browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Keanekaragaman Spesies Lalat Tabanidae Sebagai Vektor Trypanosoma Pada Badak Jawa Di Dua Desa Penyangga Taman Nasional Ujung Kulon

Posted by on October 30, 2016

Abstrak Seminar Nasional ke-4 Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana, Kupang 25 Oktober 2016

 

Zaenal Gesit Kalbuadi1, Dedy Surya Pahlawan1, Gita Alvernita2, Dyah Lukitaningsih3, Kurnia Oktavia Khairani4, Supriyono5, Upik Kesumawati Hadi5

1 Program Sarjana Fakultas Kedokteran Hewan IPB

2 Aliansi Lestari Rimba Terpadu (ALeRT)

3 Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pandeglang

4 Cornell University

5 Laboratorium Entomologi Divisi Parasitologi dan Entomologi Kesehatan Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan IPB

 

Abstrak

Badak jawa saat ini sedang terancam kepunahan. Populasi badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) yang ada saat ini sangat sedikit yaitu 60 ekor. Hasil survey penyakit pada daerah penyangga Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA) adalah SE (14%) dan trypanosomiasis dengan prevalensi 90 %. Lalat Tabanidae merupakan salah satu vektor potensial penyebaran trypanosomiasis pada badak. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keanekaragaman spesies Tabanidae yang terdapat di desa penyangga kawasan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai dasar pengendalian trypanosomiasis pada badak. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 6 kali pada bulan Januari – Juli 2016 di Desa Rancapinang dan Desa Ujung Jaya menggunakan NZI trap pada 3 titik di setiap desa selama 5-10 hari koleksi. Identifikasi dilakukan dengan menggunakan mikroskop stereo dengan panduan kunci taksonomi dari Schuuman dan Stekhoven (1926). Lalat tabanidae yang terkoleksi selama penelitian sebanyak 32 spesies. Terdapat 5 spesies dominan selama periode penangkapan yaitu Tabanus megalops, T.  striatus, T. tristis, T. rubidus dan Haematopota truncata. Sampel terbanyak diperoleh pada penangkapan ke-3 yang diikuti dengan tingginya curah hujan pada periode ini. T. megalops merupakan spesies terbanyak yang mendominasi populasi lalat Tabanidae di kedua desa. Pola jumlah populasi berdasarkan curah hujan dapat dijadikan acuan dalam pengendalian lalat sebagai vektor trypanosomiasis.

Kata kunci: Keanekaragaman, Pengendalian, Tabanidae, trypanosoma, Badak Jawa, Ujung Kulon

 

Leave a Reply