browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

OIE Regional Workshop on Vector Borne Disease in the Asia-Pacific Region

Posted by on September 13, 2018

Tanggal 10-11 September 2018 OIE telah mengadakan Lokakarya Regional tentang Penyakit Tular Vektor atau Vektor Borne Disease di Asia  Pasifik, di Incheon Republik Korea. Hadir dalam acara lokakarya regional tersebut sekitar 40 orang dari 25 negara anggota OIE di dunia. Pada kesempatan ini saya dari IPB dapat hadir bersama kolega dari Direktorat Keswan (Drh Puguh Wahyudi Msi) dan Bbalitvet Bogor (Drh. Indrawati Sendow MSc).

Apakah OIE itu? OIE adalah singkatan dari Office International des Epizooties (OIE), merupakan organisasi antar pemerintah yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kesehatan hewan di seluruh dunia. Pada tahun 2010 tercatat yang menjadi anggota OIE sebanyak 178 negara. Dengan kata lain, OIE setara dengan WHO yang bertanggung jawab menangani kesehatan manusia di seluruh dunia.

Lokakarya regional ini dilatarbelakangi oleh kenyataan pentingnya menghadapi masalah penyakit tular vektor di berbagai belahan dunia. Penyakit yang ditularkan melalui vektor  atau dikenal dengan Vector Borne Diseases (VBD) merupakan ancaman besar terhadap kesehatan dan kesejahteraan manusia dan hewan, ketahanan pangan dan perdagangan, serta upaya pengentasan kemiskinan. Saat ini, diperkirakan tercatat sebanyak lebih dari 17% dari semua penyakit menular adalah penyakit tular vektor (VBD),  dan juga diperkirakan bahwa 25% dari penyakit baru dan yang baru muncul (emerging/reemerging disease)adalah penyakit tular vektor.

Distribusi, transmisi, wabah dan penyebaran penyakit yang ditularkan melalui vektor tidak selalu mudah dimengerti dengan baik karena mungkin melibatkan banyak inang (host) yang diserang dan keberadaan vektor sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan iklim. Perjalanan global baik manusia maupun hewan juga dapat memainkan peran dalam menyebarkan penyakit jauh di luar distribusi alami mereka. Banyak anggapan juga yang menyatakan bahwa penyakit yang ditularkan vektor sebagai penyakit tropis, meskipun anggapan ini tidak lagi sesuai. Hubungan antara lingkungan, vektor, spesies inang dan patogen semua perlu dipertimbangkan untuk memahami epidemiologi penyakit ini dan pada gilirannya digunakan sebagai dasar dalam mengendalikannya.

Dalam rangka upaya pemahaman yang komprehensif, OIE mengadakan Lokakarya Regional Penyakit Tular Vektor di Wilayah Asia-Pasifik di Incheon Republik Korea. Lokakarya bertujuan menyediakan platform untuk diskusi tentang isu-isu terkini tentang penyakit tular vektor (VBD), tantangan dan upaya-upaya untuk masa depan, sambil memperkuat koordinasi dan kolaborasi multi-sektoral dan internasional. Seminar Regional OIE tentang Penyakit Tular Vektor di Wilayah Asia-Pasifik ini dilaksanakan berkat dukungan dana dari Pemerintah Republik Korea.

Anggota diundang untuk berbagi pengalaman dan pelajaran mereka dalam pengawasan, pencegahan dan pengendalian penyakit yang ditularkan melalui vektor serta mendengar informsi terbaru tentang penyakit tular vektor dari para ahli yang bekerja di lapangan. Hasil lokakarya ini berupa point-point skala prioritas yang berhasil diidentifikasi selama lokakarya dan respon regional terhadap ancaaman penyakit tular vektor (VBD).

(Dilaporkan oleh Upik Kesumawati Hadi sebagai perwakilan dari Institut Pertanian Bogor, September 2018)

Tulisan dalam PDF dan foto-foto kegiatan: OIE Regional Workshop on Vectorborne Diseases in Asia Pacific

 

Leave a Reply