browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Intramuros Kota Tua di Manila

Posted by on December 3, 2015

Intramuros di Manila

Intramuros adalah daerah kota tua di Manila yang terdiri atas bangunan-bangunan tua dengan budaya  Spanyol. Sebagai contoh, Fort Santiago yang dulunya benteng tentara Spanyol,  sekarang menjadi daerah wisata sejarah yang terpelihara dengan baik. Benteng ini terletak di sebelah Selatan aliran Sungai Pasig, dan disini kita bisa menyaksikan catatan sejarah Filipina. Di dalam Benteng Santiago terdapat juga Rizal Shrine tempat dulu José Rizal, pahlawan paling dikagumi di Filipina, dipenjarakan, dan diakhir hayatnya berada didepan regu tembak pasukan Spanyol.

Intramuros seringkali diterjemahkan sebagai benteng, padahal secara harfiah artinya  “berada di dalam tembok-tembok”. Benteng itu dibangun pada abad ke-16 atas perintah Raja Phillip II dari Spanyol , dengan ketebalan satu meter dengan panjang 4,5 kilometer dan luas 64 hektar. Di dalam Benteng ini, sebuah kota kecil dijadikan sebagai pusat kekuasaan Raja Spanyol Philip II,  saat itu terdapat beberapa gedung seperti gereja, tempat pendidikan atau sekolah, serta kantor pemerintahan.

Menurut sejarah, Intramuros dibangun dengan tujuan melindungi kekuasaan Spanyol di Filipina, terutama dari Belanda dan Inggris yang juga sedang saling berebut wilayah jajahan di Asia Tenggara. Selain itu, Intramuros juga dibangun untuk melindungi Manila dari bajak laut Cina dan Negara lain.

Sebelum kedatangan Spanyol, tempat tersebut merupakan benteng kayu Rajah Sulayman. Dari namanya anda pasti kenal, itu nama Islam. Jadi ternyata sebelum zaman penjajahan Spanyol Filipina hidup dalam zaman kerajaan Islam, dan merupakan sebuah negara merdeka yang kental dengan budaya Melayu. Di Filipina bagian Utara, sampai sekarang, budaya Melayu masih ada meskipun sudah dipengaruhi budaya Spanyol. Budaya Melayu masih nyata terlihat,  seperti ada beberapa kesamaan antara Bahasa Tagalog dan Bahasa Indonesia, yaitu kata payung, bakiak, putih, selamat, kami, lelaki, langit, dan kumpul-kumpul.

Pada masa Perang Dunia II, ketika Filipina dikuasai oleh Amerika Serikat, tentara AS di bawah pimpinan Jenderal MacArthur menjadikan Intramuros sebagai benteng pertahanan terakhir dari gempuran tentara Jepang.  Saat itu kondisi benteng porak-poranda dan hanya Gereja San Agustin yang masih tegak berdiri. Pada tahun 1951 benteng dipugar,  dan tahun 1979 di bawah pemerintahan Ferdinand Marcos, Intramuros dipugar sebagai warisan sejarah Filipina yang penting (disusun oleh Upik Kesumawati Hadi, Fakultas Kedokteran Hewan IPB Bogor Nov. 2015).

Tulisan dalam PDF: Intramuros kota Tua di Manila

Fort Santiago di Intramuros

Fort Santiago di Intramuros

Gerbang benteng

Gerbang benteng

Gerbang dari dekat..

Gerbang dari dekat..

Ketebalan dinding sekitar satu meter

Ketebalan dinding sekitar satu meter

kolam yang tenang di balik dinding

kolam yang tenang di balik dinding

Sebelum Spanyol, adalah kekuasaan Rajah Sulayman

Sebelum Spanyol, adalah kekuasaan Rajah Sulayman

Patung Yose Rizal di depan Shrine

Patung Yose Rizal di depan Shrine

Sungai Pasig berbatasan dengan Intramuros

Sungai Pasig berbatasan dengan Intramuros

Indah dan bersih

Indah dan bersih

Taman nan asri

Taman nan asri

Gereja di dalam Intramuros

Gereja di dalam Intramuros

Taman di tengah Intramuros

Taman di tengah Intramuros

Leave a Reply