Thailand. Dari Indonesia tidak ada penerbangan langsung, tetapi transit di Kuala Lumpur, lalu dari sini terbang lagi menuju Myanmar. Demikian pula ketika kembali ke tanah air, transit di Kuala Lumpur, lalu Kuala Lumpur Ke Jakarta. Bandara Internationalnya cukup besar, modern dan megah, tetapi sebagian besar orang-orangnya berpenampilan memakai kain sarung bagi yang laki-laki dan rok bawahan panjang bagi wanita.  Ternyata inilah pakaian pakaian adat mereka.

Kain sarung itu dinamakan Longji, memakainya diikat menjendol di bagian perut. Bagian atasnya,  laki-laki mengenakan kemeja dengan leher seperti baju koko yang umumnya berwarna putih. Bawahan rok panjang yang dipakai perempuan modelnya seperti banyak terlihat di Indonesia, dengan berbagai motif, tetapi baju atasannya berlengan pendek dengan model seperti baju encim. Supir taksi, pelayan toko, semua berlongji, bahkan anak-anak sekolah dan pegawai pemerintahan selalu mengenakan longji sebagai pakaian resmi. Saya melihatnya seperti suasana pesantren di Indonesia yang suka mengenakan sarung. Kemiripan bentuk, rupa, wajah juga terlihat sebagai sesama warga negara Asean. Tetapi  ada yang lebih terasa lagi ketika melihat orang-orang berlongji…( (Ditulis oleh Upik Kesumawati Hadi, Fakultas Kedokteran Hewan IPB Bogor 2015)

Tulisan dalam PDF: Longji di Myanmar

Longji dan Kemeja putih

Longji dan Kemeja putih

Tokoh Wanita Pembaharu Aung San Suu Kyi

Tokoh Wanita Pembaharu Aung San Suu Kyi

Peserta whorkshop

Peserta whorkshop

Leave a Reply