browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Tugu Kilometer 0 Indonesia Bagian Timur

Posted by on June 10, 2017

Betapa bahagianya penulis, setelah setahun yang lalu dapat mengunjungi tugu kilometer 0 Indonesia Bagian Barat, pertengahan  Juni 2015 yang lalu penulis mendapat kesempatan berkunjung ke tugu titik 0 Indonesia Bagian Timur dan perbatasan Indonesia-Papua Nugini di distrik Sota Merauke, Papua.

Ketika penulis berada di tempat ini, penulis baru merasakan betapa luasnya negeri tercinta NKRI ini, dari ujung barat di Sabang sampai ke ujung timur di Merauke. Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan berkali-kali ketika dapat mengunjungi titik 0 Indonesia bagian Timur. Saat itu penulis dalam perjalanan dinas supervisi Riset Khusus Vektor dan Reservoar Penyakit yang satu di antaranya mengambil titik di Merauke.

Titik 0 tersebut berada di distrik Sota, yang bisa ditempuh dalam waktu sekitar dua jam dari Merauke. Kami melewati hutan alam yang masih asri, hutan lindung (Taman Nasional Wasur) yang banyak ditumbuhi Musamus (mereka menyebutnya sarang semut), dan sepanjang taman nasional ada sungai yang menjadi tempat bermain anak-anak setempat. Di sebelah sungai tampak juga bivak-bivak penduduk asli Merauke, yang kalau diberi salam dan senyum dari jauh mereka senang sekali.

Setelah melewati hutan alam tersebut sampailah kami di distrik Sota yang sunyi dan jauh dari keramaian. Di tengah-tengah sebelum belok menuju titik nol, terlihat Tugu Perbatasan yang dijaga oleh polisi perbatasan. Pos polisi ini cukup asri, dan para penjaga dengan tenang menjaga keamanan lintas negara antara Indonesia dan Papua Nugini. Di sini sangat aman sekali, masyarakatMerauke mempunyai Motto dalam bahasa Papua yaitu Izakod Bekai, Izakod Kai yang dalam bahasa Indonesia berarti Satu Jiwa Satu tujuan.

Begitu sampai di titik nol kami disambut oleh seorang Polisi setia bernama Ipda Ma’ruf yang telah menjaga perbatasan sekaligus merawat taman di lingkungn tugu titik yang sangat penting bagi NKRI. Taman di sekitar tugu dinamakannya Taman Merah Putih. Beliau sehari-hari berpakaian polisi menunjukkan kesetiannya terhadap profesi yang diembannya. Di tugu tertulis angka-angka yang merupakan letak geografis, yang perhitungannya dilakukan oleh Tim Survey Indonesia-Australia.

Di sekitar titik tersebut kita dapat menyaksikan juga Musamus yang tingginya mencapai 4 meter dengan dimeter cukup besa dan terjaga dengan baik. Suara alam seperti burung terdengar di kejauhan, dan tidak jarang burung-burung indah datang dengan nyaman di sekitar taman tersebut. Tidak sedikit juga penduduk Papua Nugini yang berlalu lalang di sekitar perbatasan, dan umumnya mereka menyeberang untuk mencari bahan keperluan sehari-hari.

Di sekitar titik nol tersebut juga ada warung souvenir yang menjual minyak kayu putih, madu asli, tas noken, sirih, pinang dan buah serta sayur khas merauke. Saya berhasil membuat tersenyum mamak-mamak di warung karena membeli beberapa botol minyak katu putih yang katanya asli dan bagus. Terima kasih ya Allah, telah kau izinkan hambaMu untuk mengunjungi Indonesiaku tercinta di ujung timur. Dari Sabang sampai Merauke telah kulangkahkan kaki ini….Alhamdulillah ya..mujiibassailiin.  (Ditulis oleh Upik Kesumawati Hadi, Staf Dosen di PS Parasitologi dan Entomologi kesehatan Sekolah Pascasarjana IPB Bogor).

TULISAN DALAM PDF: Tugu Kilometer Nol Indonesia Bagian Timur

Tugu kembar Sabang-Merauke

Tugu kembar Sabang-Merauke

Titik Geografis

Titik Geografis

Gerbang Penjagaan

Gerbang Penjagaan

Titik Geografis titik O

Titik Geografis titik O

Tim survey Indonesia -Australia

Tim survey Indonesia -Australia

Bertemu dengan tim BIG

Bertemu dengan tim BIG

IPDA Ma'ruf Penjaga Setia Perbatasan Timur

IPDA Ma’ruf Penjaga Setia Perbatasan Timur

Leave a Reply